Your browser (Internet Explorer 6) is out of date. It has known security flaws and may not display all features of this and other websites. Learn how to update your browser.
X
Post

#CalegOK duduki DPR

gedung dpr

Di berbagai pertemuan, diberbagai social media group saat ini ramai dibicarakan tentang siapa calon Presiden Indonesia di tahun 2014 ini.  Padahal tinggal 36 hari lagi, tepatnya 9 April kita akan memilih wakil rakyat yang akan duduk di gedung DPR mewakili kita semua.

Berbagai media juga menuliskan bahwa ada kemungkinan anggota DPR periode 2014 – 2019 akan kembali didominasi oleh wajah-wajah lama.  Diramalkan 90% atau sekitar 500 dari 560 kursi akan diisi oleh wajah lamaArtinya hanya 60 kursi yang akan diisi oleh wajah baru?

Padahal DPR sama pentingnya dengan Presiden.  Mereka bertugas mewakili rakyat Indonesia untuk mengawasi pemerintah, menyetujui APBN, mengesahkan undang-undang dan masih banyak lagi.  Seharusnya kita memanfaatkan sistim pemilihan langsung secara maksimal.  Dampak positif sudah kita lihat di Bandung misalnya, bagaimana Ridwan Kamil di usia 41 tahun menjadi walikota kota ketiga terbesar di Indonesia dengan 44% suara.  Bagaimana Jokowi berhasil menjadi Gubernur DKI walau awalnya tidak difavoritkan oleh lembaga survei.  Bagaimana Ibu Risma terpilih dan bekerja dengan hasil kerja yang luar biasa untuk masyarakat luas.

Lalu apakah masih bisa kita memilih #CalegOK duduki DPR? Sehingga wakil rakyat benar-benar menduduki Gedung yang dari masa ke masa kerap di-demo rakyat. Menurut saya masih bisa.

Sadar tidak sadar, akan ada 6.608 orang yang nantinya akan merebutkan 560 kursi pada 77 daerah pemilihan.  Mereka semua ditetapkan oleh KPU sebagai Daftar Calon Tetap (DCT) anggota Dewan Pimpinan Rakyat (DPR).  Untuk lengkapnya bisa di-klik di http://kpu.go.id/

Jadi masih bisa kok rakyat memilih wakil-wakil rakyat yang akan rajin bekerja seperti Ridwan Kamil, Jokowi, Ahok, Risma dll.  Salah satu contoh, Ridwan Kamil melakukan kunjungan kerja ke Eropa dan kembali membawa bantuan dana CSR Rp. 1,7 Trilliun dari 3 negara Eropa.  Kita tidak masalah dengan wakil rakyat study banding ke luar negri kalau benar-benar membawa manfaat bagi Indonesia.

Caranya simple.  Lihat DCT di Daerah Pemilihan (Dapil) kita masing-masing.  Lalu coba pelajari rekam jejak calon yang kita sukai.  Menurut saya pilih sosoknya, bukan partainya.  Biarkan sosok-sosok baik dengan rekam jejak yang sudah mereka lakukan selama sekian tahun berkumpul menjadi wakil kita semua di Gedung DPR.  Sehingga Gedung DPR benar-benar diduduki oleh wakil rakyat.  Satu suara kita menentukan!!! 

Ayo sebarkan nama-nama #CalegOK di Dapil kalian berikut alasannya sehingga lebih banyak yang memilih mereka. Toh media sosial seperti Twitter, Facebook, Path and etc. tidak memerlukan dana, cukup luangkan waktu untuk membaca dan mencari tahu rekam jejak para calon wakil rakyat ini.

  • Setuju sekali Bang Yoris. Pilih manusianya. Rekam jejaknya adalah bukti reputasinya.

    Hendri

    March 4, 2014

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment