Archive for May, 2009
Posted on May 30, 2009 - by Yoris Sebastian
Walau sampai saat ini saya masih belum menentukan pilihan capres saya dan walaupun 5 tahun yang lalu saya tidak mencoblos Mega sebagai capres saya, namun sebagai praktisi kreatif… harus saya akui dari semua deklarasi capres tahun ini, yang paling ok adalah deklarasi MegaPro di Bantar Gebang.

Karena selain tempat deklarasinya sesuai dengan tema kampanye mereka “Mega Pro Rakyat” tetapi juga mempunyai nilai word of mouth yang tinggi. Walau mereka masih dalam level pertama yaitu membicarakan tapi belum masuk pada level kedua yaitu mempromosikan.
Masih perlu dilihat program-program konkrit dari dari pasangan capres ini apakah sesuai dengan tema mereka “Mega Pro Rakyat” sehingga kita akan ikut mempromosikan tema tersebut. Kalau sampai terjebak retorika, tema ini tidak akan ‘dimakan’ oleh rakyat.
Turunan-turunan penting, misalnya bagaimana men-terjemahkan “Mega Pro Rakyat” ke pemilih muda yang jumlah 34 juta?
Saya masih ingat kampanye Adang-Dani di Pilkada lalu, dengan tema “Benahi Jakarta” sebuah tema yang sungguh seksi untuk warga Jakarta. Sayangnya saat kampanye mereka tetap membuat Jakarta macet. Bayangkan kalau pada saat kampanye mereka mengerahkan kadernya untuk membantu mengatur Jakarta supaya tidak macet, sesuai dengan tema kampanye mereka.
Banyak hal yang konkrit yang perlu dijual ke calon pemilih. Rakyat sudah bosan dengan janji-janji retorika yang tidak konkrit.

Deklarasi Jusuf Kalla – Wiranto juga bagus karena sesuai dengan tema “Lebih Cepat Lebih Baik” sebuah tema yang sangat menggambarkan Pak Jusuf Kalla sebagai sosok yang cekatan dan cepat dalam mengambil keputusan sesuai dengan latar belakang sebagai mantan pengusaha. Deklarasi di tugu Proklamasi menggambarkan tokoh proklamasi yang juga dengan waktu cepat memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Again, tingkat word of mouth nya tidak sebesar deklarasi Bantar Gebang.

Deklarasi Susilo Bambang Yudhoyono – Boediono juga bagus dan sebenarnya memulai babak baru dalam sejarah deklarasi yang selama ini biasa-biasa saja. Deklarasi ini pula yang mungkin membuat tim Mega Pro berpikir keras hingga bisa lahir ide Deklarasi Bantar Gebang. (competition creates creativity
Mungkin kalau sejak kampanye pemilihan anggota legislatif sudah dilakukan PDIP hasilnya bisa lain
Deklarasi partai Demokrat ini mengingatkan kita dengan deklarasi Obama yang kebetulan berasal dari partai bernama sama walau tidak berhubungan, IMHO deklarasi ini kurang selaras dengan tema “SBY Berbudi” maupun tema “Lanjutkan. Walau harus diakui dari deklarasi ini, kita bisa melihat bahwa sebenarnya Bapak Boediono sebagai cawapres cukup memukau dengan dengan acceptance speech-nya dan membawa harapan besar bagi orang-orang yang ingin dipimpin juga oleh orang pintar dari non partai yang latar belakang akademisi.
Yang pasti dibanding deklarasi-deklarasi sebelumnya, ketiga pasang Capres-Cawapres telah melakukan deklarasi luar biasa. Namun postingan ini untuk menunjukkan level word of mouth dari masing-masing.
Sekarang bangaimana tim sukses meneruskan level word of mouth berikutnya, supaya para calon pemilih tidak hanya membicarakan, tapi juga mempromosikan dan bahkan ‘berjualan’ capres-cawapres ke teman-temannya calon pemilih lainnya.
People do trust their friends, right?
Posted on May 28, 2009 - by Yoris Sebastian


