Your browser (Internet Explorer 6) is out of date. It has known security flaws and may not display all features of this and other websites. Learn how to update your browser.
X
Aside

Don’t Change The Winning Team

Germany adalah tim favorit saya sejak kecil.  Maklum di Gereja Santa, Pastur kami waktu itu berasal dari sana dan kerap membagikan berbagai souvenir dan merchandise dari club-club sepakbola Germany.

Sampai sekarang pun demikian, saya selalu mendukung Germany termasuk di EURO 2012 walau permainannya tidak sekeren waktu Piala Dunia silam, namun kali ini tampaknya mereka sangat bersiap untuk meraih gelar Juara dan setiap pertandingan mereka semakin panas, sehingga mudah-mudahan peak di final nanti.

Banyak hal seru yang dilakukan pelatih Joachim Loew dan patut diambil inspirasinya.  Salah satunya adalah mematahkan mitos “Don’t Change The Winning Team” saat bertanding melawan Yunani dan semua pemain utamanya fit, Loew malah memasukkan Marco Reus dan Andre Schuerrle menggantikan pemain bintang Lukas Podolski dan Thomas Mueller di sayap.

Demikian pula di posisi striker, Mario Gomez yang kini sedang mengincar sepatu emas dengan 3 gol bersaing dengan Cristiano Ronaldo – tidak menjadi starter di pertandingan perempat-final tersebut.  Loew memilih Miroslav Klose untuk memulai sebagai starter.

Seperti kita semua tahu, akhirnya strategi tersebut membuahkan hasil manis dimana Germany menang 4-2 dimana Reus dan Klose menyumbang masing-masing satu gol untuk Germany. Reus dan Schuerrle terbukti efektif membongkar pertahanan Yunani lewat sayap kanan-kiri secara bergantian.

Terlebih dari itu, saat bertanding di semi-final nanti, Italy akan bingung dengan formasi mana yang akan dipasang oleh Germany.  Bahkan bila ada yang cedera pun, pemain pelapis sama bagusnya karena tidak bergantung pada satu orang pemain utama.

Saya pun demikian.  Di berbagai kesempatan, saya selalu mencoba berbagai winning team.  Misalnya saat di Hard Rock Cafe dulu saya selalu mencoba mencari vendor-vendor baru berkualitas walau saya puas dengan performa vendor utama saya saat itu.  Selain mempunyai banyak pilihan, saya pun menjaga kualitas mereka semua.  Dan bila ada vendor utama yang tidak mampu perform, saya masih punya beberapa pilihan yang sama bagusnya.  Saya pun tak ragu, memberi kesempatan untuk vendor kecil namun kemudian menjadi vendor utama saya setelah cukup pembuktian.

Di OMG Consulting juga begitu, walau kerap mengerjakan proyek property bersama Urbane Architect milik sahabat saya Ridwan Kamil tapi saat menggarap sebuah Hotel di Gianyar Bali kami malah mengusulkan Hadiprana Architect.  Bukan karena tidak puas dengan Urbane, namun supaya OMG Consulting tidak hanya bekerjasama dengan 1 winning team saja.

Saya yakin di Gianyar Bali akan lahir asimilasi berbeda karena kerjasama dengan architect firm yang juga berbeda.

Demikian pula di project yang misalnya memerlukan design grafis, kami senantiasa mencoba berbagai designer maupun perusahaan yang sama bagusnya sehingga kami punya banyak pilihan… just like Germany 😉

 

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment