Your browser (Internet Explorer 6) is out of date. It has known security flaws and may not display all features of this and other websites. Learn how to update your browser.
X

Archive for March, 2014

Post

Minta Daftar Pertanyaan Saat Akan Wawancara?

kick andy yoris5 169HD

Baru saja kita dihebohkan dengan batalnya taping interview Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di acara Kick Andy.  Seperti biasa, saya mencoba netral dan tidak mau ikut campur tentang siapa yang benar atau salah karena masalahnya lebih kompleks. Namun saya coba ambil inspirasi positif yang bisa kita ambil sesuai kapasitas kita masing-masing.

Saya juga dulu wartawan di majalah HAI.  Sayang saya belum sempat menerapkan konsep daftar pertanyaan tidak dikirim saat saya masih menjadi wartawan.  Hampir semua narasumber selalu minta dikirimkan daftar pertanyaan.  Dan saya, sebagai wartawan junior selalu turuti permintaan tersebut walau menambahkan satu baris tulisan: “Pertanyaan bisa berkembang pada saat wawancara”

Idealnya, setiap narasumber yang memang expert di bidangnya tidak perlu takut untuk tidak bisa menjawab pertanyaan apapun selama itu sesuai dengan expertise mereka.  Justru menjadi pertanyaan, kalau seseorang minta untuk mempersiapkan jawaban.  Apakah narsum ini kurang ahli sehingga harus dipersiapkan materinya?

More…

Post

#CalegOK duduki DPR

gedung dpr

Di berbagai pertemuan, diberbagai social media group saat ini ramai dibicarakan tentang siapa calon Presiden Indonesia di tahun 2014 ini.  Padahal tinggal 36 hari lagi, tepatnya 9 April kita akan memilih wakil rakyat yang akan duduk di gedung DPR mewakili kita semua.

Berbagai media juga menuliskan bahwa ada kemungkinan anggota DPR periode 2014 – 2019 akan kembali didominasi oleh wajah-wajah lama.  Diramalkan 90% atau sekitar 500 dari 560 kursi akan diisi oleh wajah lamaArtinya hanya 60 kursi yang akan diisi oleh wajah baru?

Padahal DPR sama pentingnya dengan Presiden.  Mereka bertugas mewakili rakyat Indonesia untuk mengawasi pemerintah, menyetujui APBN, mengesahkan undang-undang dan masih banyak lagi.  Seharusnya kita memanfaatkan sistim pemilihan langsung secara maksimal.  Dampak positif sudah kita lihat di Bandung misalnya, bagaimana Ridwan Kamil di usia 41 tahun menjadi walikota kota ketiga terbesar di Indonesia dengan 44% suara.  Bagaimana Jokowi berhasil menjadi Gubernur DKI walau awalnya tidak difavoritkan oleh lembaga survei.  Bagaimana Ibu Risma terpilih dan bekerja dengan hasil kerja yang luar biasa untuk masyarakat luas.

Lalu apakah masih bisa kita memilih #CalegOK duduki DPR? Sehingga wakil rakyat benar-benar menduduki Gedung yang dari masa ke masa kerap di-demo rakyat. Menurut saya masih bisa.

More…