Archive for February, 2009
Posted on February 12, 2009 - by Yoris Sebastian

Yup, karena keberanian SCTV membuat program musik harian Inbox akhirnya membuat domino efek ke stasiun televisi lainnya. Kalau Inbox digelar setiap hari pukul 7.30 selama 1,5 jam, RCTI hadir dengan ‘Dahsyat’ lebih siang pukul 9.30 juga dengan waktu tayang 1,5 jam. Antv hadir dengan ‘Klik’ hanya 1 jam namun sehari hadir dua kali
Indosiar yang walau hadir lebih belakangan dengan renovasi program, ‘Kiss Vaganza’ hadir lebih pagi jam 7.00 namun dengan durasi 2,5 jam. Dan yang paling terakhir adalah Trans TV yang hadir dengan ‘Derings’ di jam dan durasi yang sama dengan SCTV.
Terima kasih Inbox. Karena peluang untuk mencetak artis-artis baru jadi semakin terbuka. Saatnya TV menjadi hit maker lagi. Salut untuk Febriyanti P. Meuthia (Manager of SCTV Music & Variety Programs) yang sudah melahirkan Inbox. Febri adalah salah satu Finalist International Young Creative Entrepreneur Award – Screen Category dari British Council.
Oh iya, sebenarnya ada MTV Ampuh sih, namun tanpa adanya Inbox saya yakin tv nasional lainnya tidak akan latah bikin program musik harian. Lagi lagi saya ingatkan kreativitas tidak bisa lahir murni, namun sebagai agent of change, Inbox layak diberi penghargaan.
Sama seperti postingan saya sebelumnya, program Salah Sambung, mungkin program jail seperti ini sudah banyak, namun format taping di radio yang mereka tawarkan dengan sound effect dibalut dengan konsep salah sambung sungguh original. Terkesan mudah, tapi kok nggak ada yang kepikiran untuk bikin
sama seperti inbox, terkesan mudah namun perlu keberanian untuk menjalankannya.
Begitulah, inovator akan lahir terus. Kali ini SCTV yang melakukan. Kali lain, bisa saja stasiun tv lainnya. Intinya, harus berani. Betul?
Posted on February 4, 2009 - by Yoris Sebastian

Wah ternyata brand Obama dan Simpson mengalahkan brand legendaris Coca Cola. Check it out at http://facebook.grader.com/page/elite
Posted on February 4, 2009 - by Yoris Sebastian

Yup, mereka bertiga akan berangkat ke London untuk menghadiri London Fashion Week 2009. Foto ini saya ambil tadi sore di British Council menggunakan iPhone camera saya.
Yang paling kiri adalah Gary, pemenang lomba foto fashion & model dari eyeka.asia yang mendapat hadiah berangkat ke London dan hadir di LFW. Foto karya pria berusia 25 tahun ini mengalahkan 1688 qualified foto yang ikut lomba yang diselenggarakan bekerjasama dengan British Council ini.
Eyeka.asia akan terus berusaha memberi kesempatan kepada creative people around the world berkarya tanpa batas. Kalau kali ini fotografer Indonesia dibawa ke Inggris, beberapa waktu lalu kita bisa ikutan lomba bikin iklan untuk Armani lalu Chanel… wah istilah the world is flat makin menjadi kenyataan.
Itulah enaknya ikut lomba, terkadang tidak mengenal usia. Saya sendiri pernah menang lomba foto Rana Citra saat masih belasan tahun. Jadi intinya jangan pernah menyerah sebelum bertanding. Adu kreativitas tidak memandang umur
Yang tengah adalah Mas Arbain Rambey dari Kompas yang akan berangkat meliput LFW. Sudah melanglang buana ke manca negara, kini untuk pertama kalinya akan hadir di LFW.
Yang paling kanan, siapa lagi kalo bukan Oscar Lawalata. Sebagai local champion IYCE Fashion, dia akan berangkat ke UK selama kurang lebih 2 minggu untuk bertanding membela nama negara, melawan Brazil, India, Poland, Audi Arabia, Srilanka, Thailand, Tunisia and Vietnam
Melihat presentasi Oscar tadi, besar harapan kita untuk menang. It’s so beautiful. Berbagai inputs positive sudah diberikan tadi sore dari para undangan British Council. Kalau Oscar menang, berarti Indonesia memperpanjang tradisi juara international. Karena Indonesia satu-satunya negara yang menang di 2006, 2007 dan 2008. Kalau soal kreatif… boleh banggalah Indonesia

