YORIS SEBASTIAN. thinking outside the box - execute inside the box

Archive for November, 2009


Posted on November 24, 2009 - by
Aktif Saat Kuliah / Sekolah

Yoris Sebastian di UNS Solo

Foto di atas adalah foto saat saya bersama para panitia Annual Conference of Economics Forum ( ALCOFE ) 2009 yang diselenggarakan di Universitas Sebelas Maret Solo. Disana saya tampil memberikan presentasi soal industri kreatif bersama Ibu Hesti dari Kementrian Dep. Perdagangan.  Minggu lalu saya juga hadir bersama Ridwan Kamil di UGM untuk Management Event dengan tema yang serupa seputar entrepreneurship dan industri kreatif.

Di UGM bahkan saya bertemu dengan beberapa anak yang juga terlibat sebagai panitia saat saya datang tahun lalu untuk seminar yang diadakan Yamaha dan Majalah Marketing.  Saya jadi ingat saat saya dulu juga aktif berorganisasi dan menggelar berbagai acara saat saya SMA dulu.  Jadi sebenarnya kesuksesan saya saat ini juga banyak karena saya dulu aktif.

Bahkan semakin banyak contoh dimana orang dengan IP atau nilai menengah namun rajin berorganisasi dan aktif ikut jadi panitia di berbagai acara saat sekolah dulu.  Sekarang jadi sukses dibanding mereka yang hanya tinggi nilainya tapi tidak ikut organisasi.  Tentunya lebih baik lagi kalau nilai tinggi dan juga rajin ikut organisasi ;)   Salah satunya adalah Pak Rhenald Kasali yang mengaku hanya punya IP 2,49 sewaktu kuliah dulu.



Posted on November 22, 2009 - by
Inovasi Samsung Tak Kunjung Padam

Listrik boleh padam, genset laku keras, moment ini dimanfaatkan pula oleh Samsung.  Lihat saja iklan yang saya capture dari koran Kompas dibawah ini.

Picture 10

Yup, Samsung langsung highlight kulkas mereka yang kebetulan sangat cocok dengan keadaan tidak jelas gara-gara PLN kerap mati listrik belakangan ini.  Berbagai sumpah serapah kita temui di facebook dan twitter.  Mungkin memang PLN perlu pesaing perusahaan swasta. Lihat saja saja Pertamina yang semakin baik saat Shell dan berbagai merek lain masuk.

Kembali ke Samsung.  Mereka juga baru saja meluncurkan Samsung ST 1000 yang merupakan camera pertama yang mempunyai wifi connection, jadi kalau kita foto2 dan ada wifi disana, berarti kita bisa langsung upload foto kita ke facebook, flickr, twitter dan social media lainnya.  Kapan camera ini sampai ke Jakarta, saya rasa tidak lama lagi.

samsung camera with wifi

Soal camera, saya juga tersenyum saat difoto sahabat saya, Tongclay di acara ulang tahun Aquarius 40 tahun, Clay menggunakan camera Samsung yang di depannya juga ada layar sehingga yang difoto bisa sekaligus ngaca sebelum camera dijepret ;)

samsung camera

Tak heran kalau Samsung kini sudah melewati Sony.  Padahal dulu saya sempat meragukan statement para petinggi Samsung bahwa mereka akan mengalahkan sony suatu saat nanti. The time is now.  Samsung has won the competition, of course with lots of innovation and creativity ;)


Posted on November 17, 2009 - by
Malioboro Mural Night Competition 2009

Seperti biasa kalau sehabis mampir ke sebuah kota, ada saja yang bisa saya serap.  Apalagi kalau ke kota Yogyakarta, kota yang selalu memberi aura kreativitas untuk saya.  Kemarin saya mendapat kehormatan untuk berbicara soal industri kreatif atas undangan mahasiswa management UGM (Mudah-mudahan presentasi saya bisa memberi inspirasi para mahasiswa Yogya yang memang kreatif-kreatif)

Malioboro Mural Night Competition logo

Sayang sekali malamnya saya sudah harus pulang ke Jakarta karena saya baru tahu bahwa akan ada Malioboro Mural Night Competition tepat jam 12 midnight.  Beruntung saya mendapatkan foto-foto dari Aurelia Claresta Utomo (salah satu peserta seminar pagi hari di UGM).  Ini salah satu contoh dimana penerimaan rekor MURI yang cukup tepat dan memiliki relevansi dengan penerima award yaitu pemerintah kota Yogyakarta.  Semoga acara ini bisa terus dilakukan setiap tahun, tentunya dengan kualitas yang terus meningkat.

Malioboro Mural Night Competition5

Malioboro Mural Night Competition

Malioboro Mural Night Competition2

Malioboro Mural Night Competition3

Malioboro Mural Night Competition4


Posted on November 11, 2009 - by
Pahlawan Nasional HR Rasuna Said

Baru saja saya selesai shooting live talkshow di Jak TV bersama Oscar Lawalata, Sakti Parantean dan Wahyu Aditya dalam rangka Hari Pahlawan.  Bisa jadi kami dipilih menjadi narasumber karena kami membawa harum nama Indonesia di tingkat dunia dalam ajang International Young Creative Entrepreneur Award.  Sejak 2006 (saya), 2007 (Waditya), 2008 (Sakti) dan 2009 (Oscar) Indonesia selalu menang di tingkat International.  Prestasi yang tidak bisa diraih negara lain manapun saat ini.

Yang menarik dari talkshow ini adalah saat Ade Herlina dan Bayu Oktara mengadakan quiz tebak wajah 5 Pahlawan Nasional.  Menarik bukan karena saya dan Sakti bisa menbak semua dengan benar, tapi karena saya jadi kepikiran… harusnya di setiap jalan utama harusnya ada gambar dari Pahlawan Nasional yang diabadikan menjadi nama jalan.  Jadi pas di lampu merah, masyrakat bisa tau dan ingat wajah para Pahlawan Nasional.

Selain itu, comments di Facebook saya ketauan bahwa banyak yang tidak tau bahwa HR Rasuna Said itu adalah Pahlawan wanita.  That’s why saya tampilkan fotonya di bawah ini.  Ayo sudah pada tau belum HR Rasuna Said wanita?

rasuna said

H.R. Rasuna Said adalah seorang muda yang mempunyai kemauan yang keras dan berpandangan luas. Awal perjuangan beliau dimulai dengan beraktifitas di Sarekat Rakyat sebagai Sekretaris cabang dan kemudian menjadi anggota Persatuan Muslim Indonesia (PERMI).

Beliau sangat mahir dalam berpidato yang isinya mengecam secara tajam ketidak adilan pemerintah Belanda, sehingga beliau sempat ditangkap dan dipenjara pada tahun 1932 di Semarang.

Pada masa pendudukan Jepang, beliau ikut serta sebagai pendiri organisasi pemuda Nippon Raya di Padang yang kemudian dibubarkan oleh Pemerintah Jepang.

H.R. Rasuna Said duduk dalam Dewan Perwakilan Sumatera mewakili daerah Sumatera Barat setelah Proklamasi Kemerdekaan, diangkat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat (DPR RIS), kemudian menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung sejak 1959 sampai akhir hayat beliau.

H.R. Rasuna diangkat sebagai Pahlawan Nasional dengan Surat Keputusan Presiden R.I. No. 084/TK/Tahun 1974 tanggal 13 Desember 1974.


Posted on November 4, 2009 - by
Customer Service is not about the Budget

Itu yang selama ini saya yakini dan hari ini dikonfirmasi lagi oleh Dr. Joseph Michelli dalam seminar sehari “Lessons From The Legends” yang diadakan oleh Result Asia dan BrandI.

