YORIS SEBASTIAN. thinking outside the box - execute inside the box

Archive for the ‘Trip’ Category


Posted on May 28, 2011 - by
Scotty McCreery is the New American Idol

 

 

Kebetulan saat honeymoon kemarin bersama istri saya (Debbie Novillia), kami bertemu dengan Scotty McCreery yang saat itu masih berjuang di 5 besar American Idol.  Sungguh luar biasa, karena istri saya memang menjagokan Scotty sejak awal dan saya prediksikan Scotty akan menang karena faktor genre musik yang Country dan kemampuan Scotty untuk bernyanyi di range rendah maupun tinggi sehingga setiap minggu ada variasi yang bisa ia tampilkan.

Dan kamis pagi kemarin, kita semua yang nonton live di Star World (Indovision) tentunya sudah bisa melihat bagaimana dahsyatnya Grand Finale American idol yang akhirnya memberikan title American Idol kepada Scotty McCreery.  Seperti yang saya tweet di account saya @yoris bisa jadi Scotty nantinya akan memecahkan rekor album terlaris pemenang American Idol yang saat ini dipegang oleh Carrie Underwood yang kebetulan punya genre Country juga. We’ll see…

Bicara soal American Idol yang pada saat Grand Finale kemarin mampu mengumpulkan 122 juta votes.  Maklum untuk memilih American idol  voting lines kan toll-free — So American Idol dipilih benar2 oleh masyarakat — tanpa biaya… bukan karena bom sms premium ;)

Toh secara bisnis tetap menguntungkan, dengan program American Idol semakin populer, semakin banyak sponsor yang masuk.  Bahkan tahun ini mobil Ford bukan saja memberikan mobil untuk Pemenang American Idol tapi secara surprise juga memberikan kepada guru2 Scotty dan Lauren yang malam ini hadir di Grand Finale.

Saya mengikuti program American Idol dan bisa merasakan banyak inspirasi dan pelajaran positif dari program yang tetap populer ini (walau rating memang menurun karena dikalahkan oleh serial Glee di jaringan televisi yang sama FOX). Salah satunya ya, bagaimana para idol tetap mengingat guru mereka.

Bagaimana kita harus ingat para Ibu.  Lauren di duel Grand Finale membawakan lagu “Like My Mother Does” dan bikin ibu2 move to tears, namun kamera hanya mengambil sekejap saja. Tidak ada exploitasi tangisan, namun message nya kuat… Jangan lupa peran ibu yang sangat kuat buat kita.

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum lagi duet Para Finalist dengan para artis legendaris.  James Durbin dengan Judas Priest dan Haley Reinhart bareng Tony Bennett. Another way utk terus beri tempat utk para penyanyi senior.  Jadi bukan semata-mata memikirkan rating ;)

Wah masih banyak deh… inspirasi positif dari American Idol… nanti kapan2 disambung lagi ya… sekali lagi Congrats buat Scotty! Senang sekali sudah pernah ketemu :)


Posted on May 9, 2011 - by
Coca Cola : Kaleng berbentuk Botol

Berpikir out of the Box and stands out from the crowd, mungkin itu statement yang tepat untuk Coca Cola yang kembali membuat terobosan yang inovatif.  Yup sebagai market leader mereka memang perlu senantiasa melakukan inovasi.

Saya beruntung bisa jalan-jalan ke Amerika dan menemukan kaleng Coca Cola berbentuk kaleng.  Jadi kalau competitor yang lain hanya berupaya memiliki design logo dan warna yang dinamis sesuai dengan jamannya seperti contoh dibawah ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Coca Cola melakukan inovasi juga di bentuk kaleng mereka, menggunakan sesuatu yang memang sangat legendaris, botol kecil mereka yang sangat iconic.  Jadinya seperti ini.  Kaleng berbentuk botol ;) Never think of that? Itu yang namanya kreatif! Berpikir sesuatu yang belum kepikiran orang lain ;) Simple… tapi gak kepikiran sama kompetitor :)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

So, always try to push your innovation to another level :) Just like Coke!


Posted on January 12, 2008 - by
Macau Tower – Sky Walk or Bungy Jump?

Salah satu yang menarik dalam perjalanan saya ke Macau adalah mengunjungi Macau Tower. Walau sebagai salah satu gedung tertinggi di dunia, namun saya pikir Macau Tower tidak akan terlalu special. Apalagi saya sudah pernah ke WTC, Empire State Building, Jin Mao Shanghai dan gedung-gedung tinggi lainnya.

Namun yang menarik adalah bagaimana mereka mengemas experience para pengunjung. Kita kesana tidak hanya untuk foto-foto biasa.

foto standard yang mungkin dilakukan di semua gedung tertinggi di dunia

Namun, bila cukup berani kita bisa melakukan Bungy Jump dengan AJ Hackett seperti yang ada di Bali, bedanya kita akan terjun dari gedung dengan ketinggian 61 lantai. (BNI 46 lantai ;-)

Bila kurang berani, bisa juga kita ambil paket ‘sky walk’ sambil foto-foto di luar gedung masih bersama AJ Hackett dan lengkap dengan alat keselamatan.

