Archive for the ‘music’ Category
Posted on March 14, 2012 - by Yoris Sebastian
Amerika beruntung masih memiliki Grammy Awards. Sebuah penghargaan yang diberikan dari NARAS (National Academy of Recording Arts and Sciences) sejak tahun 1959. Bahkan dampak Grammy Awards bisa jadi juga mempengaruhi music dunia.
Waktu saya masih di Hard Rock FM, saya beruntung sempat hadir langsung di Staples Centre dan belajar banyak bagaimana mereka menggelar perhelatan yang selalu mengedepankan kualitas.
Saya sendiri kini selalu berupaya untuk membuat event tahunan dengan umur yang panjang, juga lantaran hadir di 42nd Grammy Awards. Saya waktu itu kagum bahwa ada event yang bisa digelar sebanyak 42 kali. Tahun ini, award yang awalnya disebut Gramophone Award sudah menginjak tahun ke 54.
Tahun ini Grammy Award memang dirajai oleh Adele (artis luar biasa yang juga sudah pernah saya tulis di blog saya yorissebastian.com) yang mendapatkan enam Grammy dan meraih gelar paling prestisius, Record of The Year.
Namun yang paling menarik untuk saya adalah kemenangan Foo Fighter yang hanya memborong lima Grammy tahun ini. Tentunya lantaran acceptance speech yang luar biasa dari Dave Grohl (yang kebetulan anak seorang Speech writer dan ibunya Public Speaking Consultant). Speech tersebut mengingatkan kita semua bahwa teknologi hanyalah medium. Semuanya kembali ke factor manusianya.
“Penghargaan ini sangat berarti karena menunjukkan bahwa elemen manusia dari penciptaan music adalah hal yang paling penting. Bernyanyi dengan mikrofon, belajar bagaimana memainkan sebuah alat musik, dan belajar menghasilkan sebuah karya adalah hal yang paling penting yang harus dilakukan seorang musisi” tutur Dave Grohl saat menerima Grammy.
Album terakhir Foo Fighter dibuat di garasi rumah walau mereka sebenarnya sebagai super band bisa saja menggunakan studio terlengkap yang ada di Amerika.
Bukan saja di Amerika, di Indonesia banyak sekali musisi yang begitu sukses langsung terbuai dengan berbagai peralatan yang luar biasa.
Bukan saja di industry musik, diberbagai indusrti lainnya kita sering terlalu bergantung pada teknologi. Padahal yang terpenting adalah manusianya.
So, jangan pernah merasa terbatas karena peralatan, karena dana, karena peluang. Semua itu bisa dikejar kalau kita kreatif! Kembali ke factor manusia-nya.
Postingan ini sudah pernah saya tulis di Kick Andy’s Friend : http://kickandy.com/friend/4/4/2257/read/GRAMMY-AWARDS-2012-DAVE-GROHL.html
Posted on September 21, 2011 - by Yoris Sebastian
Awalnya kalau ditanya siapa yang bisa memecahkan rekor Madonna menempati tangga teratas album lagu di Inggris selama sembilan minggu? Mungkin saya kepikiran Lady Gaga atau Katy Perry? Namun ternyata malah Adele yang masih berusia 21 tahun sesuai judul albumnya
Di Amerika, Adele juga menuai sukses setelah menjadi artis pertama (yang sekarang masih hidup) sejak Beatles, yang menduduki posisi teratas dalam kategori single dan album secara bersamaan tentunya lewat album 21.
Cukup unik, setiap bikin album Adele menamai judul albumnya sesuai umurnya
Saya suka banget dengan lagu Chasing Pavement yang ada di album perdana berjudul 19 (sesuai umurnya waktu itu).
Namun yang paling menarik adalah Adele tidak berpenampilan seperti kebanyakan penyanyi populer saat ini dan Adele yang lulus dari The BRIT School for Performing Arts & Technology sebenarnya memang di awal hanya ingin menjadi A&R (Artist & Repertoire) alias orang di belakang layar saja bukan sebagai penyanyi. Namun nasib berkata lain. Karakter vocal yang luar biasa dipadukan dengan kualitas lagu yang luar biasa menjadi sebuah lagu yang sangat luar biasa. So, selalu lakukan yang terbaik, sepenuh hati, you never know what will happened next
Tak heran kalau Adele langsung meraih The Best New Artist dan Best Female Pop Vocal Performance dari Grammy Award di tahun 2009. (Kapan ya Indonesia punya award musik yang berkualitas sehingga bisa membantu menentukan arah industri musik)
Apalagi di album 21, Adele sudah berkenalan dan mulai menambah unsur Country sehingga lagu Rolling In The Deep langsung menjadi no 1 hit di 18 negara termasuk di UK mapun Amerika. Amazing!
