Your browser (Internet Explorer 6) is out of date. It has known security flaws and may not display all features of this and other websites. Learn how to update your browser.
X
Post

Dirgahayu Republik Indonesia 71

Seperti biasa, setiap tahun saya mencoba mencari iklan Dirgahayu Republik Indonesia yang tidak biasa dan punya kesempatan jadi domino efek untuk yang lain untuk bikin sesuatu sebagus itu. Sayangnya untuk iklan koran di tanggal 16 dan 18 Agustus belum ada yang menarik untuk saya bahas secara positif di blog ini. Seperti biasa, saya hanya mau membahas yang positif walau sayang juga sih melihat uang begitu besar dihamburkan untuk sesuatu yang tidak berdampak untuk pembuatnya.

Beruntung pas tanggal 17 Agustus 2016 kemarin, saya menemani anak saya nonton film di bioskop. Dan kami melihat iklan keren ini di layar sinema XXI. Seperti apa iklannya?

More…

Post

Dream Small: #JokowiPresiden

Jokowi Presiden

Hari ini 20 Oktober 2014 saya bersama hampir semua rakyat Indonesia bergembira, merayakan dilantiknya Bapak Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia. Bersyukur karena Bapak Prabowo Subianto juga dengan jiwa yang besar ikut hadir dalam pelantikan di ruang sidang paripurna I, gedung MPR/DPR RI.

Bukan sekali ini, saya menulis tentang  Jokowi. Pada saat beliau menjabat Walikota saya sudah tulis beberapa kali. Demikian pula saat menjadi Gubernur DKI Jakarta. Hari ini saya mencoba menulis inspirasi dari angle berbeda dari yang kebanyakan ditulis dimana-mana. Inspirasi yang kebetulan saya pribadi suka lakukan dan kini kebetulan saya menemukan contoh nyata bahkan dari Presiden Jokowi.

Dream Small. Yup, Jokowi adalah contoh orang yang tidak punya mimpi besar.

More…

Post

Saatnya Capres Cawapres Muda

Sampai saat blog ini saya tulis, kita baru punya 1 calon Presiden yang sudah resmi dan sudah cukup koalisinya.  Joko Widodo yang resmi diusung oleh PDIP dan Nasdem ini berusia 52 tahun.  Saya jadi teringat statement Presiden ke3 Republik Indonesia, BJ Habibie pada saat shooting Mata Najwa dimana beliau mengatakan bahwa kriteria yang baik untuk menjadi Presiden Republik Indonesia adalah 40 – 60 tahun.

Dengan jelas BJ Habibie menerangkan bahwa ada 3 generasi, generasi 45 adalah generasi yang memerdekakan lalu generasi peralihan yang usianya di atas 60 tahun yang harusnya rela memberikan jalan kepada generasi penerus yaitu yang berusia 40 – 60 tahun.

Apalagi kita semua tahu bahwa Soekarno berusia 44 tahun saat menjadi Presiden Republik Indonesia di tahun 1945. Dan Mohammad Hatta pun baru berusia 43 tahun.  Lalu Soeharto mulai menjabat di usia 46 tahun.  Semuanya di usia yang muda.  Jadi kriteria yang dikatakan BJ Habibie ada benarnya.

Apalagi jumlah pemilih muda di plipres 2014 ini jumlahnya sangat besar. Ada 53 juta pemilih berusia 17-29 tahun.  Belum lagi kalau ditambahkan dengan yang berusia hingga 35 tahun. Berarti ini saat yang tepat bila para pemimpin parpol beserta partai yang mereka pimpin mau berbesar hati memberi jalan kepada mereka yang berusia 40-60 tahun yang menjadi Capres Cawapres.

Saya jadi teringat 10 hari menjelang penetapan secara resmi calon walikota Bandung, dimana masih banyak rumor apakah Ridwan Kamil yang bukan kader dari partai akan berhasil mendapatkan partai yang akan mencalonkan dia sebagai Calon Walikota.  Kebanyakan parpol hanya menghendaki Ridwan Kamil sebagai Wakil Walikota saja, apalagi dari berbagai survei popularitas Ridwan Kamil sebagai calon Walikota terbilang kecil.

Lalu pada akhirnya Ridwan Kamil diusung PKS (yang waktu itu masih sedang hangat-hangatnya dengan kasus sapi impor) serta Gerindra dan singkat cerita berhasil menjadi Walikota Bandung dengan kemenangan telak sekitar 44% suara di usia 41 tahun.  Banyak pengurus parpol yang kaget lantaran survei tidak pernah memunculkan nama Ridwan Kamil setinggi itu.  Yang mereka lupa 34% pemilih di Bandung adalah pemilih usia muda.  10% adalah pemilih senior yang akhirnya memilih karena melihat rekam jejak Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil memang rendah saat survei popularitas namun pada saat diberikan panggung sebagai calon walikota, terlihat elektabilitas dia tinggi sekali.  Jawaban-jawabannya tidak retorika dan sangat mudah untuk dicerna dan terlihat mampu dijalankannya bila terpilih.

Saya berharap para pemimpin parpol bisa belajar dari kasus pilkada Bandung, kota ke3 terbesar di Indonesia.  Rakyat akan memilih tokoh, bukan partai lagi.  Partai hanya menentukan koalisi dan memberikan tiket untuk menjadi Capres Cawapres. Sejarah pernah memenangkan Presiden dari parpol dengan perolehan 7% pada saat pemilihan legislatif.

Kalau saja mereka yang berusia diatas 60 tahun mau menjadi negarawan dan benar-benar melakukan yang bisa menjadi sejarah, dimana semua Capres dan Cawapres 2014 isinya semua yang berusia 40 – 60 tahun dengan rekam jejak yang baik. Berikan panggung politik yang demokratis untuk mereka yang muda-muda dan biarkan rakyat memilih.

Saya memilih untuk optimis bahwa kalau negara ini diberikan kepada generasi penerus hasilnya akan lebih baik. Biarlah para generasi peralihan cukup membantu dan memberikan wisdom kepada generasi penerus.

Post

#CalegOK duduki DPR

gedung dpr

Di berbagai pertemuan, diberbagai social media group saat ini ramai dibicarakan tentang siapa calon Presiden Indonesia di tahun 2014 ini.  Padahal tinggal 36 hari lagi, tepatnya 9 April kita akan memilih wakil rakyat yang akan duduk di gedung DPR mewakili kita semua.

Berbagai media juga menuliskan bahwa ada kemungkinan anggota DPR periode 2014 – 2019 akan kembali didominasi oleh wajah-wajah lama.  Diramalkan 90% atau sekitar 500 dari 560 kursi akan diisi oleh wajah lamaArtinya hanya 60 kursi yang akan diisi oleh wajah baru?

Padahal DPR sama pentingnya dengan Presiden.  Mereka bertugas mewakili rakyat Indonesia untuk mengawasi pemerintah, menyetujui APBN, mengesahkan undang-undang dan masih banyak lagi.  Seharusnya kita memanfaatkan sistim pemilihan langsung secara maksimal.  Dampak positif sudah kita lihat di Bandung misalnya, bagaimana Ridwan Kamil di usia 41 tahun menjadi walikota kota ketiga terbesar di Indonesia dengan 44% suara.  Bagaimana Jokowi berhasil menjadi Gubernur DKI walau awalnya tidak difavoritkan oleh lembaga survei.  Bagaimana Ibu Risma terpilih dan bekerja dengan hasil kerja yang luar biasa untuk masyarakat luas.

Lalu apakah masih bisa kita memilih #CalegOK duduki DPR? Sehingga wakil rakyat benar-benar menduduki Gedung yang dari masa ke masa kerap di-demo rakyat. Menurut saya masih bisa.

More…

Post

Sumpah Pemuda 2.0: Nikmati Proses untuk Dapatkan Hasil

Photo by Jerry Aurum for British Council International Young Creative Entrepreneur (IYCE)

85 Tahun yang lalu, para pemuda merintis kesadaran kebangsaan lewat Sumpah Pemuda yang mengikrarkan satu bangsa, satu tanah air dan satu bahasa Indonesia.

Kini para pemuda dan pemudi Indonesia sebenarnya berada di masa yang terbaik yang pernah ada.  Semangat kebangsaan dijalankan dengan cara berbeda sesuai dengan kapasitas mereka masing-masing.

Di harian Kompas pagi ini, ada Irfan Amalee, sahabat saya dari Bandung yang mendirikan Peace Generation“Kalau kelompok radikal bisa merekrut anak-anak muda dijadikan radikal, kenapa peacemaker (penggerak perdamaian) enggak bisa?” demikian tutur pemuda yang membuat modul pendidikan perdamaian yang terbit dengan judul “12 Nilai Dasar Perdamaian” bersama Erick Lincoln, konselor remaja asal Amerika Serikat.

Yup, sekarang kita berada di era dimana selama kita punya ide kreatif dan kita mau bersungguh-sungguh menjalankannya, kemungkinan untuk berhasil lebih besar.  Tidak perlu modal besar, yang diperlukan modal kreativitas, network dan usaha yang gigih.

Alanda Kariza, menggagas Indonesia Youth Conference saat masih duduk di bangku kuliah dan berhasil mengumpulkan para aktivis muda dari 33 propinsi di Indonesia sejak tahun 2010.  Atau Wahyu Aditya yang menyelenggarakan Hellofest sebagai wadah untuk para animator nasional seperti yang pernah saya tulis di rubrik Potret Kompas Klass.

Lalu apa hubungannya dengan judul blog saya hari ini? Nikmati Proses untuk Dapatkan Hasil.

More…

Post

HUT Ke-68 Republik Indonesia

#17an kompilasi

Sungguh beruntung saya kemarin bisa merayakan HUT Ke-68 Republik Indonesia di dua tempat secara bersamaan. Yang pertama, saya diundang oleh Istana Untuk Rakyat untuk hadir menyaksikan langsung Upacara Pengibaran Sang Saka Merah Putih di Istana Negara pada pukul 10.00.  Dan di saat yang hampir mirip, saya juga menjadi Pembina Upacara Bendera Digital ID-Optimis bersama Abraham Samad (Ketua KPK), Moh Mahfud MD, Prabowo Subianto dan Shafiq Pontoh.