Atau kalau takut dengan dinginnya udara di luar gedung, kita bisa berdiri di atas kaca yang tentunya cukup tebal dan aman, namun tetap saja membuat jantung kita berdegub cepat karena gedung memang sangat tinggi.

myself on the macau tower glass floor

Selain itu ada juga cafe dan lounge untuk yang ingin makan menikmati pemandangan indah kota Macau.

Wah, saya jadi sedih kalau mengingat Monas. Kok experience-nya tidak digarap ya? Apakah Monas masih sama seperti waktu saya sekolah 20 tahun yang lalu? Hopefully I have a chance to improved Monas. Bagaimanapun juga Monas adalah kebanggaan Jakarta dan kalau digarap dengan kreatif, mungkin saja bisa mendapatkan pemasukan yang lumayan untuk terus melakukan perbaikan.


Posted on January 12, 2008 - by
Experience Macau

ys-grand-lisboa-macau-low.jpg

“A World of difference, the difference is Macau” begitu slogan Macau Government Tourist Office. Saya awal Januari lalu sempat liburan ke Macau 3 hari 2 malam. Sebenarnya nggak sengaja, harusnya saya hanya liburan tahun baru dari tanggal 30 Desember hingga tanggal 4 Januari namun gara-gara tiket SQ saya waiting list dan hingga menjelang berangkat masih wait list juga, akhirnya saya ambil yang pasti-pasti aja, tiket confirm pulang tanggal 7 Januari.

Sampai di Hongkong, harga-harga kamar hotel masih melambung tinggi. Daripada saya kelamaan di Hongkong, kebetulan saya belum pernah ke Macau dan promosi mereka di Indonesia belakangan ini cukup gencar. Demikan pula di Hongkong, promosi Macau sangat gencar. Makin senang karena informasi di internet sangat jelas dan informatif. Sebagai orang Indonesia, kita tidak perlu visa dan dari hongkong sangat mudah ke Macau dengan menggunakan turbo jet ferry yang harganya relatif murah dan pelabuhannya bisa didatangi dengan gampang dengan MTR.

Serunya, Macau tidak hanya menawarkan kesempatan untuk Judi, mereka menawarkan banyak tempat wisata mulai dari bangunan-bangunan bersejarah seperti Gereja Katolik peninggalan Portugal dan temple peninggalan penduduk lokal. Belum lagi makanan-makanan yang relatif lebih murah daripada Hongkong (padahal Hongkong saja sudah murah).

Saya tidak menyangka, 3 hari ternyata tidak cukup. Namun karena harus kembali ke Hongkong lalu ke Jakarta sesuai tiket pesawat yang sudah confirmed, terpaksa saya tinggalkan Macau. Saya percaya soon bukan tidak mungkin Macau akan mengalahkan Las Vegas. We’ll see…


Posted on January 12, 2008 - by
Manchester International Festival on the making

Manchester, 22 June 2006

Hari ini semua finalis bertemu dengan Alex Poots, the Director of Manchester International Festival (MIF). Festival yang akan diselenggarakan di musim panas tahun 2007 tepat 1 minggu setelah Glastonbury. Timing yang tepat. Apalagi persiapannya sendiri memakan waktu 2 tahun. Menurut Alex, tadinya dia diminta oleh Manchester City Council (pemda istilah lokalnya ;-) untuk mempersiapkan dengan waktu 1 tahun, namun ditolak dengan alasan tidak cukup untuk konsep yang akan diusung – new work.

So it’s gonna be The First International New Work Festival. Nantinya kalau sukses akan diadakan setiap 2 tahun sekali. Salah satu headliner yang sedang dipersiapkan adalah Monkey, sebuah pertunjukan circus yang dibungkus ala opera dengan perpaduan musik oleh Damon Albarn (Blur) dengan kompanion tetapnya di Gorilaz, animator Jamie Hewlett dan yang membanggakan sutradaranya all the way from China, asal cerita Monkey diambil. Sesuatu yang baru karena belum pernah ada cerita yang sangat kuat dari Asia digabungkan dengan musisi dan designer asal Inggris.

Ngomong soal festival, satu hal lagi yang saya pelajari… Glastonbury tidak ada tahun 2006. Jadi kalau memang tidak siap, festival musik walaupun sudah sangat legend namun tidak dipaksakan. Bisa saja istirahat 1 tahun.

Akhirnya saya dan para finalis IYMEY mendapat kesempatan untuk nonton O2 Wireless Festival. Namun Claire dari British Council tidak ikut, selain mau istirahat setelah lelah mempersiapkan IYMEY dan harus bersiap untuk penjurian dan London Calling minggu depan, ternyata British Council pun harus membeli tiket masuk yang harganya tidak murah.

