Archive for July, 2010
Posted on July 17, 2010 - by Yoris Sebastian
Creativity terkadang kembali ke masa lalu untuk dibawah dalam bentuk baru di jaman sekarang.
Lihat saja sepatu dibawah ini.
Dan sekarang menjadi seperti ini.
Bakalan hits di Indonesia? We’ll see
Posted on July 14, 2010 - by Yoris Sebastian
Setelah 5 kali selalu nonton final Piala Dunia di Hard Rock Cafe Jakarta, kali ini saya berkesempatan untuk nonton bareng di tempat lain. Seperti biasa saya mencoba membuat list tempat-tempat yang kreatif dan tidak biasa untuk kemudian saya pilih. Tahun ini ada 2 tempat nobar yang cukup unik untuk saya nonton Final Piala Dunia antara Spanyol dan Belanda.
Yang pertama adalah di Bandung dalam acara pembukaan acara Semarak Bdg. Dimana kita akan bersama-sama nonton di tepi sungai Cikapundung. Diperkirakan akan hadir sekitar 2000 orang disana. Sangat unik dan bagus untuk awareness bahwa sebenarnya di Bandung ada banyak ruang publik yang sayangnya tidak terlalu dilestarikan dan digunakan untuk warga.
Pilihan kedua adalah nobar di blitzmegaplex yang memutar Final di layar terbesar di Indonesia bersama 600 orang penonton lainnya. So far, belum pernah ada yang membuat nobar di bioskop. Tentu suasana akan sangat seru, apalagi ini ada nobar final.
Akhirnya pilihan saya jatuhkan ke blitzmegaplex karena padatnya jadwal saya dan saya cukup sering bolak-balik Bandung belakangan ini. Apalagi di musim liburan sekolah ini jalan tol menuju Bandung macet karena perbaikan jalan tol yang (anehnya, dilakukan saat arus kendaraan sedang padat) sehingga perjalanan bisa memakan waktu 4 jam.
Sometimes, we can’t do our first option. Harus jaga kondisi karena Creative Junkies masih harus ke Solo dan Singapore bulan ini. What a busy yet exciting month
Ternyata nobar di blitz lebih ramai dari yang saya perkirakan. Mereka membuka 2 audi dengan kapasitas 600 orang plus ada 2 audi kecil yang tampaknya hanya untuk invitation Bank Permata. Wah blitz panen nih
Makin senang lagi karena tim yang saya dukung di Final menang
Sayangnya partai Final yang saya harapkan berjalan indah, TikiTaka vs Total Football tidak kejadian. Yang ada Belanda menjalankan sistim Full Body Contact
Untungnya di perpanjangan waktu Spanyol berhasil mencetak gol
Satu bioskop bergemuruh! Final usai. Sekarang tinggal antrian panjang untuk keluar dari Grand Indonesia yang surprisingly hanya membuka 1 loket keluar
Posted on July 2, 2010 - by Yoris Sebastian
Wah karena kesibukan yang luar biasa, saya jadi nggak sempat menulis blog
padahal banyak sekali yang bisa ditulis belakangan ini. Mungkin sudah saatnya membeli alat yang bisa menuliskan apa yang saya bacakan
World Cup 2010, misalnya serunya Vuvuzela yang seharusnya mengingatkan kita untuk selalu menggunakan sesuatu yang lokal untuk sesuatu yang sifatnya global. Piala Dunia di Afrika Selatan disambut egmpita oleh seluruh dunia dan mendadak Vuvuzela menjadi terkenal. Mereka bahkan membuat Vuvuzela plastik sesuai dengan warna masing-masing negara peserta Piala Dunia.
Banyak kejutan terjadi, mulai dari gugurnya Italy dan Prancis di babak penyisihan grup. Kedua pelatih dari tim besar ini memilih menggunakan pemain-pemain tua yang membawa Italy dan Prancis menjadi Juara dan Runner-Up Piala Dunia 2006. Prancis lebih parah lagi karena terjadi insiden ‘pemulangan Anelka dan mogok latihan para pemain’.
Tim andalan saya, Inggris juga tidak bersinar. Mereka tidak kompak dan ini sekali lagi menunjukkan bahwa sebuah tim seharusnya lebih mementingkan kekompakan dibanding banyaknya pemain bintang namun tidak ada chemistry-nya. Para pemain muda yang bukan bintang mungkin bisa diberi kesempatan. Bila Capello diberi kesempatan lagi untuk Piala Eropa 2012.
Kini saya mendukung Argentina karena saya senang akan sejarah. Maradona sukses sebagai Kapten kesebelasan dan membawa Argentina menjadi juara dunia. Kini dia memiliki kesempatan untuk menjadi Kapten yang kemudian menjadi Pelatih dan juga membawa Argentina menjadi juara dunia. Maradona meramu timnya campuran yang muda Messi, Higuain dan Tevez dengan pemain senior seperti Juan Sebastian Veron.
Maradona juga dengan santai memberikan kesempatan kepada Messi untuk menjadi Kapten di usia 22 tahun
Banyak terobosan yang dilakukan pelatih ini.
Selain itu saya suka dengan kaul Maradona yang akan lari mengelilingi Obelisk, a famous Buenos Aires landmark, bila Argentina menjadi juara dunia kali ini. Maradona memang selalu membuat kontroversi dan punya news value yang besar untuk media.
Berbicara soal Fads, seperti biasa Pepsi dengan kreatif membuat sebuah campaign berjudul, “If the coach goes naked, we will, too. Pepsi promises.” Yup, Pepsi akan jualan minuman soda mereka selama 1 minggu tanpa label bila Argentina juara dunia. Sebuah kampanye yang innovative di sebuah negara yang memang gila bola. Sekarang saya sangat berharap Argentina juara. Walau harus diakui penampilan Jerman, Spanyol dan Brasil cukup meyakinkan. Tapi kalau melihat dari hubungan pelatih dan pemain tampaknya Argentina punya kans besar untuk juara. We’ll see






