YORIS SEBASTIAN. thinking outside the box - execute inside the box

Archive for July, 2009


Posted on July 29, 2009 - by
Yoris Sebastian on TEDx Jakarta

tedx-jakarta-title

Setelah tampil di Pecha Kucha pertama di Surabaya beberapa bulan silam.  Minggu kemarin, saya tampil di TEDx Jakarta.  Perbedaan dengan Pecha Kucha, TEDx memperbolehkan kita menggunakan jumlah slide sesuka kita asal waktunya tidak lebih dari 18 menit.

Selain itu satu dari 10 TED Commandments adalah No selling from the stage.  Jadi kita tidak boleh berbicara soal perusahaan atau organisasi kita.  No wonder, selama ini setiap nonton TEDtalks dari orang-orang terkenal dari manca negara mereka jarang sekali bicara soal perusahaan mereka.

But, I think that’s what makes TEDtalks is very unique.  We have to give a new thinking or inspiration for those who come or those who watch from the internet (later kalau memang Talks saya terpilih untuk di-upload di internet)

yoris-tedx-jakarta

So. I’m talking about Indonesia yang memiliki banyak orang kreatif yang sebenarnya sudah (dan bisa) membuat sesuatu yang unique dan komersial.  Nah even further, sebaiknya kita membuat sesuatu yang monumental sehingga dikenang sepanjang masa dan punya dampak positive buat orang banyak.

Hari itu saya sungguh senang bisa melihat TEDtalks dari berbagai inspiring people, mulai Mas Marco Kusumawijaya yang membawakan “X things to make Jakarta a better place to live” lalu ada Pak Reynaldo Zoro yang berbicara soal Petir dan bagaimana bersabahat dengan Petir yang sebenarnya menghasil ozon buat bumi. Tak ketinggalan Mas Hendro Sangkoyo yang mengangkat soal “Reversing the social-ecological crisis”

Last but not least the amazing performance from Diatra Zulaika and Andreas Arianto.  They are both very young and very talented. In my TEDtalks, i include Diatra Zulaika to show that anybody can make a positive change.  She won Bronze Medal in International Young Scientist di Ukraina dengan project “Renovation of Sundanese Music Scale”

tedx-performance-bw

Jadi instead of kritik sana kritik sini, kalau boleh mengambil pengalaman pribadi saya di tahun 1988 lewat lagu Michael Jackson “Man in the Mirror” yang bertutur, “… If You Wanna Make The World a Better Place, Take a Look at Yourself and Make That Change…”

I believe everybody can make that change in their own capacity (and in a creative way for sure). Make that positive change, everybody…!


Posted on July 23, 2009 - by
Penulis Pidato Presiden

Sekarang sedang heboh soal pidato Presiden SBY setelah Bom Marriot II kemarin.  Saya tidak mau membahas soal itu, namun saya mau mengangkat sosok kreatif di balik pidato Barack Obama.

jon-favreau

Namanya Jonathan Favreau, lahir 2 Juni 1981.  Jabatan sekarang Director of Speechwriting di Gedung Putih.  Dialah sosok penting di hampir semua pidato Barack Obama, sebelum maupun sekarang menjadi Presiden.

Jon sangat populer dengan speech yang akhirnya menjadi slogan kampanye Obama di senat Illinois tahun 2004, “Yes, We Can”.  Jadi Obama walau jago ‘ngomong’ tetap perlu dibantu dengan tim penulis pidato.  Jon biasanya dibantu at least 2 staff.

Inti speech tetap dari Obama, biasanya Jon akan mencatat point-point penting lalu melakukan research untuk memperkuat point-point Obama sehingga menjadi pidato yang mengesankan.  Untuk pidato penting seperti Inaugural Speech, mereka bertemu sekitar 4-5 kali sebelum akhirnya setuju dengan pidato yang sekarang bisa ditonton jutaan orang di Youtube.

Jonathan Favreau adalah Director of Speechwriting termuda kedua di sepanjang sejarah Gedung Putih.  Di Indonesia siapa ya penulis naskah Pidato yang bagus? Mudah-mudahan di Pemilu 2014, sudah banyak ya ;) Speech matters!!!

jon-favreau-obama


Posted on July 17, 2009 - by
Cristiano Ronaldo dan opportunity Sporteconomy

cristiano-ronaldo-001

Cristiano Ronaldo diperkenalkan ke publik Madrid yang memenuhi Stadion Bernabeu.  Di hadapan sekitar 80.000 fans ini menjadi rekor terbaru acara penyambutan seorang pemain.  Sebelumnya rekor dipegang oleh sang maestro Diego Maradona di Napoli, Juli 1984 dengan angka 75.000