Tahun ini Final UEFA Champions League dilaksanakan di Stadion Olimpico Roma. Tempat yang saya paling sukai kalau sedang main Winning Eleven.
Dua kesebelasan yang menjuarai liga di masing-masing negara akan bertarung memperebutkan gelar kesebelasan paling hebat seantero Eropa. Manchester United dari Inggris melawan Barcelona dari Spanyol.
Ajang seperti ini karena diatur dengan benar, bisa mendatangkan efek ekonomi yang bagus ke banyak pihak. Stadion dengan kapasitas 67.000 tentunya menarik banyak turis yang dari Manchester dan Barcelona.
Masing-masing klub mendapat jatah 20.000 tiket, 10.000 tiket untuk penonton netral dan sisanya sudah dijatahkan untuk sponsor dan partner event.
Tahun lalu, pada final di Moskwa para pendukung MU dan Chelsea rata membelanjakan 600 Poundsterling (Hampir Rp. 10 Juta) per orang. Kalau tahun ini mereka spend sama berarti akan ada setidaknya 400 Milyar rupiah dikeluarkan di Roma. Mulai dari spending ke Hotel, Makanan, Merhandise dan lain sebagainya. Tak heran bila banyak kota yang antri untuk jadi tuan rumah.
Para klub yang bertanding juga akan mendapatkan angka sangat tinggi karena selain penjualan tiket, pendapatan dari sponsor dan hak siar juga luar biasa. Menguntungkan bukan?
Keuntungan juga dirasakan banyak tempat yang menggelar nonton bareng. Semua meja rata-rata sudah habis terjual jauh-jauh hari. Sungguh menyenangkan membayangkan sales hari ini

Begitulah bila olahraga dikelola dengan baik sehingga membawa efek ekonomi terhadap sebuah kota dan bahkan negara. Lihat saja Liga Inggris yang tahun ini mendominasi 3 klub di semifinal Champions League. Liga Premier yang baru mulai di tahun 1992 ini menjadi liga paling populer di muka bumi.
Jadi kalau dilihat tidak terlalu lama ya, tapi sudah sangat sukses saat ini. Kenapa sukses? Karena pembagian penerimaan dilakukan dengan sangat fair sehingga para klub berlomba-lomba agar masuk ke liga premier. Kalau tergelincir dan degradasi, alhasil pundi-pundi klub akan merosot tajam.
Tidak ada kata terlambat. Penonton di Inggris juga cukup brutal, ingat tragedy Heysel? Lebih parah dari penonton bola kita di tanah air.
Semoga ke depannya sport selain membanggakan bisa membawa pengaruh ekonomi bagi negri ini.
Posted on May 24, 2009 - by Yoris Sebastian

Baru-baru ini saya kembali tampil di Kick Andy. Kali ini dalam topik “Young On Top” yang mengangkat tema bagaimana orang-orang muda bisa sukses dan menduduki posisi puncak dalam usia yang masih sangat muda.
Sebelumnya saya tampil dua kali dalam topik produk-produk innovative hasil lomba Black Innovation Awards, lalu dalam topik Lentera Jiwa soal bagaimana seseorang bisa sukses kalau mengikuti passion mereka.
Benang merah dari semua itu adalah hal-hal positif yang ada diangkat menjadi topik yang sungguh inspiratif. Menurut saya, memberi inspirasi jauh lebih berharga dibanding memberi sumbangan (walau Kick Andy juga kerap memberi sumbangan, salah satunya sumbangan kaki palsu) namun inspirasi bisa membuat orang sukses dan ujung-ujungnya membuka pekerjaan buat orang banyak.
Ini sebenarnya adalah bentuk baru yang lebih meaningful dalam melakukan CSR. Daripada sekedar menyumbang dan menanam pohon.

Hebatnya program ini menang berbagai penghargaan, salah satunya Word of Mouth Marketing Award dari Majalah SWA dan Onbee Marketing Research sebagai talk show yang paling direkomendasikan.
Seiring dengan itu, saya perhatikan iklan pun makin banyak dan jam tayang pun menjadi 1,5 jam. Memangnya Tukul saja yang jam tayangnya di-extend jadi 1,5 jam
Ini membuktikan bahwa sebenarnya masih ada peluang membuat program tv yang ada nilai positif-nya namun juga punya nilai jual.
Mudah-mudahan makin banyak program tv seperti ini dengan format berbeda. Sebut saja program anak, seperti Rumah Masa Depan dulu. Program Pak Tino Sidin yang memberi inspirasi banyak anak seperti Wahyu Aditya.
Maju terus Kick Andy…!!!
Posted on May 23, 2009 - by Yoris Sebastian
Untuk episode Clas Music Heroes malam ini 21.30 di Trans 7, Cokelat sang penerima gelar Clas Music Heroes akan tampil di depan Taman Baca & Poli Gigi Amin di Batu, Jawa Timur.
Saya sungguh amaze waktu Deboy dan Cindy dari 3rd Floor, selaku Production House yang melakukan eksekusi acara Clas Music Heroes ini menunjukkan foto tempat ini. “Gila… kok EX bisa pindah ke Malang” ujar saya saat melihat fotonya. Makin kagum lagi saat tahu bahwa Taman Baca dan Poli Gigi ini merupakan fasilitas gratis untuk warga Malang.

Saya langsung yakin tempat ini pasti akan menjadi salah satu penerima Talk Less Do More Venue Award 2009. Tempat seperti ini sungguh perlu diangkat di televisi nasional secara populer sehingga memberi inspirasi bagi masyarakat lain untuk juga turut membangun kota-kota kelahiran mereka.
Saat ikutan shooting di sana, nyaman rasanya melihat kota Malang yang sungguh menyenangkan. Sekarang kalau perlu ide, saya menambah Malang menjadi salah satu kota favorit untuk mencari ide kreatif saya. Dulu (kalau luar negri) New York, Singapore dan London. Lalu Bali pastinya plus Bandung pasda saat weekdays (weekend Bandung is too crowded) and now… Malang is on the list
Talk Less Do More Venue Award memang sengaja diberikan untuk memberi inspirasi bagi tempat lain untuk juga membuat venue-venue yang memberi dampak positif bagi sekitarnya maupun bagi Indonesia yang tercinta ini.
Oh iya bagi yang ingin menyumbang buku, bisa langsung dikirim ke: Taman Baca Amin. Jalan Sultan Agung. Malang. Jawa Timur.
Ada venue-venue yang layak diberikan TLDM venue award? let me know… siapa tahu bisa diberikan TLDM venue award 2010
Posted on May 21, 2009 - by Yoris Sebastian
Sungguh luar biasa bisa bertemu dengan banyak teman baru saat terpilih untuk menjadi salah satu narasumber dalam episode terbaru Kick Andy berjudul “Young On Top” yang akan disiarkan Jumat malam 21.30 ini.

Yup, episode kali ini menguliti kisah sukses orang-rang yang bisa mencapai posisi puncak di usia yang relatif muda. Mulai dari Firmanzah, yang di usia 32 tahun sudah diangkat menjadi Dekan Fakultas Ekonomi UI. Atau Anies Bawesdan yang di usia 38 tahun sudah menjadi Rektor Universitas Paramadina.
Di jajaran BUMN, ada Katherina Patrisia, yang dicatat Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Direktur termuda di seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Sementara itu, Yan Hendry Jauwena, di usianya yang ke-28 tahun menduduki posisi sebagai Trade Lane Manager DHL Asia-Pacifik. Dan Antonny Liem , pria kelahiran tahun 1976, mencapai posisi sebagai President Direktur di perusahaan IT Multi Nasional, di usia 26 tahun.
Dan terakhir adalah teman saya sejak lama dan tamu regular waktu saya masih di Hard Rock Cafe, Billy Boen. Di usia 26 tahun sudah menjadi General Manager di Oakley dan di usia 30 tahun kini menjabat Head of Division MRA Group yang memimpin Hard Rock Cafe dan HaagenDazs.
Ia juga baru saja meluncurkan buku berjudul “Young on Top” yang mengupas 30 langkah untuk bisa sukses di usia muda.
Saya senang karena dengan adanya buku ini dan dijadikan topik oleh Mas Andy Noya, semoga semakin memberi inspirasi buat perusahaan untuk memberi kesempatan kepada yang muda bila mereka memang mampu.
Mudah-mudahan boss-boss tidak lagi berkata, “Kamu bagus tapi kamu masih terlalu muda untuk menjabat posisi puncak di perusahaan ini”.
Selain itu saya berharap dari episode ini maupun dari buku karya Billy Boen, “Young On Top” ini, semakin banyak orang muda yang terinspirasi bahwa sukses di usia tidaklah impossible. Semuanya berpulang ke kita sendiri. Apakah kita mau mengambil peluang yang ada. Jaman sudah mulai berubah, semakin banyak peluang untuk menjadi On the Top at young age

Posted on May 21, 2009 - by Yoris Sebastian
Sebenarnya saya ditanya oleh mas Eko, salah seorang pembaca blog ini. Namun saya malah tertarik menjadikannya posting, siapa tahu banyak yang bahas dan ikut memberi komentar.
Seperti dilansir oleh DetikInet.com, ternyata Youtube masuk dalam daftar 10 kegagalan terbesar dalam dekade terakhir versi majalah Time bersama Palm Pilot, the Segway dan juga HD DVD.
Kesuksesan Youtube ternyata tidak diikuti dengan kesuksesan financial. Sungguh disayangkan karena kehadirannya yang fenomenal dan revenue yang cukup tinggi, agak berat dengan biaya yang digunakan bagi penyimpanan dan bandwith yang dibutuhkan untuk menjalankan situs mereka.
Seringkali kita terjebak dalam keadaan seperti ini. Kita tampil dengan konsep differentiation yang spektakuler namun tidak diikuti dengan business model yang memadai.
Namun bagaimanapun, saya bersyukur dengan kreativitas tingkat tinggi dari Chad Hurley, Steve Chen and Jawed Karim sehingga kita semua bisa menikmati video library terbesar di dunia.
Saya yakin mereka juga tetap menikmati keuntungan besar dari saham dan mereka terus akan melakukan inovasi baru yang menghasilkan uang dan mungkin sustainable.
Learn the lesson and fix it in your next project
Bagaimana komentar yang lain?