Saya langsung teringat, di Indonesia kita sudah sangat terbiasa untuk guest list dan minta tiket gratisan. Sementara di UK, hal tersebut jarang terjadi, mentality-nya beda. Sehingga pagelaran bisa lebih laku karena semua pihak membeli tiket masuk, termasuk badan pemerintah British Council dan dengan untungnya promotor, tentunya mereka akan lebih sering mengadakan pertunjukan. What a good ecosystem…

(this article was made during my trip to UK for the International Young Creative Entrepreneur of the Year 2006 competition held by British Council)


Posted on January 12, 2008 - by
Playstation ads

London, 21 June 2006

Reading UK music magazine, NME and other lifestyle magazine here you can see many Playstation ads there.

Then I realized that because the sales was good. PS could use some percentage of sales to do marketing including advertisement in the magazine, radio, etc.

Then I remember, back in Indonesia now Microsoft start doing some marketing as well. Advertising and events was good because they are now received revenue from selling original software.

So maybe we should educate people in Indonesia that “Say No to Piracy” will bring positive impact for them.

Just like a decade ago when phone booth always broken. People try to take the coins because they don’t need to call. Now, we hardly see broken phone booth because most of Indonesian, even low SEC also need to make a call.

So I think all the ads in the magazine and radio from our artist saying “Buy the original. Say no To Piracy” won’t impact if we didn’t educate them in different ways.

(this article was made during my trip to UK for the International Young Creative Entrepreneur of the Year 2006 competition held by British Council)


Posted on January 12, 2008 - by
Piracy in Indonesia not that bad

London, 21 June 2006

When I prepare myself to go to London, everybody warn me to prepare an answer about piracy. As we all know that Indonesia is one of the biggest country with piracy in the world. So I prepare an answer that although there’s so much of piracy, the sales of original CD, cassette and ring back tone were good too. Although it’s better that there’s no piracy like in the UK (less than 1% and I never see pirated CDs here) but at least our sales in Indonesia was quite made me proud during the meeting with other 9 finalist of IYMEY music 2006 (Argentina, Nigeria, Poland, Morocco, India, Lebanon, Venezuela, Kenya and Estonia).

But from the sharing session about piracy in our each country, then I learned that in Lebanon after you finish making your album then you bring your master to all big pirates so they become a major distribution because in Lebanon, musician make money only from live performance and advertisement. Not making any money from CDs.

Wow, it so scary if Indonesia will become like that. We have to do something.

(this article was made during my trip to UK for the International Young Creative Entrepreneur of the Year 2006 competition held by British Council)


Posted on December 29, 2007 - by
World Cup Euphoria at the Bar

London, 20 June 2006

First night in London. Since I’ll be staying for almost 2 weeks here, so I just go to the Bar and watch the World Cup match and having a steak for my dinner. You can see people from many countries united in the Bar to watch the biggest soccer event Live from Germany.

Besides watching soccer, finally I met some other finalist of International Young Creative Entrepreneur of the Year from India (Jesse) and Argentina (Matias). Jesse is the one who spotted us. He memorize our face that published on the British Council website. So three of us love to watch soccer and like to drink ;-p

One thing that I noticed different with Indonesia, even if we open a bill and leave our credit card with the server but we still have to go to the bar every time we want to order again. Maybe because of the high cost of labour, so the Bar don’t have many staff to give service. It’s not so nice to walk to the bar every time we need to order.

But in the same it gives me an ideas to have this kind of bar with limited highly paid staff who is smart and good looking but all orders should go to the bar. No server to get your order :-) Why not?

(this article was made during my trip to UK for the International Young Creative Entrepreneur of the Year 2006 competition held by British Council)


Posted on December 29, 2007 - by
Long Queue at the Heathrow London

London, 20 June 2006

Security check always create a long queue in any international airport that I’ve ever been. Including Heathrow where they really checked everybody today. But,  it’s good because we spent hours in the airport to ensure everybody is ‘clean’ and when you go to the malls, offices, hotels and even to the ambassador house you don’t have to wasting some time for another security check procedures.

heathrow-airport.jpg

That’s right, back in Indonesia (especially in Jakarta where i lived) we have to be checked mostly everywhere. I think it’s not only wasting time but also not efficient because most of the place only use metal detector. Imagine, we are entering the hotel with our car and they check with detector… So it’s only a formality sake and pretend it’s already safe. “Basa basi” that’s the local words to explained these situation.

But hey, it’s not good only blaming the situation without given any real solutions. IMHO, I think the local government should work together with all the malls, offices, hotels and offices who already spend ‘some’ budget for the above security procedures and together invest on reputable foreign intelligent expert to avoid another bombing happened.

Let’s start maybe from Bali as pilot project.  Anybody who have business in Bali should already experienced how much the revenue drop and causing big loss for the city.  Imagine if all the ‘basa basi’ security procedure budget used to avoid the same tragedy by using some foreign expert.

(this article was made during my trip to UK for the International Young Creative Entrepreneur of the Year 2006 competition held by British Council)