Your browser (Internet Explorer 6) is out of date. It has known security flaws and may not display all features of this and other websites. Learn how to update your browser.
X
Post

Another Testimonial

Saya senang sekali, saat bertemu lagi dengan Astrid Loemaksono di sharing saya soal creativity di acara Tupperware Green Living di Cilandak Town Square beberapa waktu yang lalu.  Saya pertama kali kenal Astrid saat memberikan sharing tentang Hard Rock Cafe di Universitas Tarumanagara di tahun 2006 saat saya masih menjabat sebagai GM HRC Indonesia.

Lalu saya bertemu lagi dengan Astrid saat dia ikut 1 day workshop saya tentang Creating Simple Bizplan That Works for F&B di Marriot setahun kemudian. Sampai akhirnya Astrid bertemu lagi melalui Buku saya Creative Junkies dan berikut ini testimoni-nya:

Pada tahun 2010, saya kaget sekali ternyata Mas Yoris sudah menerbitkan buku Creative Junkies.
Saya langsung beli dan bacanya sampai tuntas.
Buku tsb benar2 buka hatii dan pikiran saya utk terpacu lbh kreatif lagi.

Saya mempraktekkan saran2 anda di chapter 2.
Utk bs kreatif, saya mulai rubah rutinitas saya, sering2 baca buku, ikut seminar, club pengusaha,dengar musik, main game
Dan yang terbaru dari saya, saya skrg rajin mencatat notes2.
Kemana2 bawa buku dan catat ide2 yg berkeliaran di kepala saya.
Ternyata hal tsb sangat membantu sekali.

Gara2 baca buku Anda, saya sering sekali berpikir ketika liat iklan billboard mengapa iklan tsb begini mengapa tdk begitu dsbnya, liat org2 antri saya mulai bnyk berpikir.

Dan gara2 antrian yang anjang ketika saya ingin pesan mknan di counter mall PS, saya mendadak punya pikiran utk atur antrian di outlet saya loh.

Masyarakat Indo sering sekali antrinya tidak teratur dan tdk jelas yang mana antri duluan, yg mana antri belakangan. Kadang jika outlet kita sudah ramai penuh sesak, kitapun sebagai owner sering mengabaikan kepentingan customer alias kita sering bgt asal2 melayani. Jadi sangat tdk adil bagi customer kita yg sudah antri duluan and paling lama tp dpt pelayanan terakhir gara2 antrian mereka yang tdk teratur.

Utk antisipasi hal tsb dan berkaca pada pengalaman saya sendiri, saya mulai memasang jalur khusus antrian dgn tiang2 palang ke belakang sehingga mau tak mau mereka akan antri ke belakang. Dan jika antrian panjang, saya dan karyawan saya lah yang menghapiri mereka satu- persatu dgn menanyakan orderan sehingga semua bs dilayani dgn cepat dan tepat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dan pada buku anda di chapter 3 avoid me to ism, saya punya inspirasi saya hrs beda dgn outlet foodcourt ada umumnya.
Yakni saya ingin punya citra foodcourt dgn service hotel bintang lima, alias karyawan kami hrs bs service dgn baik. Ramah, dan sungguh2 meperhatikan kpuasan pelanggan.
Biarpun kami hanya outlet kecil, tai kalau bs ksh service yang super pasti orang akan datang kembali dan bisa saja malah bawa rombongannya bukan?
Memang ini msh proses perjuangan kita utk terus menerus training dan mendidik karyawan kami mengingatkan pentingnya service .
Namun sudah terbukti bahwa service yang unggul akan menjadikan bisnis kami semakin maju dan jadi beda dibanding yang lain.
Mknanan menunya boleh sama, tp jika servicenya beda tentu akan lain bukan hasilnya? 🙂

Biarpun bobot saya sudah menyusut banyak, saya msh gila sekali ngemil dan ini juga bs bawa berkahloh.
Saya ada kepikiran buka toko snack dgn sodara saya. Hobby bs dijadikan peluang usaha asalkan kita kreatif.

Demikianlah sharing saya, terima ksih atas waktu Anda utk membaca kisah saya.
Sungguh buku dan saran2 Anda di seminar berikan saya inspirasi yang luar biasa, mudah2an semakin bnyk org2 yang tertular dgn sifat creative addicted Anda ya

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment