PRESERVED THE HISTORY & CREATING NEW HISTORY

IMG_20150318_060625

Bulan Maret lalu saya terpilih untuk mengunjungi markas besar Levi Strauss & Co di San Francisco. Kebetulan saya memang cukup loyal dengan brand jeans yang satu ini. Sejak remaja saya sudah setia menggunakan hanya satu type, 501 Jeans. Tak heran bila saat Levi’s menggelar ajang The Iconic Jeans, saya langsung mengirimkan foto saya menggunakan Levi’s 501 saat saya menjuarai International Young Creative Entrepreneur Award di London tahun 2006. Yup, moment tersebut sangat iconic buat saya dan saya senang karena akhirnya terpilih sebagai salah satu yang menang.

Sejarah selalu menarik buat dipelajari, saya beruntung bisa bertemu dengan Stacia Fink yang memang sehari-hari bertugas untuk memelihara berbagai jeans masa lalu milik Levi’s. Saya baru tahu bahwa kantung kecil yang ada di saku pada awalnya dibuat untuk menyimpan emas, karena jeans ini memang diperuntukan bagi para penambang emas. Seiring perkembangan, fungsi kantong kecil ini untuk menyimpan jam berbentuk bulat yang yang rantainya bisa ditautkan pada tempat sabuk.

Saya juga berkesempatan memegang jeans 501 era pertama. Dan dengan bodohnya saya bertanya darimana ide membuat 501 jeans dengan button bukan zipper? Dan jawabannya simple sekali

Karena jaman itu zipper belum ditemukan. Semua celana memang memakai button dan 501 melestarikan button hingga sekarang.

Selain itu, saya juga jadi tahu tentang Red Tab yang jadi ciri khas lain dari Levi’s ternyata merupakan usulan dari tim marketing mereka, disaat terlalu banyak yang ikut-ikutan membuat jeans dan mereka perlu differensiasi dari jeans-jeans imitator tersebut.

Tidak sekedar belajar dari sejarah, namun oleh Toni Hall saya juga diajak untuk melihat Eureka Innovation Lab bersama Christine Wong. Terletak tidak jauh dari kantor pusat Levi Strauss & Co, saya beruntung karena lab yang dulunya bersifat rahasia, kini sudah bisa diakses oleh para tamu khusus Levi’s.

IMG_20150320_180603

Disinilah berbagai produk terbaru Levi’s dipersiapkan. Di sini, mereka memikirkan konsep, kemudian brainstorm, menguji ide-ide baru mereka yang menarik dan akhirnya menciptakan sample product yang bisa dicoba. Ada mesin cuci denim yang menghasilkan gas ozon O3 untuk bleaching warna jins. Mesin ini bekerja dengan stoned wash dan sedikit air.

Di sisi lain, ada tim penjahit yang sibuk menjahit dengan mesin. Kalau dulu efek jeans lahir karena dipakai belasan jam naik kuda, kini efek jeans mereka ciptakan dengan sentuhan teknologi, efek itu dihasilkan dengan menggunakan teknik laser.

Singkat cerita, Levi’s mengajrkan pada saya bahwa kita harus mencintai dan menjaga sejarah. Namun kita tidak boleh menciptakan sejarah baru. Batik misalnya, kita harus lestarikan, pelajari kisah di balik setiap warisan batik yang ada. Namun kita juga harus terus menciptakan batik-batik baru di era 2015, karena 100 tahun lagi generasi penerus kita akan mencatat apakah ada sejarah baru batik di era 2015. Jadi kepikiran mau bikin konsep batik nih…

28 Comments

  1. Mas yoris,nama saya idam,saya sangat ingin pergi menemui mas yoris Dan belajar Dari mas yoris.saya sangat menyukai segala hal tentang memikirkan ide creatif.sudah lama saya berpikir tentang pekerjaan apa yg cocok buat orang yg suka berpikir seperti saya hingga saya menemukanya ketika melihat tayangan mas di TV.saya berharap kemampuan saya bisa membantu perusahaan mas yoris Dan saya juga bisa belajar banyak Dari mas yoris.sebagai keseriusan saya ini no telf saya 085242571153.sebenarnya saya in gin menulis Surat ke OmG tapi karna kurangnya informasi alamat sehingga saya sulit mengirimnya.saya berharap bisa mendapat respon Dari mas yoris Dan bisa bertemu dengan mas yoris secepatnya.
    Hormat saya
    Idham azhari

  2. Selamat siang Mas Yoris. 😀

    Perkenalkan saya Khairi dari Selasar.com, ingin menghubungi via email kira-kira email yang bisa dihubungi apa ya Mas Yoris?

