YORIS SEBASTIAN. thinking outside the box - execute inside the box

  • Categories

  • Archives

  • Connect!

  • Yoris Sebastian on Facebook
Monday. February 1, 2010 8:30 - by Yoris Sebastian

Saya senang mengamati perkembangan para market leader yang inovatif.  Mereka tidak pernah berhenti melakukan terobosan.  Seperti tadi siang, saya baru sadar bahwa Nike Sportwear kita tidak semuanya masih menggunakan the iconic swoosh logo lagi.  Ternyata Nike Sportwear punya banyak collection dengan logo-logo baru.  Salah satunya Polo Shirt super keren dibawah ini.

nike ganti logo kah

Tag masih Nike namun di dada sudah bukan swoosh logo lagi.  Apakah inovasi ini akan berhasil atau tidak? We’ll see in the future.  Tapi menurut saya, ini merupakan langkah yang tepat untuk peremajaan brand Nike.  Brand ini akan tetap legendaris, namun we might need new icon as well ;)

Dengan harga yang sama-sama Premium, kira-kira lebih laku Polo dengan logo Swoosh yang iconic atau dengan logo baru ini ya?

Thursday. January 28, 2010 10:03 - by Yoris Sebastian

Tadi malam saya termasuk yang begadang karena nungguin peluncuran Apple iPad.  As usual, Steve Jobs did it again.  The Product sangat revolutionary dan (seperti biasa) dia tidak perlu artis atau model untuk meluncurkan productnya.

steve jobs launch iPad himself

Di blog ini saya tidak lagi membahas kecanggihan iPad yang tentunya sudah dibahas di berbagai website technology.  Yang pasti selain iTunes dan Apps yang seru, sekarang saya punya iBooks dimana saya bisa pesan buku dan langsung baca secara digital.  Deboy juga pasti senang karena buku-buku saya tidak bertumpuk-tumpuk lagi di rumah.  Dan masih banyak lagi kecanggihan iPad yang tidak perlu saya tulis satu per satu.

iBooks

Yang menarik disini, bagaimana Apple membuat sebuah product yang sangat revolutionary namun dengan harga yang sangat affordable US$ 499! Biasanya kalau kita mengeluarkan product yang super keren, kita akan coba launch dengan harga yang mahal untuk para early adopters lalu perlahan harganya diturunkan saat liburan tiba, untuk mendapatkan sales gila-gilaan.

iPad price

Lalu kenapa Apple melakukan itu? Karena Apple sudah sukses dengan iTunes dan Apps nya.  Semakin banyak yang punya iPad berarti semakin besar opportunity mereka jualan musik, apps daaaaaaaaaan….. buku..!!! Content is King, while Hardware is Commodity!

Kalau begini murahnya, ada kemungkinan anak baru di OMG, nggak perlu dikasih Macbook lagi… cukup iPad ;)

Tuesday. January 26, 2010 23:08 - by Yoris Sebastian

my new presenter for 2010

Untuk yang mengikuti saya di Twitter @yoris tentu sudah tau bahwa memasuki tahun 2010, saya membeli clicker baru.  Selain supaya lebih semangat kerja, lebih semangat kasih seminar dan workshop tentunya.  Selain itu, ada fungsi tambahan dari clicker ini yaitu fungsi sebagai mouse.  Kenapa saya butuh ini? karena terkadang saat memutar video, saya perlu untuk pause sejenak menjelaskan sesuatu sebelum lanjut lagi dengan adegan berikutnya di video yang sama.

Selama ini hal tersebut tidak bisa saya lakukan dengan clicker saya yang lama.  Apalagi clicker yang baru ini harganya hanya setengah dari clicker saya yang lama. I love new technology yang selalu makin affordable :) Walau tentunya clicker yang lama tetap saya simpan.  Maklum, sangat banyak sejarah yang sudah ditorehkan.  Termasuk membawa saya menang di london tahun 2006 saat saya ikut International Young Creative Entrepreneur.

So, jangan lupa untuk terus ‘memperbaharui’ sesuatu yang lama.  Biar lebih dinamis.  Pekerjaan boleh sama, namun dengan beberapa initiative, kita bisa lebih semangat. Semangat baru – pekerjaan lama :)

Monday. January 4, 2010 9:49 - by Yoris Sebastian

I constantly challenge myself to do something different and new, this year I didn’t stay up until midnight to the old year leaves, I go to Borobudur to see the new year rise in :) I see the first sunrise in 2010 ;) Happy New Year everybody..!!

Demikian message singkat saya di status Facebook dan Twitter (tentunya di Twitter lebih singkat lagi) saat saya merayakan Tahun baru 2010.

Yup, sudah belasan tahun saya selalu merayakan detik-detik pergantian tahun.  Baik itu di Hard Rock Café Jakarta maupun melihat pesta kembang api di Hongkong.  Namun selalu malam Tahun Baru.  Itulah sebabnya untuk Tahun Baru 2010 ini, saya memcoba melakukan sesuatu yang berbeda.  Seperti yang sering saya sampaikan dalam berbagai seminar dan workshop, menjadi orang yang kreatif, kita harus senantiasa melawan rutinitas.  Salah satu yang rutin buat saya adalah merayakan malam Tahun Baru ;)   Itulah challenge buat saya, merayakan Tahun Baru dengan cara yang berbeda. Bukan merayakan pas malamnya tapi kita ambil kebalikannya… bagaimana kalau kita rayakan di pagi hari???

Seru nggak merayakannya pagi hari? Bagaimana kalau merayakannya dengan melihat matahari terbit untuk pertama kali di Tahun 2010? Ada banyak tempat yang indah untuk melihat Sunrise di Indonesia dan pilihan jatuh ke Borobudur, disanalah saya dan Debbie (my girlfriend) akan melihat sunrise pertama di 2010.

Jadi malam Tahun Baru, saya hanya jalan-jalan sebentar di Malioboro melihat pawai sepeda dan sebelum midnight saya sudah di hotel karena harus bangun dinihari untuk berangkat ke Borobudur.  Lucunya saat dinihari saya berangkat ke Borobudur, saya melintasi beberapa cafe yang baru tutup sehingga banyak para tamu-tamunya sedang bubaran.  Jadi inget jaman-jaman di Hard Rock Cafe bubaran tahun baru :)

Dan inilah foto yang saya ambil menggunakan Blackberry Onyx saya dan sebenarnya sudah saya kirim via twitter pagi itu.  Moment ini cukup penting karena merupakan sunrise pertama di dekade yang baru ini ;)

first sunrise in 2010

The experience was great… selain menikmati pemandangan yang indah dan kemegahan Borobudur… Tak lupa saya mengucapkan syukur untuk tahun 2009 dan berdoa supaya bisa menjalankan tahun 2010 dengan baik dan diberi kebahagian serta kesehatan.

Saya sendiri merasa masih banyak yang bisa di-improve untuk membuat experience para turis mengunjungi Borobudur lebih wow dan membuat mereka ‘membicarakan’ Borobudur ke teman-teman mereka.  Lebih lanjut akan saya bahas nanti kalau saya sudah mengunjungi Angkor Wat.

Bagaimana perayaan Tahun Baru kalian? Mudah-mudahan cukup berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya ? Boleh diceritakan? Kalau belum terlalu kreatif, tidak apa-apa, perayaan Tahun Baru 2011 harus lebih kreatif ;)

taken from Nikon D90

I Look forward for the new decade... let's have a Creative Decade! (taken from Nikon D90)

Tuesday. December 29, 2009 9:13 - by Yoris Sebastian

Pagi ini, saya membaca laporan akhir tahun Kompas yang berjudul “Jakarta Ruwet Jakarta Stress”.  Ada benarnya juga.  Dalam setahun ini terjadi banyak sekali kejadian yang berhubungan dengan stress.