Adele sudah menjual 2,5 juta album dan 992,000 digital copies! Rolling In The Deep malah sudah terjual 4,825 juta digital copies memecahkan rekor sebagai penjualan tertinggi yang pernah ada dalam kurun waktu setahun! Jadi bukan hanya meraih award karena kualitas namun juga mencetak penghasilan yang luar biasa.
Saya berharap, trend lagu berkualitas yang sedang melanda dunia juga ikut tertular ke Indonesia. Semoga!
Posted on August 2, 2011 - by Yoris Sebastian
“I knew the music business was going pear-shaped in 1985 or 1986 when Jose Menendez was brought in from Hertz Rent-a-Car to run RCA Records in New York. The first I heard of it was when I went to a meeting at his office (our manager had met him once and refused to work with him). I was summoned to meet him and talk about plans for our new Eurythmics’s album called ‘Be Yourself Tonight’
I sensed something was wrong as soon as I entered the room, and I had like an instant weird chemical allergic reaction. He was a big man, with a big handshake. He said in a booming voice, “Great album, Stewart!” adding, as he slapped me on the back “Sounds just like Ghostbuster!” I nearly choked on my gum. Before I could speak he said, “I’ve done a deal that’s gonna blow you out of the water” and proceeded to tell me that a major hamburger chain had agreed to make a mini Dave and Annie toys and, with every 10 or 20, or whatever number it was, toys collected you’d get a free album.
Cuplikan cerita diatas saya ambil dari kisah Dave Stewart salah satu member dari band legendaris Eurythmics yang ternyata (bahkan) di tahun 1985 sudah meramalkan keruntuhan music industry. Music industry should lead by people who have passion about music but willing to learn new things to stay relevant with the market. Sekarang ini, tahun 2011 sering sekali saya bertemu dengan artis-artis musik dan mereka punya kegalauan yang sama… akan kemana industri musik? apa yang terjadi saat RBT sudah tidak laku lagi… saat rokok sudah tidak boleh sponsor event musik lagi… apakah artis dan musisi sudah siap?
Industri musik selalu terdepan. Industri ini sudah melewati banyak masa. Masa dimana sebuah band yang bisa ‘cloning’ band yang sedang hits di luar (industri interactive sekarang sedang dimasa ‘cloning’ nih), hingga masuk jaman dimana band harus punya lagu yang unik hingga masa band atau penyanyi mulai dapat royalty bukan sekedar bayar putus (industri film masih di masa bayar putus). Kini masuk ke jaman dimana musik bisa didapatkan nearly gratis kalau tidak mau dikatakan gratis.
Apapun itu… saya yakin industri musik akan menemukan bentuk baru yang tetap mengedepankan musik dan tidak sekedar major sales deal yang tidak ada hubungannya dengan musik yang diusung
seperti contoh diatas… ngumpulin sekian toys berhadiah album eurythmics gratis… istilah saya out of the box… tapi out beneran
Posted on August 19, 2010 - by Yoris Sebastian
Setelah berkali-kali tidak sempat untuk hadir di taping program musik SCTV bertajuk Harmony. Akhirnya minggu lalu saya sempat juga hadir (thanks to Febry Meuthia untuk undangannya). Senang rasanya masih ada program musik yang luar biasa berkualitasnya, apalagi di episode Kemerdekaan ini saya juga bisa menyaksikan live penyanyi dari berbagai genre dengan lagu-lagu nasional gubahan Andi Rianto dan Magenta Orchestra.
Terlebih lagi karena saya bisa melihat para Rising Star yang juga diberi kesempatan unjuk kebolehan. Jagoan cafe, Dendy dari Mike’s tampil sendirian kali ini tanpa grup band nya yang saat ini sangat sering tampil di berbagai event penting di Jakarta. Selain itu saya senang bisa melihat Gamaliel and Audrey Tapiheru yang walau tergolong baru namun bernyanyi dengan baik sekali dan tidak terlihat grogi sama sekali malam itu.
Ini baru……. the Real Youtube Star! Semoga lewat program Harmony ini mereka bisa hadir menambah lagi kualitas musik Indonesia. Ayo dukung mereka dengan visit link youtube ini http://www.youtube.com/watch?v=vwAWNIzPpl0 supaya tembus 1 juta views
dan jangan lupa tonton mereka besok malam 20 Agustus di SCTV….!!!
Posted on June 25, 2009 - by Yoris Sebastian
Membaca Kompas hari ini di halaman Mandat Rakyat, ada artikel berjudul cukup provokatif “Legalisasi CD Bajakan, Mungkinkah?” yang ditulis oleh band papan atas kita, GIGI.

