Friday. November 4, 2011 14:52 - by Yoris Sebastian
Sejak kesuksesan American Idol mengudara, makin banyak kontes yang tidak lagi menggunakan judges sebagai penentu pemenang namun dengan menggunakan popular votes.
Namun ada baiknya kita melihat peraturan di American Idol bahwa Telephone calls to the American Idol voting lines are toll-free and you may vote up to 50 times per performance show. Any additional votes you cast or attempt to cast above these limits will NOT count.

Sehingga pemenang American Idol memang benar-benar popular di seluruh Amerika. Karena siapapun bisa memilih dan gratis. Kalaupun kita fans banget hanya bisa votes maksimal 50 kali.
Jadi tidak ada istilah nge-bom SMS
Program tersebut hidup dari sponsor dan sponsor tertarik dengan acaranya karena benar-benar meluas ke seluruh masyarakat
So popular by toll-free votes or popular by premium votes
you choose…
Tuesday. October 11, 2011 13:34 - by Yoris Sebastian
Berhubung sudah banyak sekali yang menulis inspirasi positif dari seorang Steve Jobs dan dengan mudah kita bisa baca buku, majalah dan bahkan cuplikannya di berbagai blog. Karena itulah saya mengambil angle berbeda yang mudah-mudahan belum ada yang nulis.
Steve Jobs memiliki berbagai trademark. Salah satunya baju hitam turtleneck dan celana blue jeans yang sudah dipakainya lebih dari 1 dekade.

Yang menarik adalah ciri khas tidak membelenggu Steve Jobs untuk misalnya, datang ke malam penghargaan Oscar. Dia mengikuti dress code yang ada. Walau (mungkin) sah-sah saja kalau dia datang dengan baju andalan dia. Namun tidak, dia menghargai acara yang prestisius tersebut.

Terkadang banyak insan kreatif yang seringkali menafsirkan creativity sebagai sebuah pembangkangan, namun kalau saya selalu bilang Berpikir boleh out of the box namun pada saat akan bertindak kita harus kembali ke dalam box. Be different, but be different with a good reason. Jadi jangan asal beda tanpa alasan yang beralasan. Orang kreatif boleh beda, namun jangan sampe dibilang orang aneh.
Mungkin sama seperti Steve Jobs yang tidak melihat good reason untuk dia memakai baju yang berbeda saat datang ke Oscar. So, be creative but in meaningful way. So long Steve Jobs… surely there were so many great inspiration that i learn from your story… Rest in Peace.
Wednesday. September 21, 2011 10:24 - by Yoris Sebastian
Awalnya kalau ditanya siapa yang bisa memecahkan rekor Madonna menempati tangga teratas album lagu di Inggris selama sembilan minggu? Mungkin saya kepikiran Lady Gaga atau Katy Perry? Namun ternyata malah Adele yang masih berusia 21 tahun sesuai judul albumnya
Di Amerika, Adele juga menuai sukses setelah menjadi artis pertama (yang sekarang masih hidup) sejak Beatles, yang menduduki posisi teratas dalam kategori single dan album secara bersamaan tentunya lewat album 21.
Cukup unik, setiap bikin album Adele menamai judul albumnya sesuai umurnya
Saya suka banget dengan lagu Chasing Pavement yang ada di album perdana berjudul 19 (sesuai umurnya waktu itu).

Namun yang paling menarik adalah Adele tidak berpenampilan seperti kebanyakan penyanyi populer saat ini dan Adele yang lulus dari The BRIT School for Performing Arts & Technology sebenarnya memang di awal hanya ingin menjadi A&R (Artist & Repertoire) alias orang di belakang layar saja bukan sebagai penyanyi. Namun nasib berkata lain. Karakter vocal yang luar biasa dipadukan dengan kualitas lagu yang luar biasa menjadi sebuah lagu yang sangat luar biasa. So, selalu lakukan yang terbaik, sepenuh hati, you never know what will happened next
Tak heran kalau Adele langsung meraih The Best New Artist dan Best Female Pop Vocal Performance dari Grammy Award di tahun 2009. (Kapan ya Indonesia punya award musik yang berkualitas sehingga bisa membantu menentukan arah industri musik)

Apalagi di album 21, Adele sudah berkenalan dan mulai menambah unsur Country sehingga lagu Rolling In The Deep langsung menjadi no 1 hit di 18 negara termasuk di UK mapun Amerika. Amazing!
Adele sudah menjual 2,5 juta album dan 992,000 digital copies! Rolling In The Deep malah sudah terjual 4,825 juta digital copies memecahkan rekor sebagai penjualan tertinggi yang pernah ada dalam kurun waktu setahun! Jadi bukan hanya meraih award karena kualitas namun juga mencetak penghasilan yang luar biasa.
Saya berharap, trend lagu berkualitas yang sedang melanda dunia juga ikut tertular ke Indonesia. Semoga!
Thursday. September 15, 2011 18:31 - by Yoris Sebastian
Senangnya kalau nonton reality show luar negri, there were so many inspiration there dan rating serta sponsorship-nya tetap bagus. Sehingga acara tv ini bisa berdampak positif untuk orang banyak. Baru-baru ini nonton Hell’s Kitchen season 6, dimana Dave Levey memenangkan kompetisi tersebut walau dalam keterbatasan karena tangan kirinya sedang cedera.