Mungkin sudah saatnya Jakarta berbenah diri dan memberi lingkungan yang kondusif untuk warganya.  Satu hal yang sudah mulai terlihat sejak kepemimpinan Bang Foke alias Pak Fauzi Bowo adalah mulai banyaknya taman yang dibangun menjadi ruang publik. Salut for this!

Selain itu menurut saya, Jakarta perlu lebih banyak fasilitas olahraga. Semua orang tau dengan rutin berolahraga, resiko stress akan lebih kecil.  Namun tidak semua orang suka olahraga.  Ada ide lain? Sebenarnya kalau saya mengambil inspirasi dari UK dan US, mereka disana secara sistimatik menggunakan olahraga sebagai salah satu sarana pelampiasan stress secara positif.

Di US, kita semua tau dengan kompetisi basket ball bernama NBA.  Disana kita bisa nonton basket, sambil memberi semangat dan sesekali memarahi pemain pujaan kita kalau salah.  Demikian pula di UK yang kita kenal dengan EPL alias English Premier League.  Saya beruntung pernah nonton pertandingan sepak bola disana.  Emosi tersalurkan secara positif disana… bahkan walaupun kita sering maki-maki pemain namun suara kita tenggelam diantara riuhnya stadion.

rame2 chelsea 05

Sementara di Jakarta, karena kita tidak punya sarana penyaluran positif emosi kita… kita akhirnya memarahi supir kita untuk masalah kecil.  Memarahi staff kita dan bahkan berantem dengan pasangan untuk masalah yang tidak besar.  Ujung-ujungnya kita menjadi stress.

So, untuk Jakarta apakah kita harus bikin lebih banyak Stadion Bola? atau Hall Basket?  As usual, Thinking out of the box – Execute Inside the Box tidak mau copy paste yang terjadi di luar.  Kita punya sesuatu yang Indonesia banget, tidak pernah berantem (not that i know) dan sangat membanggakan.

Apalagi kalau bukan Badminton.  Salah satu dari sedikit olahraga kita yang tingkat dunia!!! Saya bermimpi nanti akan ada King Smash Hall, Rudy Hartono Hall atau Alan – Susi Hall… nggak papa kan… toh banyak mimpi-mimpi saya yang kemudian menjadi kejadian.  Kalau mengambil quote dari film sang Pemimpi, “Bermimpilah… maka Tuhan akan memeluk mimpimu”

Thursday. December 17, 2009 11:06 - by Yoris Sebastian

Masih ingat kehadiran iPod di tahun 1999? iPod hadir disaat industri musik sedang mengalami penurunan pesat lantaran hadirnya Napster dan file sharing portal lainnya yang membuat penjualan CD menurun dengan cepat.  iPod datang dan berhasil menjadi salah satu penyelamat revenue industri musik.  9 September 2009, iPod sudah berhasil menjual 220 juta unit di seluruh dunia :)

Lantas di dekade sekarang ada masalah apa lagi di America? bisnis media cetak mengalami penurunan pesat.  Berita bisa didapat dengan cepat di internet.  Banyak sekali majalah besar yang kini terbit sangat tipis.  Majalah kesukaan saya Business 2.0 malah sudah tidak terbit lagi :(

macbook_tablet

Apa yang dilakukan oleh Apple?  Konon di Macworld Conference awal tahun depan mereka akan meluncurkan Macbook Touch atau iTablet yang tentunya sekali lagi akan membuat kita semua berdecak kagum.  Salah satu contentnya akan bekerjasama dengan Time Inc.  yang nantinya akan berjualan digital magazine.  Tapi banyak yang mungkin akan bilang, kan nggak enak baca majalah secara digital, enakan baca majalah secara fisik.

Seeing is Believing.  Take a look at this new edition of 2010 Sport Illustrated ;) Just click this youtube link.

Bagaimana? Seru? Mau?

Budi Soehardi – CNN Heroes 2009 dan Inspirasi untuk CSR
Aktif Saat Kuliah / Sekolah
Inovasi Samsung Tak Kunjung Padam
Malioboro Mural Night Competition 2009