Monday. January 16, 2012 21:30 - by Yoris Sebastian

Tentunya banyak sekali yang menarik dari Golden Globe Awards 2012, namun kali ini saya sangat tertarik dengan dengan acceptance speech dari Jean Dujardin yang memenangkan Best Performance by an Actor in a Motion Picture – Comedy Or Musical untuk perannya di “The Artist”
“When I was starting out .. they said to me, ‘You’ll never do movies. Your face is too expressive. Too big” kata Dujardin
“It’s not my fault. My eyebrows are independent. No seriously, I have always followed my instincts and … fight for my dreams” lanjut Dujardin.
Seperti kata Nugie di lagu Lentera Jiwa, listen to your heart… follow you instincts… follow your Lentera Jiwa
Saya bukan anak kecil yang kreatif waktu kecil. Kakak saya jauh lebih pintar dan sering sekali ranking 1 waktu sekolah, sementara saya ranking belasan. Adik saya terkenal bandel sejak kecil, saya bandelnya biasa-biasa saja.
Kenapa saya sekarang dikenal sebagai salah satu sosok KREATIF di Indonesia? Karena saya follow my instincts… saya mengerjakan yang saya suka…. dan yang suka adalah dunia kreatif

Jean Dujardin - The Artist
Saturday. January 14, 2012 10:33 - by Yoris Sebastian
Belakangan ini kita dilanda demam mobil Esemka. Lagi-lagi berawal dari sebuah iklan namun sebuah langkah WOM (Word of Mouth) saat mobil Esemka rakitan para siswa SMK Negeri 2 Solo dijadikan mobil dinas oleh walikota Solo yang visioner, Joko Widodo. WOM makin membesar lantaran Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo bukannya mendukung tapi malah menilai Jokowi sembrono.
Mungkin, kalau Gubernur tidak berkomentar negatif, mobil Esemka tidak akan seheboh ini. Dan itulah Word of Mouth bergulir dengan cepatnya, apalagi di era social media seperti ini. Padahal mobil Esemka ini konon sudah ada sejak 2 tahun yang lalu.
Namun yang mau saya angkat justru soal nasionalisme dalam menggunakan mobil Esemka ini bukan soal WOM. Di berbagai pertemuan secara langsung, baik itu seminar maupun meeting, saya selalu ditanya seputar hal ini. Seperti yang saya pernah tweet, sungguh bagus dan elok rasanya melihat abdi masyarakat seperti Joko Widodo menggunakan mobil Esemka karya anak bangsa. Malah akan senang sekali kalau para wakil rakyat pun bisa ikut-ikutan mengganti mobil dinas mereka.
Kenapa? Karena mereka ada abdi masyarakat & wakil rakyat dan sekarang ini keadaan masyarakat kita secara luas belum sepenuhnya makmur. Masih banyak dana yang diperlukan untuk membuat negara ini semakin maju. Jadi tidak salah tentunya untuk menghemat uang rakyat dengan menggunakan mobil dinas yang budgetnya lebih terjangkau.
Lalu bagaimana dengan industri mobil di tanah air? Menurut saya sama sekali tidak akan terpengaruh. Masing-masing mobil akan punya marketnya sendiri. Para pengusaha sukses sah-sah saja untuk tetap membeli mobil buatan Jepang atau Jerman. Perusahaan multinasional juga tentu punya budget masing-masing untuk para karyawan yang layak untuk punya kendaraan dinas.
Banyak kok negara yang punya mobil nasional dan berjalan dengan selaras bersama mobil-mobil terkemuka dari manca negara.
So, menurut saya nasionalisme bukan berarti anti produk luar negri

Monday. January 9, 2012 9:19 - by Yoris Sebastian
Salah satu exciting project OMG Consulting di tahun 2011 yang hasilnya sudah bisa dinikmati di tahun 2012 adalah New Concept of Intisari Magazine.
Dan yang pasti OMG Consulting bukan sekedar merubah perwajahan alias design majalah legendaris ini, karena OMG adalah Creative Consulting Firm yang sifatnya lebih ke konsep bukan sekedar design (dan kami memang bukan designers)
Jadi langkah awal adalah penyamaan visi dan konsep bisnis dari majalah yang ternyata adalah media pertama dari Kompas Gramedia Group (Kok namanya bukan Intisari Group ya? Hehehe) Menurut kami di OMG, Good concept harus membawa efek positif ke bisnis bukan sekedar beda atau sekedar mengikuti perkembangan jaman.
Setelah konsep disetujui bersama, baru kami masuk ke rubrikasi. Setelah rubrik-rubrik beres yang terakhir baru tim design masuk. Kali ini selain dibantu tim artitik dari kelompok Gramedia Majalah, saya kembali mengajak Mendiola Design (yang kemarin juga ikut kerja bareng di cover buku Creative Junkies) untuk membuat design yang mengikuti konsep bisnis dan rubrikasi yang sudah baru ini.
Dan yang terakhir adalah logo. Bagaimana membuat logo yang tidak saja keren tapi juga bisa menunjukkan positiioning majalah Intisari yang baru di tahun 2012.
Yang membuat kami lega, edisi perdana untuk new concept Intisari langsung mendapatkan respon positif dari pemasang iklan. 30% jatah halaman untuk iklan yaitu sebanyak 52 halaman langsung terjual semua.
Namun tentunya, kesuksesan kecil ini baru awal kecil dari sebuah konsep besar dari perubahan majalah berbentuk fisik seperti Intisari yang berusia 48 tahun ini untuk selain merayakan ulang tahun ke 50 juga menyonsong 50 tahun kedua mereka. Era digital tentunya masuk juga dalam rencana besar untuk majalah Intisari, Sang Pemula!

Sunday. January 8, 2012 23:19 - by Yoris Sebastian
Memasuki tahun baru 2012 dengan berat hati saya harus melepaskan boneka Spiderman saya yang sudah menemani saya di mobil bertahun-tahun. Boneka baru yang menemani saya adalah boneka Angry Bird
Selalu lakukan sesuatu yang baru. Tidak harus selalu mahal

Tuesday. January 3, 2012 10:10 - by Yoris Sebastian
Tahun Baru pekerjaan baru. Karena itu saya juga posting soal kesempatan menjadi Project Manager di OMG Consulting.
Sebenarnya saya tidak terlalu memusingkan background pendidikan maupun pengalaman kerja. Yang penting sudah pernah kerja minimum sekitar 3-5 tahun, itu cukup. Artinya orangnya sudah terbiasa kerja, bukan fresh graduate (karena untuk fresh graduate tidak bisa langsung manager) Yang orangnya suka dengan berbagai hal yang kreatif dan mau terlibat di berbagai project OMG yang selalu challenge the norms. Mau itu project property, signature event, kegiatan marketing maupun konsep bisnis semuanya dilakukan dengan cara yang tidak biasa.
Saya percaya dengan character. Yang diperlukan adalah seorang Project Manager yang bisa masuk dengan culture OMG Consulting yang sudah terbentuk secara alami selama beberapa tahun belakang ini. Kalian akan bergabung dengan para karyawan OMG yang berlatar belakang beda, mulai dari yang S2 sampe yang lulusan SMA, mulai dari yang sekolah marketing, communication, advertising, business sampe lulusan teknik!
So, kalau kamu punya berbagai pengalaman kerja itu malah menjadi plus point. Atau kamu pernah terlibat di berbagai project kreatif waktu sekolah, kuliah atau saat bekerja itu malah bagus.

So if you want a new working experience in 2012, email your application letter plus your cv (or linked in profile) with your past achievement to contact@alwaysOMG.com dan contact@yorissebastian.com
“Life is too short. Don’t waste it by living someone else’s life” Steve Jobs.
Tuesday. January 3, 2012 8:03 - by Yoris Sebastian

1 Januari 2012.
Semalam baru saja mendapatkan sebuah pengalaman baru lagi. Malam pergantian tahun baru kali ini saya lewatkan di Bundaran HI yang ternyata tidak ada program khusus pada detik-detik pergantian tahun. Saya sempat berharap akan melihat sesuatu yang berbeda lantaran beberapa waktu sebelumnya tampak air mancur sedang melakukan perbaikan ataupun perawatan. Wah, keren juga nih kalau salah satu icon kota Jakarta yang seingat saya – selalu dipenuhi masyarakat bikin sesuatu yang kreatif di malam 31 Desember 2011.
Sayang sekali ternyata tidak ada sesuatu khusus malam itu, walau masyarakat luas tetap saja memenuhi bundaran yang legendaris ini. Dan disinilah saya melihat kehebatan swadaya masyarakat yang membawa kembang api sendiri sehingga pesta tahun baru berjalan meriah. Saya jadi ingat komentar saya di London, UK saat memenangi IYCEY tahun 2006 silam, “Jangan menunggu fasilitas pemerintah”
Yup, walau saya tentunya bukan anti dengan dukungan pemerintah namun untuk bisa maju kita juga wajib berupaya sendiri tanpa harus menunggu fasilitas pemerintah.
Kembali ke bundaran HI, saya yakin in the future akan ada orang yang berani meminta ijin untuk membuat sesuatu yang tidak hanya menghibur namun juga berdampak positif untuk orang banyak yang datang dan mengirim makna positif untuk pemirsa televisi yang menonton. Karena acara pergantian tahun baru kalau digarap dengan kreatif dan terencana sebenarnya bisa menjadi salah satu pemasukan yang luar biasa. Apalagi kita sudah mengenal yang namanya ekonomi kreatif. Tentunya tetap dengan konsep hiburan gratis untuk masyarakat namun menggandeng berbagai sponsor. Dan karena dilakukan setiap tahun jadi makin lama makin baik penyelenggaraannya.
Malam itu ada Metro TV dan TV One yang meliput dari bundaran HI, sungguh disayangkan tidak ada acara khusus yang kreatif yang bisa diliput. Malah (sadar tidak sadar) yang diliput adalah macet total yang terjadi tidak disengaja. Coba kalau sekalian saja dibuat Car Free Night, jadi sudah jelas dari jam berapa sampe jam berapa kita tidak boleh melintas di Bundaran HI. Sadar tidak sadar, melalui liputan televisi kemarin lagi lagi kita diajarkan bahwa peraturan boleh dilanggar selama kita ramai-ramai