Di buku saya 101 Creative Notes, saya sampaikan bahwa untuk senantiasa kreatif saya memang selalu berupaya melakukan sesuatu untuk pertama kalinya. Dua hal diatas merupakan pengalaman pertama saya dan memang saya terpilih karena rekam jejak yang sudah saya buat selama ini.

Untuk yang belum punya rekam jejak bagaimana?

More…

Post

Irvan Hermawan – Dari BIAstar ke WORLDstar

Irvan Worldstar Awards Square

Sesuai visi Black Innovation Awards (BIA), bukan saja memberikan panggung kepada para product innovator muda Indonesia, tapi juga sebagai stepping stone untuk mereka melangkah lebih jauh lagi.

Irvan Hermawan bahkan membawa Stapack, karya yang memenangkan BIA di tahun 2011 menang di ajang World Packaging Organization 2013 (WPO) yang berlangsung di Australia 9 Mei lalu.

Lebih bangga lagi karena…

More…

Post

Uniqlo Buka di Jakarta

Uniqlo pembukaan di Jakarta

Foto diatas adalah hasil jepretan saya di outlet Uniqlo pertama di Indonesia yang baru saja dibuka secara resmi 22 Juni lalu di Lotte Shopping Avenue Jakarta.  Uniqlo selain nyaman dipakai dan designnya keren, buat saya juga penuh inspirasi.  Berbagai terobosan mereka selalu saya pantau sehingga bisa diambil inspirasi positif untuk pekerjaan saya sebagai creative consultant.

Cerita Uniqlo juga kerap hadir di berbagai seminar dan workshop saya.  Salah satunya adalah keberhasilan sang Founder Tadashi Yanai menjadi orang terkaya di Jepang berdasarkan Forbes 2013 Richest Person in Japan.  Padahal banyak yang menyangka owner dari Toyota yang menyandang orang terkaya di negri samurai tersebut. Saya yakin in the future akan ada cerita soal sang founder yang tentunya sempat mengalami pasang surut dengan brand Uniqlo ini.

Salah satu inspirasi hebat dari Uniqlo adalah kemampuan mereka untuk berkolaborasi dengan brand-brand besar. Kemarin waktu di New York saya sempat membeli kaos dengan gambar Starwars misalnya.  Bagaimana caranya brand-brand besar ini mau berkolaborasi?

More…

Post

Badminton Baby Doll

badminton baby doll

Menurut saya, sudah saatnya Badminton berpikir out of the box dan mulai mengambil sedikit pelajaran dari Tenis yang semakin populer dan para atletnya makin sejahtera karena menjadi bintang iklan berbagai brand ternama dunia kalau prestasinya bagus.

Salah satu yang tentunya menunjang adalah pakaian. Sudah saatnya Badminton berpikir fashion instead of pakaian.  Kita tentu ingat dengan berbagai pakaian keren dari Maria Sharapova kalau bertanding.  Hampir semua pemain tenis, baik peempuan maupun laki-laki memikirkan fashion mereka saat bertanding.  Tentu dengan tetap memikirkan kenyamanan bertanding mereka.  Badan boleh atletis namun karena dibalut dengan keindahan fashion di tubuh mereka, jadi berbeda tentunya.

Setelah menunggu sekian lama, ternyata mulai ada pemain badminton yang memikirkan fashion. Siapa dia?

More…

Post

The Voice Indonesia

Billy Simpson

Semalam baru saja usai The Voice Indonesia season pertama, dengan kemenangan Billy Simpson sebagai juara pertama.  Saya senang karena sejak awal, saya memang menjagokan Billy, namun saya lebih senang lagi karena 3 finalist lainnya, Leona, Tiara dan Agseisa semuanya menunjukkan kualitas vokal dan penampilan yang luar biasa sehingga mereka memang layak tampil di Grand Final The Voice.

Bahkan dengan link youtube yang luar biasa, saya berharap mereka berempat akan dilirik oleh produser International.  Terutama Leona yang ternyata punya basic keroncong juga, sehingga lebih punya sesuatu yang unik untuk menembus dunia musik International.  Di berbagai seminar dan workshop tentang musik sudah saya katakan kalau artis kita ingin go international, harusnya mereka menggali kearifan lokal yang bisa jadi unique selling proposition kita. Nah, Leona tidak perlu menggali lagi karena ternyata memang sudah punya pengalaman di keroncong.

As usual, dari sebuah acara saya coba ambil inspirasi positif yang berbeda dari ulasan-ulasan yang ada pada umumnya.  Kesuksesan The Voice mengangkat bakat-bakat vokal yang luar biasa di Indonesia, sebenarnya memberikan inspirasi lain buat saya.  Saya lalu bertanya, kapan kita bisa bikin sendiri format ajang pencarian bakat yang berbeda namun berdampak positif untuk pesertanya.

More…