Dari minggu demi minggu, saya melihat bukan saja Dave bisa survive namun seringkali tampil outstanding dibanding chef lainnya. Saat Grand Finale melawan Kevin Cottle, saya sangat berharap Dave yang menang karena perjuangan Dave selama ini yang luar biasa. Sempat was-was karena Kevin juga merupakan Chef yang bagus dan malam itu menyajikan hidangan yang lumayan sulit dan berhasil. Sementara Dave menghidangkan sesuatu yang classic dan simple.
Siapa pun yang menang, saya tetap akan menulis di blog ini. Dave memberi inspirasi bagaimana kita tidak boleh cepat menyerah hanya karena ada keterbatasan. Terkadang sedikit kendala sudah menurunkan semangat kita untuk maju. Seringkali handicap kita jadikan excuse untuk tampil tidak maksimal.
Thank you Chef Gordon Ramsay for another great season of Hell’s Kitchen. So many inspirations there
Sunday. August 21, 2011 10:37 - by Yoris Sebastian
Gara-gara membaca Kompas hari ini tentang produk placement di film “Di Bawah Lindungan Ka’bah” saya jadi keinget untuk menulis soal product placement di film.
Kalau menurut Wikipedia, Product placement, or embedded marketing,is a form of advertisement, where branded goods or services are placed in a context usually devoid of ads, such as movies, music videos, the story line of television shows, or news programs. The product placement is often not disclosed at the time that the good or service is featured. Product placement became common in the 1980s.
Titipan ini tentunya bertujuan supaya meningkatnya awareness ataupun sales dari branded goods or services yang ada di film.
Nah salah satu contoh yang paling fenomenal saat itu adalah saat film E.T. the Extra-Terrestrial dirilis tahun 1982 dimana film ini melambungkan pamor dan juga penjualan dari Reese’s Pieces hingga 65% padahal sebenarnya product placement ini ditawarkan ke M&M / Mars lebih dahulu. Reese’s Pieces sebenarnya sudah ada sejak tahun 1978 namun baru di tahun 1982 lah produk mereka meledak berkat product placement di film E.T. ini.


Sejak itu product placement di film-film mapun program televisi semakin banyak. Salah satu favorit saya sepanjang masa adalah Fedex di film Cast Away. Karena menurut saya, bukan lagi semata-mata product placement, tapi Fedex di film sudah menyatu dengan cerita tanpa kita sebagai penonton merasa terganggu.

Apalagi kalau sampai mengganggu plot cerita film yang sedang mengambil cerita tahun 1920 seperti “Di Bawah Lindungan Ka’bah”. Saya sepakat dengan harian Kompas, sayang sekali semua upaya membawa suasana 1920-an ke film seperti kereta uap, stasiun tua, pedati tua, pasar dan perkampungan Minang hingga membangun surau lengkap dengan kincir airnya, kalau akhirnya banyak product placement yang jelas-jelas di tahun tersebut belum ada.
It’s not just about the presence… it’s about meaningful presence… sehingga penonton tidak merasa terganggu dengan hadirnya ‘titipan-titipan’ dari sponsor
Monday. August 15, 2011 8:53 - by Yoris Sebastian
Minggu lalu saya ikut Kick Andy off-air di ITB, Bandung. Seperti biasa kalau tema Lentera Jiwa biasanya saya, Nugie dan Wahyu Aditya yang tampil bersama Bang Andy Noya. Yang tidak biasa, adalah presentasi Wahyu Aditya kali ini menampilkan logo HUT RI yang menyadarkan kita semua bahwa sudah 7 tahun berturut-turut logonya sama saja.

Sayang sekali ya, negri yang dipenuhi oleh banyak orang kreatif dan negara sudah mencanangkan industri kreatif sebagai salah satu pilar ekonominya, namun ternyata tidak kreatif untuk logo HUT Kemerdekaan sendiri. Semoga tahun depan kita semua sudah punya logo HUT Kemerdekaan yang bisa dibanggakan.
Untuk cerita lengkapnya bisa mampir ke blog Wahyu Aditya ini: http://menteridesainindonesia.blogspot.com/2011/07/logo-hut-66-ri-versi-kdri.html