Seperti yang pernah ditulis majalah Rolling Stone di salah satu edisinya tahun lalu, pembajakan di tahun 2006 saja sudah mencapai lebih 94% dan selama 1 tahun punya potensi negara kehilangan opportunity pajak sebesar 1 triliun…!!!

Hal ini juga sering saya sampaikan di berbagai mediasi ataupun presentasi saya soal musik, ataupun di diskusi musik di Pekan Produk Kreatif Indonesia tahun lalu.
Dan setuju dengan GIGI, hasilnya memang belum ada kemajuan yang berarti.
Saya pribadi sebenarnya lebih suka dengan solusi digital music distribution sebagai solusi kreatif dari masalah diatas. Sebenarnya produk bajakan bisa dilawan dengan penjualan full track download lewat handphone. Namun upaya ini harus dijalankan bersama-sama.
Dan memang perjalanan full track download lewat handphone belum sesukses RBT ataupun SMS yang teknologinya sudah diterima oleh masyarakat pada umumnya.
Nah, menurut GIGI, kalau memang pembajakan ini memang tidak bisa diperangi oleh pemerintah, apakah legalisasi CD bajakan menjadi solusi?
Gagasan seperti yang di-provoke GIGI, sebenarnya pernah juga dilontarkan oleh sahabat saya, pemred majalah Trax, Andre Opa yang memaparkan jalur distribusi bajakan berbasis lapak ini jumlahnya luar biasa. Kalau bajakan ini bisa ditatar untuk membayar pajak dan royalties, nilainya walau kecil untuk per album namun jumlahnya sangat significant.
Kalau saya pikir-pikir mungkin ada benarnya Andre Opa maupun GIGI, biarlah CD premium dijual untuk kelas atas yang memang mampu dan harusnya at least di semua mall tidak menjual produk bajakan, karena pemilik mall yang harus memeriksa dan make sure tidak ada produk bajakan dijual disana. Kalau tidak pemilik mall yang di-denda, pasti hilang tuh bajakan dari mall-mall yang ada di Indonesia
Sekarang saja di jalur distribusi bajakan, ikut dijual DVD original untuk film lokal Indonesia… kenapa nggak dipakai juga untuk musik original?

Toh kalau kita mau melihat bisnis air minum di luar negri, ada tap water gratis alias air keran yang memang bisa diminum. Namun ada juga Aqua yang harganya standard dan bahkan ada air putih premium bernama Evian
Mungkin sama dengan musik nantinya… we’ll see.
Menurut anda? ada solusi kreatif lainnya?
Posted on June 24, 2009 - by Yoris Sebastian
C A minor D minor ke G ke
C lagi A minor D minor ke G ke
C lagi A minor D minor ke G ke
C lagi
Begitulah sepenggal lagu andalan milik band bernama Kuburan yang kini kerap menghiasi layar televisi, terdengar di berbagai radio dan dinyanyi orang dewasa di karaoke sampai anak kecil dimana-mana.
Cukup fenomenal untuk band dengan penampilan seperti ini…

Memang mereka bisa dibilang ikut-ikutan dengan penampilan KISS, band legendaris asal Amerika.

Namun Kuburan dengan kreatif tidak menggunakan jenis musik dan lirik ala KISS, melainkan musik yang mudah dinyanyikan semua orang termasuk anak kecil. Yup, sekarang sudah bukan era-nya copy cat lagi
Anak kecil sekarang liat personil Kuburan nggak takut… malah lucu mungkn buat mereka. Hasilnya luar biasa… lagu mereka “Lupa Lupa Ingat” meledak dan mendadak jadwal show mereka sangat padat saat ini.
So creativity is a new associations of the creative mind between existing ideas or concepts. Seperti Kuburan yang terinspirasi dengan KISS namun melakukan twist dengan baik dan yang penting laku
Tanpa penampilan seperti itu, mungkin lagu yang unik ini belum tentu laku… it’s entertainment business, right?
Dan yang pasti anak-anak Kuburan sekarang dengan pede bilang di album mereka: “Be Are The Kill Young Pen Think Gun Thank”
Posted on May 23, 2009 - by Yoris Sebastian
Untuk episode Clas Music Heroes malam ini 21.30 di Trans 7, Cokelat sang penerima gelar Clas Music Heroes akan tampil di depan Taman Baca & Poli Gigi Amin di Batu, Jawa Timur.
Saya sungguh amaze waktu Deboy dan Cindy dari 3rd Floor, selaku Production House yang melakukan eksekusi acara Clas Music Heroes ini menunjukkan foto tempat ini. “Gila… kok EX bisa pindah ke Malang” ujar saya saat melihat fotonya. Makin kagum lagi saat tahu bahwa Taman Baca dan Poli Gigi ini merupakan fasilitas gratis untuk warga Malang.

