Salaman dengan Barack Obama

“All Netizens are VVIP at Obama Public Speech at Balairung UI” demikian tweet dari Pak Hermawan Kartajaya.ย  Memang tidak lazim namun itulah yang terjadi saat lebih dariย  5000 undangan mendengarkan Presiden Barack Obama pidato.ย  Dan tampaknya hal tersebut disengaja karena (tanpa ada brief sebelumnya) ternyata setelah selesai pidato, Obama ingin meluangkan waktu untuk jabat tangan dengan most of netizens yang ada memang sudah ditempatkan di depan.ย  Saya yang datang bersama Andrew Darwis, Founder nya Kaskus cukup beruntung bisa salaman langsung dan memotret President of The United States of America dari jarak yang sangat dekat ๐Ÿ™‚

Barack Obama taken by Yoris Sebastian

Mungkin ini lagi-lagi adalah the power of positive thinking ๐Ÿ™‚ Walau gagal ikutan audisi Golden Ticket Obama untuk napak tilas ke 3 kota Obama (Hawaii, Chicago dan Washington DC) namun saya punya keyakinan bahwa someday saya akan bertemu dengan tokoh dunia yang punya banyak kisah inspiratif ini.ย  Dan tanggal 10 November pagi sungguh senang karena saya benar-benar bisa menyapa dan salaman dengan Obama.

Pidatonya sendiri seperti yang sudah saya perkirakan memang luar biasa.ย  Seperti biasa, Obama memiliki beberapa punch line yang sungguh inspiring karena didukung oleh tim penulis naskah yang tangguh di bawah pimpinan Jon Favreau, namun Obama adalah Orator yang ulung.ย  Berbagai improvisasi dilakukannya saat pidato.ย  Bahkan walau dibantu oleh 2 teleprompter di kanan dan kiri, namun beliau terlihat sangat natural dan tidak terlihat sedang membaca.ย  Karena Obama tampak sangat menguasai pidatonya.ย  Teleprompter tampaknya hanya dijadikan sebagai guideline untuknya, bukan untuk dibaca ๐Ÿ™‚

Tidak lupa membuka dengan sesuatu yang lokal, “Pulang Kampung, nih” tuturnya sambil tersenyum yang disambut dengan gemuruh Balairung UI.ย  Dan Obama kerap menggunakan bahasa Indonesia di setiap teks yang bisa ia rubah.ย  Seperti saat harusnya bilang “Indonesia is a part of me”, dia bertutur “Indonesia bagian dari diri saya”.ย  Walau saat mengucapkan Pancasila tampaknya dia sudah lupa cara melafalkannya.ย  Maklum dulu dia masih sangat kecil saat berada di Indonesia.

Masa kecil memang kerap menjadi faktor penting untuk seorang anak tumbuh besar.ย  “…a time that helped shape my childhood” kata Obama soal 4 tahun berada di Jakarta (tepatnya Menteng Dalam).ย  Sejak kecil Obama sudah bercita-cita jadi Presiden walau mungkin tidak ada teman sekolahnya yang waktu itu berpikir bahwa Barry kecil benar-benar akan kembali lagi ke Indonesia setelah menjadi orang nomor satu di Amerika.

Beberapa tahun di Jakarta membuat Barry kecil mampu appreciate banyaknya ragam.ย  Ayah tiri-nya Lolo Soetoro, seperti mayoritas rakyat Indonesia yang beragama Islam, percaya bahwa semua agama harus di respek dan semangat toleransi beragama sangat dirasakan Obama kecil.

Obama beberapa kali menekankan the beauty of religious tolerance dalam rangkaian Bhinneka Tunggal Ika.ย  Keragaman dan demokrasi akan menjadi sebuah kekuatan yang luar biasa kalau kita jalankan dengan benar. “Hand in hand, that is what development and democracy are about โ€“ the notion that certain values are universal. Prosperity without freedom is just another form of poverty” tutur Obama yang juga menjadi punchline yang banyak di RT di twitter.ย ย  Bener juga ya, masih banyak negara yang prosper namun rakyatnya tidak memiliki freedom ๐Ÿ˜‰

Bahkan sahabat saya, seorang redaktur senior koran nasional kirim message pada saya setelah selesai acara, “Aku jadi lebih nasionalis setelah dengerin pidato Obama”

Bayangkan, pidato dari orang luar negri yang pernah tinggal hanya 4 tahun di Indonesia mampu menggugah kita semua sebagai bangsa Indonesia.ย  Kembali saya mencoba untuk positive thinking… Someday Indonesia akan memiliki seorang pemimpin muda yang mampu memberi inspirasi positif kepada rakyatnya sehingga lebih nasionalis dan mampu membuat masyarakat Indonesia lebih sejahtera lahir dan batin. We’ll see… time will tell ๐Ÿ™‚

*special thanks for Dian (US Embassy) yang sudah memberikan undangan yang sangat berharga ini.

10 Comments

  1. Ahhhh saya iriiiii. Mau juga salaman sm Mr. Obamaaaaa.. heu.. heu..

    Pidatonya emang keren banget. Indonesia banget isi dan semangatnya. Terasa tulus kalau buat saya.. ๐Ÿ™‚

    1. Iya ya Esti… terasa tulus sekali… pidato nya sangat menggugah orang-orang yang menonton baik live maupun tidak

    1. Betul sekali Eserzone… apalagi saya yang nonton dari baris ketiga… Obama sangat karismatik… sungguh beruntung saya ada disana…

  2. Ooo waktu kecil Obama sudah bercita-cita jadi Presiden, ya. Hebat. Salah satu tokoh pluralis, sayangnya sebagian orang nggak ngerti mengapa banyak orang mengagumi dia sebagai pribadi, ya. Dan sedihnya lagi, kenapa masih ada orang Indonesia yang malah nggak menghargai keanekaragaman. Padahal warna warni itu indah.

  3. ihhh.. ngiriii nyooo.. mas Yoris bisa liat deket sampe bisa salaman..

    saya juga ikut ke Balai Rung waktu ituu tapi dapet duduknya di tribuun. T.T

    1. Wah Fanny ke Balairung juga? Iya saya juga bingung kenapa dikasih duduk di depan ๐Ÿ™‚ padahal di belakang banyak petinggi2 lho… mungkin Obama selalu make the twist ๐Ÿ˜‰

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.