Mungkin banyak yang langsung bilang Ritz Carlton kan bisa kasih extra service karena memang harganya sangat premium.  Bahkan setiap employee punya otoritas sebesar $2000 tanpa approval selama hal yang dia lakukan demi kenyamanan tamu.  Well, itu karena Ritz Carlton memang punya strategy seperti itu, namun dibalik semua itu mereka simply hanya berusaha untuk melakukan service dengan konsep “Create The Home of a Loving Parent”.  As simple as that.  Apakah seorang ibu akan minta approval dulu kalau anaknya ada yang sakit? dan masih banyak lagi kisah yang diceritakan Dr. Michelli yang memang adalah pengarang buku “The New Gold Standard” yang memang mengupas cara-cara Ritz Carlton menjalankan customer service mereka.

Belum lagi bagaimana Starbucks yang memang fokus menciptakan customer instead of fokus pada profit making.  Starbucks menciptakan suasana yang luar biasa berbeda sehingga orang mau membeli coffee dengan harga premium.  Dengan customer service yang bagus tak heran bila banyak orang  memegang cup starbucks dengan posisi logo keluar karena bangga dengan brand starbucks.

Memang sulit kalau bekerja di tempat yang karyawannya sendiri tidak bangga akan perusahaan tersebut, bagaimana pelanggannya juga mau bangga?

Kembali ke soal budget, hari ini Dr. Michelli juga bercerita bagaimana dia disambut di kamarnya semalam dengan ‘unique welcome notes’ from the GM.  Biasanya kan hanya kartu, kali ini dia mendapatkan 3 bukunya dibingkai lengkap dengan welcome notes dari GM Ritz Carlton Jakarta.

Saat makan siang saya bertanya apakah dia mendapatkan hal yang serupa di Singapore or Kuala Lumpur dalam rangkaian tour asia dia kali ini? Ternyata tidak, namun dia sangat impress dengan pemberian welcome notes ini.  Dia pasti akan menggantungnya sebagai memorabilia di rumahnya nanti.

So customer service is not only about the budget but about the love and your creativity ;)

Dr Michelli with WOW present from ritz jkt

Punya pengalaman customer service yang bagus di Indonesia? boleh di share ya…


Posted on November 3, 2009 - by
Cicak vs Buaya is the new David vs Goliath

the creator of Cicak vs buaya

Akhirnya kita memiliki terms lokal untuk istilah “David vs Goliath”.  Tak lain dan tak bukan adalah “Cicak vs Buaya” yang beberapa saat terakhir ini semakin mencuat gara-gara Markas Besar Polri resmi menahan dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah pada Kamis 29 Oktober 2009.

Saat saya menulis postingan ini, sudah 567.059 member bergabung di “Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto dan saya yakin akan terus bertambah.  Terlepas dari apakah Bersalah atau Tidak kita yang berada diluar Sistem mungkin merasa terganggu dengan kejadian demi kejadian yang menimpa Chandra dan Bibit, Bukan tidak mungkin kasus semacam ini seperti gunung ES, sesungguhnya mungkin banyak Chandra dan Bibit yang lain yang juga mengalami nasib yang sama.  Padahal saat ini KPK mendapat sambutan positif dari berbagai pihak termasuk pihak luar negri. Sayang sekali bila akhirnya KPK tidak bergigi lagi.

David vs Goliath memang selalu menjadi tema favorit untuk word of mouth.  Masih segar di ingatan kita kasus Prita vs RS. Omni International. Atau bahkan waktu SBY vs Taufik Kiemas kala SBY mencalonkan diri menjadi Presiden.  Selama yang lemah ditindas, issue ini akan menarik dan sangat cepat tersebar bak virus.  Apalagi saat ini, era social media membuat pergerakan berita menjadi lebih cepat lagi.