Seperti yang kita ketahui, Cristiano Ronaldo juga memecahkan rekor transfer sebesar 80 juta Poundsterling (1 Pound = Rp. 16.600) dari Manchester United ke Real Madrid dan menjadi pemain termahal di dunia dengan bayaran konon 13 juta Euro (sekitar Rp 182 Milyar) semusim.

ron-image_708001a

Dengan nomor punggung 9, kini Cristiano Ronaldo siap dengan panggilan baru CR9.  Maklum penerus no keramat 7 di Manchester United ini  tidak bisa menggunakan no 7 di Real Madrid lantaran dipakai oleh sang kapten, Raul.  Sebelumnya no 7 identik dengan pemain legendaris MU, George Best, Bryan Robson, Eric Cantona dan David Beckham.  Apakah no 7 akan diberikan kepada Michael Owen? atau justru ke Wayne Rooney sehingga no 10 dipakai oleh Michael Owen.

Gila ya…. di luar sana, no pemain pun menjadi berita untuk wartawan dan menjadi investasi untuk penggemar.  Di ebay, ada yang menjual baju bekas Eric Cantona di MU dengan nomor legendaris tadi sebesar US$ 159.

Kenapa klub bisa membayar seorang pemain semahal itu? Karena penerimaan dari liga yang demikian besar karena pembagian iklan, belum lagi tv rights, belum lagi penerimaan dari liga champions, belum lagi dari penonton yang bayar tiket masuk, F&B dan tentunya merchandise.

Saat ini saya hanya bisa belajar dari kreativitas mereka di luar sana menggarap Sporteconomy.  Someday saya berharap Indonesia juga bisa…


Posted on July 8, 2009 - by
Metro TV – Independent Quick Count dan Exit Poll

pemilu-presiden

Yup, itu jari tangan saya setelah nyontreng tadi siang.  Sengaja saya menyelupkan jari manis saya. Sampai petugasnya bingung kok pak jari manis dik… “Biar beda aja pak…”

Saya memang membiasakan diri melakukan creative habit dalam kehidupan saya sehari-hari. Dengan begitu saat saya harus berpikir kreatif dan melakukan terobosan baru jadi lebih mudah.

We need to differentiate from our competitor.  Sama seperti Metro TV yang hari ini melakukan differensiasi lewat Quick Count yang dilakukan dengan independent karena akhir-akhir ini sedang heboh dibicarakan soal lembaga survey dengan pembiayaan dari satu Capres tertentu.  (Walau menurut saya sebenarnya tidak ada salahnya lembaga survey tersebut dibiayai selama lembaga tersebut menjunjung tinggi idealisme survey dan selama ini beda dari survey cukup akurat dengan kejadian akhir)

Selain itu Metro TV melakukan Exit Poll yang selama ini belum pernah dilakukan di Indonesia.  Jadi mereka interview orang yang sudah selesai memilih dan langsung menayangkan hasilnya lebih cepat dari quick count yang harus menunggu hasil pembacaan surat suara.

Every business is a Creative Business… including TV business


Posted on July 7, 2009 - by
Pep Guardiola – Young on Top
Kebetulan saya beruntung terpilih menjadi salah satu narasumber Kick Andy dalam episode “Young on Top” beberapa minggu yang lalu. Dalam episode tersebut diperlihatkan narasumber orang-orang yang mampu sukses karirnya di usia muda sesuai dengan buku dengan judul yang sama karya Billy Boen, sahabat saya yang kini memimpin Haagen-Dazs dan Hard Rock Café Indonesia.

Gara-gara episode tersebut, Facebook dan blog saya banjir komentar dan pertanyaan seputar bagaimana saya bisa menjadi General Manager walau hanya bermodalkan gelar lulusan SMA. Sungguh senang bisa memberi inspirasi namun perlu digaris bawahi bahwa saya sendiri sangat menyukai yang namanya belajar termasuk belajar di bangku kuliah.

Sejak beberapa tahun terakhir ini saya sudah mempertimbangkan untuk ambil S2, namun karena kesibukan yang luar biasa, niat tersebut saya simpan dulu. Sayang kan biayanya kalau sampai sudah bayar dan saya sendiri masih sibuk dengan OMG Consulting saya. Nanti terulang kejadian seperti saat kuliah S1 di Akuntansi Universitas Atmajaya, yang terpaksa saya tinggalkan untuk konsentrasi karir di Hard Rock Café supaya dua-duanya tidak setengah-setengah.

Jadi selain kreatif kita juga harus pintar dalam menentukan langkah. Jangan meninggalkan kuliah yang masih dibiayai orang tua kalau karir atau usaha yang kita jalankan belum bisa memberikan hasil ekonomi yang lumayan untuk mandiri.

Yang pasti episode tersebut memberi inspirasi kepada banyak orang bahwa sukses di usia muda dan menduduki posisi puncak itu MUNGKIN.

Inspirasi buat anak muda dan (seharusnya) juga untuk para pimpinan perusahaan untuk mulai memberi kesempatan kepada yang muda untuk memimpin selama anak muda tersebut memiliki kemampuan.

Semakin banyak contoh sukses di Indonesia maupun di luar negri. Salah satunya bagaimana Joan Laporta, Presiden Barcelona FC yang ‘mengambil resiko’ dengan memberi kesempatan kepada seorang ‘rookie’ manager bernama Pep Guardiola untuk menjadi pelatih kepala salah satu klub bola terbesar di dunia yang memiliki segudang piala dan diisi oleh bertaburan pemain bintang.

pep-guardiola

Sebagai pelatih muda berusia 38 tahun, Pep sempat diragukan banyak orang awalnya. Apalagi saat itu prestasi Barca sedang menurun dibawah kepemimpinan Frank Rikjard, mereka tidak pernah juara dalam 2 musim terakhir. Namun sang presiden, Joan Laporta tidak terpengaruh dan terus memberi support walau di awal musim Barcelona hanya mampu mengoleksi 1 poin dari 6 laga awal. Sebuah start terburuk dalam sejarah Barca sejak tahun 1984.

Disinilah kita harus melihat bahwa tidak ada yang instant. Give people a chance to start what they have started dan kasih mereka otoritas penuh. Joan Laporta yang punya segudang pengalaman sebagai pemilik cukup memberi masukan tanpa intervensi. Kita bisa melihat banyak klub besar yang akhirnya runtuh karena campur tangan pemilik terlalu dominan. Lihat saja Newcastle United yang tahun ini kena degradasi dan keluar dari Premier League karena terlalu sering mengganti pelatih kepala. Salah satunya Kevin Keegan yang akhirnya mengundurkan diri karena terlalu banyak campur tangan pemilik.

Lantas bagaimana dengan hasil Pep Guardiola? Treble winner di tahun pertama melatih. Barcelona FC langsung memenangi Liga Spanyol, Piala Liga Spanyol dan Liga Champions. Pep Guardiola menjadi pelatih termuda yang pernah membawa timnya menang Liga Champions. Masuk Guinness Book of Record 2009 harusnya ya ;) Saya yakin ada kerja keras dan creativity di balik kesuksesan Pep Guardiola. Saya jadi ingat waktu saya diberi ‘tantangan’ menjadi General Manager Hard Rock Café Jakarta di usia 26 tahun. Saya langsung bekerja siang dan malam dengan sepenuh hati, melakukan berbagai terobosan kreatif untuk meningkatkan sales dan memperbaiki profitabilitas. MRA Group selaku pemilik HRC memberi guidance yang cukup namun mendukung penuh gagasan-gagasan GM yang terkadang sangat provokatif. Hasilnya? double profit di tahun berikutnya ;)

Mungkin begitulah saat seorang muda diberi kesempatan, banyak yang meragukan sehingga ada semacam double energi yang dilakukan untuk membuktikan keraguan tersebut salah.

Kisah sukses para “Young on Top” ini membuka mata banyak pimpinan perusahaan untuk memberi kesempatan pada orang muda untuk memimpin. Bersiaplah… kesempatan datang tak terduga. Pep Guardiola adalah pelatih tim yunior Barcelona. Siapa yang menyangka saat prestasi Frank Rikjard menurun, Pep yang diberi kesempatan menggantikannya menjadi pelatih kepala Barcelona FC.

So please get yourself ready, starting from today my friend…

artikel ini sudah pernah dimuat di www.kickandy.com May 2009


Posted on July 5, 2009 - by
Creative Safety Video

Berapa kali kita naik pesawat terbang dan mengabaikan safety video yang diputar oleh maskapai penerbangan yang kita tumpangi.  Kenapa, karena kita tentunya bosan dengan video yang itu-itu saja.  Apapun airline nya, safety videonya pasti sama.

Tapi coba tonton, apa yang dibuat oleh New Zealand Airline dibawah ini

Safety Video

Dengan creative mereka membuat safety video menggunakan para crew mereka telanjang namun seragam mereka dilukis dengan teknik body painting.

Tentunya orang menjadi penasaran dan sekarang safety video tersebut dibicarakan jutaan orang.  Termasuk saya di blog ini hehehe

picture-63