Your browser (Internet Explorer 6) is out of date. It has known security flaws and may not display all features of this and other websites. Learn how to update your browser.
X

Archive for May, 2014

Post

Movement ala TOMS Shoes

Yoris c2mtl blake toms

Belakangan ini kita suka melihat teman kita menggunakan sepatu merk TOMS.  Dan mungkin kita sudah mendengar bagaimana TOMS yang dirintis sejak 2006 dengan “One For One” business modelnya, hingga 2012 berhasil membagikan total 2 juta sepatu kepada anak-anak yang membutuhkan di negara-negara berkembang.

Sehingga kini makin banyak brand yang latah membuat konsep marketing bermodal kebaikan dan menggarap berbagai movement di Indonesia.

Saya beruntung, bisa belajar dan bertemu langsung dengan founder dari TOMS Shoes yang bernama Blake Mycoskie dalam sebuah workshop intimate yang diikuti sekitar 12 orang saja di C2MTL Montreal, Kanada.

Apa yang saya pelajari?

More…

Post

Forbes The Progressive Figures

Forbes The Progressive Figures

Bulan April lalu, saya menerima penghargaan dari majalah Forbes Indonesia sebagai salah satu dari The Progessive Figures bersama Bapak Chairul Tandjung, Mike Wiluan, Veronica Colondam dan Najwa Shihab yang dipilih karena dianggap inspiratif di Indonesia.

Senang.  Apalagi sudah cukup lama saya tidak menerima award karena beberapa tahun terakhir ini saya memang konsentrasi untuk membuat klien-klien kami di OMG Consulting atau anak-anak muda yang saya mentoring untuk sukses dan mendapatkan award di Indonesia dan bahkan di tingkat dunia.

Dulunya saya ini sangat suka ikut lomba untuk meraih berbagai penghargaan baik tingkat nasional, regional maupun tingkat dunia.

More…

Post

OMG Outing To Seoul

OMGoutingSEOULedited

Biasanya kami outing di awal tahun.  Namun karena saya harus ke Las Vegas untuk menghadiri Consumer Electronic Show 2014 maka outing tertunda dan terus tertunda hingga akhirnya akhir April kemarin kami berlima berhasil outing ke Seoul.

Yup, selama profit cukup baik di tahun sebelumnya, saya sebagai owner pasti menyisihkan sebagian keuntungan untuk acara ini.  Outing menurut saya sangat penting untuk sebuah perusahaan.  Tentunya tidak harus ke Seoul seperti kami, tahun lalu pun saat kami outing ke Hongkong saya sudah bilang bahwa even kalau tahun depan outing kami ke Jogjakarta pun saya yakin akan tetap seru.

Yang penting adalah kebersamaan dari para karyawan dan kreativitas dalam menyusun jadwal acara.  “Saya sudah pernah ke Hongkong maupun Seoul, tapi melihat jadwal kalian di path kayaknya seru banget” kata teman-teman saya di whatsapp.

Mau tahu, OMG ngapain aja di Seoul?

More…

Post

Must Watch Video on 11 May

Post

Saatnya Capres Cawapres Muda

Sampai saat blog ini saya tulis, kita baru punya 1 calon Presiden yang sudah resmi dan sudah cukup koalisinya.  Joko Widodo yang resmi diusung oleh PDIP dan Nasdem ini berusia 52 tahun.  Saya jadi teringat statement Presiden ke3 Republik Indonesia, BJ Habibie pada saat shooting Mata Najwa dimana beliau mengatakan bahwa kriteria yang baik untuk menjadi Presiden Republik Indonesia adalah 40 – 60 tahun.

Dengan jelas BJ Habibie menerangkan bahwa ada 3 generasi, generasi 45 adalah generasi yang memerdekakan lalu generasi peralihan yang usianya di atas 60 tahun yang harusnya rela memberikan jalan kepada generasi penerus yaitu yang berusia 40 – 60 tahun.

Apalagi kita semua tahu bahwa Soekarno berusia 44 tahun saat menjadi Presiden Republik Indonesia di tahun 1945. Dan Mohammad Hatta pun baru berusia 43 tahun.  Lalu Soeharto mulai menjabat di usia 46 tahun.  Semuanya di usia yang muda.  Jadi kriteria yang dikatakan BJ Habibie ada benarnya.

Apalagi jumlah pemilih muda di plipres 2014 ini jumlahnya sangat besar. Ada 53 juta pemilih berusia 17-29 tahun.  Belum lagi kalau ditambahkan dengan yang berusia hingga 35 tahun. Berarti ini saat yang tepat bila para pemimpin parpol beserta partai yang mereka pimpin mau berbesar hati memberi jalan kepada mereka yang berusia 40-60 tahun yang menjadi Capres Cawapres.

Saya jadi teringat 10 hari menjelang penetapan secara resmi calon walikota Bandung, dimana masih banyak rumor apakah Ridwan Kamil yang bukan kader dari partai akan berhasil mendapatkan partai yang akan mencalonkan dia sebagai Calon Walikota.  Kebanyakan parpol hanya menghendaki Ridwan Kamil sebagai Wakil Walikota saja, apalagi dari berbagai survei popularitas Ridwan Kamil sebagai calon Walikota terbilang kecil.

Lalu pada akhirnya Ridwan Kamil diusung PKS (yang waktu itu masih sedang hangat-hangatnya dengan kasus sapi impor) serta Gerindra dan singkat cerita berhasil menjadi Walikota Bandung dengan kemenangan telak sekitar 44% suara di usia 41 tahun.  Banyak pengurus parpol yang kaget lantaran survei tidak pernah memunculkan nama Ridwan Kamil setinggi itu.  Yang mereka lupa 34% pemilih di Bandung adalah pemilih usia muda.  10% adalah pemilih senior yang akhirnya memilih karena melihat rekam jejak Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil memang rendah saat survei popularitas namun pada saat diberikan panggung sebagai calon walikota, terlihat elektabilitas dia tinggi sekali.  Jawaban-jawabannya tidak retorika dan sangat mudah untuk dicerna dan terlihat mampu dijalankannya bila terpilih.

Saya berharap para pemimpin parpol bisa belajar dari kasus pilkada Bandung, kota ke3 terbesar di Indonesia.  Rakyat akan memilih tokoh, bukan partai lagi.  Partai hanya menentukan koalisi dan memberikan tiket untuk menjadi Capres Cawapres. Sejarah pernah memenangkan Presiden dari parpol dengan perolehan 7% pada saat pemilihan legislatif.

Kalau saja mereka yang berusia diatas 60 tahun mau menjadi negarawan dan benar-benar melakukan yang bisa menjadi sejarah, dimana semua Capres dan Cawapres 2014 isinya semua yang berusia 40 – 60 tahun dengan rekam jejak yang baik. Berikan panggung politik yang demokratis untuk mereka yang muda-muda dan biarkan rakyat memilih.

Saya memilih untuk optimis bahwa kalau negara ini diberikan kepada generasi penerus hasilnya akan lebih baik. Biarlah para generasi peralihan cukup membantu dan memberikan wisdom kepada generasi penerus.