Kalau dulu kita harus mencari berita. Kini berita yang mendatangi kita ;) So perlu sekali kita memahani word of mouth method ini supaya kita tidak seperti Buaya or RS. Omni :)


Posted on November 1, 2009 - by
Broadcast Bar (BC Bar)

logo bc bar buat blog

31 October selalu dirayakan dengan Pesta Haloween.  Namun buat saya, 31 October menjadi salah satu tanggal bersejarah dalam sejarah perjalanan kreatif saya karena di tanggal tersebut saya dan Meuthia Kasim membuka sebuah bar kecil bernama Broadcast Bar yang kemudian disingkat BC Bar.

Bar yang terletak disamping Hard Rock Cafe ini, mengambil tempat bekas butik Emporio Armani yang juga masih satu group dengan HRC dibawah naungan MRA Group.  Karena Emporio Armani tutup, maka lahirlah ide untuk membuat sesuatu di tempat yang sebenarnya cukup prime ini.

Waktu ditawari untuk membuat lounge atau coffee shop, saya tidak tertarik karena akan bersaing ketat dengan HRC yang juga menjual coffee dan soft drink.  Apalagi jam untuk berjualan coffee dan soft drink, masih terbilang sepi sehingga sayang kalau saya buat coffee place.

Akhirnya saya usulkan buat club saja, karena trend dunia sudah mengarah pada clubbing.  Saat itu belum terlalu banyak club di Jakarta, mungkin Parkit yang lumayan ramai.  Sementara Hard Rock Cafe kan lebih fokus pada homeband dan Top 40 music.

Weekend HRC selalu penuh sehingga dengan komposisi musik yang berbeda harusnya tidak menjadi masalah.  Malah complement to each other karena beda suasana dan jenis musik.

Kenapa namanya Broadcast Bar, karena MRA Group memiliki 2 radio saat itu Hard Rock FM dan MTV Sky sehingga kami bagi setiap Jumat yang memang target lebih older crowd, Hard Rock FM dance track akan diisi dance music live from BC Bar.  Jumat kami bekerjasama dengan 1945 MF dengan duo DJ Romy dan DJ Riri.  Sementara Sabtu dimana giliran MTV Sky yang live, kami bekerjasama dengan DJ Anton dan Phuture.

Selain bekerjasama dengan berbagai DJ tamu, tentunya kami memiliki resident DJ yang handal seperti DJ @khda, DJ Endru (sekarang lebih dikenal sebagai Drusteelo of Soul ID) dan later on DJ Andre.

Para Bartender yang direkrut semuanya harus bisa juggling dan flaring dengan botol-botol.  Mereka boleh ikut minum dan merokok selama bekerja seperti layaknya tamu.  Bedanya mereka tetap harus tetap berada di dalam bar :)   Justru yang lucu, di saat awal-awal mereka suka lupa untuk merokok dan minum saat bekerja.

ys bc bar rame2 buat blog

Budget rendah dan hanya buka 2 hari seminggu tidak menghalangi BC Bar sukses dan meraup keuntungan.  Saya jadi ingat, lampu disco di BC Bar, sebenarnya menggunakan lampu taman warna-warni yang digunakan secara mono color.

BC Bar tidak punya Grand Opening, tidak punya Anniversary tapi karena BC Bar buka pertama kali saat Haloween (31 October 1999), so malam ini saya perlu mengingat semua kenangan manis dan tentunya kreatif di BC Bar… sampai sekarang teriakan “Whatzuup… BC..!!!!” masih sering terngiang-ngiang di benak saya.  It was a great ride and very proud to remember BC Bar.  Some people even called it legend…

Thanks to all broadcaster (that’s how we call our guest) and all the operators (Panji, Jaya, Jorie, DJ @khd@, DJ Endru, DJ Dreco, Baron, Taufik, Goofy, Nia, Yon, Ade, Andi, Monique, Anne, Dedy, Oky, Punky, Rusman, Andreas, Chef Slamet, Slamet Cashier and Tasha, Ratu plus Heru & Kang Iyu… will add more names once i remember more names)

BC Bar penutupan sarinah