Archive for January, 2009
Posted on January 31, 2009 - by Yoris Sebastian

Baru-baru ini saya kembali bertemu dengan Dian Sastro, kali ini di acara Wirausaha Muda Mandiri. Yup, Dian memang merupakan Duta WMM dari Bank Mandiri. Sungguh beruntung kaum muda sekarang ini, karena makin banyak program yang memberi apresiasi kepada para pengusaha muda.
Suatu pijakan baru untuk seorang Dian Sastro yang saat ini sangat kuat di domain film. Domain entrepreneur bisa jadi akan memperkuat posisi Dian sebagai selebriti papan atas. Dari Dian saya jadi tau bahwa di Indonesia baru ada 0,18 Persen pengusaha, jumlah yang sangat kecil dan masih memiliki kesempatan untuk berkembang pesat.
Penghargaan WMM diberikan sehingga menjadi role model sebagai upaya memberi semangat dan memacu para kaum muda Indonesia untuk juga menjadi pengusaha. Selain itu program televisi di Metro TV setiap minggu jam 10 pagi ini juga memuat profile pemenang dan pengusaha muda lainnya, termasuk saya
Di shooting tersebut, Dian selalu ditemani oleh Pak Rhenald Kasali dan tentunya Ibu Nina dari Bank Mandiri. Seru banget ngobrol dengan mereka soal entrepreneurship. Sayang waktu tayangnya hanya 30 menit
padahal ngobrol off screen nya seru-seru lho.
Saya sendiri terbilang cukup lama bekerja untuk orang, selama 14 tahun. Saya mengambil langkah panjang sebagai profesional, lalu menjadi intra-preneur dan baru terakhir di tahun 2007 barulah saya berani mendirikan OMG Creative Consulting bersama Sumardy.
Mungkin kalau program-program seperti WMM ini banyak sejak 5 tahun yang lalu saya sudah ‘berani’ jadi entrepreneur

Foto bersama Ibu Nina dan Pak Rhenald seusai shooting WMM
Posted on January 31, 2009 - by Yoris Sebastian
Kalau kita bicara pengrajin bambu sudah biasa. Tapi kali ini saya ingin mengangkat soal pengrajin kaleng apkiran. Beruntung era teknologi membuat Daniel Supriyono yang hobi dengan barang-barang antik menemukan pengrajin ini dan sekarang menjualnya di blog milik Daniel http://warungbarangantik.blogspot.com/ yang awalnya hanya sekedar hobi, posting berbagai barang antik di Indonesia.
Posted on January 4, 2009 - by Yoris Sebastian
Sebuah rutinitas baru sejak tahun lalu adalah menonton CNN di 1 Januari jam 11 siang untuk melihat liputan tahun baru seantero dunia dalam program Anderson Cooper 360 menuju New Year’s Eve Countdown dari Times Square, New York.

Tahun ini tampaknya perayaan tetap meriah dipenuhi ribuan orang dari berbagai penjuru dunia, termasuk Mantan Presiden Bill Clinton bersama istrinya Hillary Clinton. (Someday, saya akan berada disana juga tentunya).
Menurut pengamatan pribadi saya, tahun ini budget penyelenggaraan terlihat sedikit menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Maklum krisis global mungkin membuat sponsor sedikit menurun (atau banyak turun?)

Times Square New Year's Eve 2007
Namun, yang penting sebenarnya IMHO adalah kreativitas seorang event conceptor. Misalnya saja, kenapa The Balls is always drop? kenapa setiap tahun bolanya selalu turun saat countdown? Selain beda, dengan bolanya naik keatas kan auranya lebih positive? arahnya keatas bukan ke bawah
Bagaimanapun, itu hanya contoh bagaimana berpikit kreatif di setiap moment yang ada di hadapan kita. Saya sendiri tentunya sangat ingin ke Times Square untuk belajar dari salah satu event tahun baru termegah di dunia.
Saya sendiri masih dalam taraf ‘modal kreatif’ secara budget belum dapat kesempatan membuat sesuatu yang bisa diliput CNN di tahun baru. Sebel juga sih, kita selalu masuk CNN kalau ada yang ‘negative’
Belasan tahun menghabiskan tahun baru di Hard Rock Cafe yang tercinta… berbagai program kreatif di tahun baru sudah saya gelar. Berbagai kesalahan sudah saya rasakan. Tahun baru pertama ramainya minta ampun. Tahun baru kedua harga dibuat double dengan minuman double juga, ternyata sepinya minta ampun. Tahun-tahun ke depannya sudah makin berpengalaman, sehingga bisa bikin berbagai inovasi. Salah satu yang paling berkesan buat saya adalah membuat “Black Out Party” bersama Djarum Black, dimana Hard Rock Cafe pertama kali dalam sejarah – buka tanpa satu memorabilia pun.
Yup, banyak yang tidak percaya… namun benar-benar terjadi pada malam pergantian tahun baru Hard Rock Cafe Jakarta tampil hitam total tanpa memorabilia. Selain itu kami menampilkan dancer dengan pakaian seperti mirror ball… jadi pantulannya sungguh mempesona. (kalau tidak salah di tahun 2000 saat itu belum ada yang kepikiran seperti ini… saat itu bajunya juga masih sangat berat).
Selain itu kami juga menampilkan untuk pertama kali di Indonesia, 3D countdown dimana para Hardrockers harus menggunakan kacamata 3D untuk melihat special animation untuk countdown menuju tahun millenia tahun 2000.

Tahun lalu, tahun pertama saya bisa tahun baruan sendiri… saya dan Debbie pergi ke Hongkong untuk melihat acara spektakuler pergantian tahun. Tahun ini terpaksa di Jakarta saja, karena sedang banyak kerjaan yang harus ditangani (Thanks God)
Yang pasti selain New York, saya juga ingin melihat Sydney dan London dalam acara pergantian tahun.. so far lihat di CNN bagus sekali…

Boleh minta pengalamanan pergantian tahun kalian? please post your moment…