    Thanks. 🙂

  3. hallo mas yoris… saya novita sari sangat kagum dgn seluruh postingan di website ini.. pengembangan ide kreatif di era globalisasi memang sangat di perlukan , oleh sebab itu bantu kami generasi muda untuk lebih semangat mengembangkan ide kreatif ….please sering2 posting bahan di web ini ya mas yorisss ..

  4. Dear Mas Yoris,

    Perkenalkan, saya Retta. Saya tertarik dengan cara pandang Mas Yoris perihal kreativitas dan kemampuan diri. Saya ingin mengundang Mas Yoris untuk mengisi seminar creative thinking pada bulan Desember 2015 di minggu kedua, apakah memungkinkan? Terima kasih banyak 🙂

      1. Dear kak Yoris,

        Saya mewakilkan kak Retta ingin memberitahukan bahwa saya telah mengirimkan form tor untuk request seminar creative thinkingnya ke email yang tercantum di atas.

        Terima kasih.

  5. Salam kenal dr saya buat mas yoris…

    Sy sangat senang sekali bs membaca pengalaman2nya yg di posting di website ini ?

    Semoga mas yoris gak bosan menuliskan pengalamannya di website pribadinya ?

    Gbu…

  6. Perkenalkan saya putri. Saya ingin mengundang Mas Yoris untuk mengisi acara Advance Leadership Development Program pada tanggal 20-24 Nopember 2015.
    Apakah memungkinkan waktunya?? trimakasih

    Putri

    1. rencana 7 Januari di toko2 buku nasional tapi kemarin di twitter sudah ada yang nemu di toko buku gramedia

  7. mas yoris, saya bekerja sbg seorang kary rumah sakit swasta, dan saya baru membuka bisnis bakso kecil kecilan. kendalanya sering bentrok dg jadwal dinas, krena kalo dinas di rs kan ada shift2 nya. dan saya ingin sekali berinovasi terhadap produk bakso saya. yang mau saya tanyakan, apakah sebaiknya saya berhenti sebagai kary, dan fokus bisnis? atau dijalani kedua nya. dan kira2 mas yoris punya ide apa untuk bakso saya,
    makasih banyak mas

    1. sebisa mungkin jangan berhenti dulu. kenapa tidak jalankan bakso mu sebagai bisnis weekend? Bakso yang hanya jualan weekend belum ada setahu saya. Lalu Baksonya kalau bisa ingreadients nya beda. Kamu bikin sendiri? Nanti lanjut japri ya… send email to azrri@alwaysomg.com berikut your wa number

  8. Salam buat bg Yoris , semoga daalam keadaan sehat selalu.

    Saya mau cerita sedikit ni bg . Saya sangat terinspirasi dari semua perjalan hidup abg , mungkin abg adalah orang yang menginspirasi anak-anak Indonesia di masa ini dan di masa depan tentang bagaimana kreatifitas.

    Saya adalah seorang anak kampung bg , jauh dari kota . Di tempat saya tinggal rata-rata yang membuka usaha adalah orang-orang kaya. Mereka membuka usaha bg, tapi pelayanannya sangat buruk mereka menggap bahwa konsumen yg perlu sama mereka. Emang iya sih konsumen perlu sama mereka , namanya juga toko tempat mau beli sesuatu di kampung itu kan sedikit , jadi mereka semena mena dalam hal pelayanannya.

    Bg , saya mau minta sarannya abg ni, menurut abg , saya harus buka usaha yg kayak mana bg dengan dana yg kurang dari 5 jt. Soalnya saya baru aja tamat SMA dan saya burtuh pekerjaan agar hidup saya gak berguna untuk di jalani.

    Mohon arahannya ya bg .

    1. Sorry baru bales. Sekarang sudah ada KUR dengan bunga rendah. Kalau dulu bunganya 22% untuk rakyat kecil dan 12% untuk perusahaan besar, sekarang Presiden Jokowi bikin kebijakan bunga hanya 9% untuk rakyat kecil. Harusnya Jany bisa mulai pinjam 5 juta tanpa agunan di berbagai bank pemerintah. Jangan lupa untuk kreatif dan tentunya melakukan service innovation yang baik dibanding toko2 lainnya. DAn yang terpenting mulailah usaha dengan modal sekecil mungkin. Besar di kreativitas dan service nya 🙂 All the best ya Jany.

  9. siang mas, sy dina mahasiswa dkv tingkat 7 di makassar. dulu waktu sma sy sempat baca bukunya mas yoris, dan jujur bukunya menginspirasi banget, ….krn dari kecil saya hoby banget yang namanya menggambar sama nyoba-nyoba hal baru akhirnya saya nemu sama jurusan sy sekarang….. big thanks banget nih mas atas inspirainya…. dan sekarang sy lg pengen magang mas, klu misalnya kita magang di OMG gimana caranya ya mas?…. soalya pengen banget nih nyoba kerja di tempat2 yg menginspirasi saya……..

Leave a Reply to Ayu Nur Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.