Saya langsung yakin tempat ini pasti akan menjadi salah satu penerima Talk Less Do More Venue Award 2009. Tempat seperti ini sungguh perlu diangkat di televisi nasional secara populer sehingga memberi inspirasi bagi masyarakat lain untuk juga turut membangun kota-kota kelahiran mereka.
Saat ikutan shooting di sana, nyaman rasanya melihat kota Malang yang sungguh menyenangkan. Sekarang kalau perlu ide, saya menambah Malang menjadi salah satu kota favorit untuk mencari ide kreatif saya. Dulu (kalau luar negri) New York, Singapore dan London. Lalu Bali pastinya plus Bandung pasda saat weekdays (weekend Bandung is too crowded) and now… Malang is on the list
Talk Less Do More Venue Award memang sengaja diberikan untuk memberi inspirasi bagi tempat lain untuk juga membuat venue-venue yang memberi dampak positif bagi sekitarnya maupun bagi Indonesia yang tercinta ini.
Oh iya bagi yang ingin menyumbang buku, bisa langsung dikirim ke: Taman Baca Amin. Jalan Sultan Agung. Malang. Jawa Timur.
Ada venue-venue yang layak diberikan TLDM venue award? let me know… siapa tahu bisa diberikan TLDM venue award 2010
Posted on April 28, 2009 - by Yoris Sebastian
Sorry banget, sampai lupa memberitahukan bahwa the latest project from OMG sudah mulai tayang di tv nasional. Yup, Clas Music Heroes sudah mulai tayang sejak Sabtu kemarin.
Clas Music Heroes yang dipersembahkan oleh Clas Mild ini, merupakan kerja bareng OMG Consulting dan Rolling Stone Indonesia. Diberikan kepada para musisi Indonesia yang populer karena disaring dari SMS voting para penggemar musik tanah air namun pemberian gelar Clas Music Heroes ditentukan oleh 7 dewan juri yang meliputi Andy F. Noya, Anton Wahyudi, Bongky, Dahono Fitrianto, Denny MR, Ricky Siahaan dan Yoris Sebastian tentunya.
Dari pengalaman saya selama ini, kebanyakan musisi yang suksesnya jangka panjang adalah mereka yang punya “Talk Less Do More” jadi mudah-mudahan para Clas Music Heroes ini bisa memberi inspirasi kepada banyak artis musik Indonesia.
Untuk detailsnya nanti ke http://clasmusicheroes.com aja. Mudah-mudahan 1-2 minggu lagi kelar

Posted on April 28, 2009 - by Yoris Sebastian

Selain konsernya seru, dari konser Jamiroquai kemarin saya juga juga seneng banget dengan official tee shirt yang dijual kemarin karena ada unsur batiknya
Mudah-mudahan Jay Kay dikasih dan dipakai kemana-mana
Posted on April 18, 2009 - by Yoris Sebastian

Gambar diatas adalah cuplikan koran Kompas kemarin, menceritakan pesona seorang ibu berusia 47 tahun yang mampu memukau semua juri dan penonton program acara Britains Got Talent 2009.
Dan bila kita lihat di Youtube, program tersebut sebenarnya mengajarkan para penonton untuk bersikap sportif dengan kualitas yang bagus. Diperlihatkan wajah juri dan beberapa penonton yang sedikit sinis saat Susan ditanya Simon Cowell, ”Anda ingin menjadi seperti siapa?”
Boyle dengan penuh percaya diri sambil bergaya mengatakan ingin menjadi seperti Elaine Paige, aktris sekaligus penyanyi teater terkenal di Inggris.
Namun semua yang memandangnya sebelah mata, berubah total setelah mendengar suara Susan. Saya sendiri yang hanya menonton dari Youtube ikutan merinding. Bagus banget…!!!
Jadi sebenarnya media juga turut ‘mendidik’ para penonton di rumah dan di seluruh dunia. “Don’t judge the book by it’s cover” seperti yang tercantum di fansite Susan Boyle saat ini. Dan untuk bersifat sportif kalau ada penampilan yang bagus. Pengambilan kamera benar-benar menunjukkan hal tersebut.
Last but not least, konvergensi media semakin jelas. Youtube membuat kita bisa menonton apa saja yang sedang dibicarakan di dunia. Saat saya menonton, episode Susan Boyle tersebut sudah di tonton 21 juta kali di Youtube.
Bayangkan kalau nanti penetrasi internet sudah merambah ke pelosok nusantara. Program nasional yang kelewatan dengan mudahnya ditonton di Youtube. Program live di TV hanyalah sebatas Grand Launch of the show… ekornya masih panjang






