YORIS SEBASTIAN. thinking outside the box - execute inside the box

Archive for the ‘creative’ Category


Posted on February 21, 2010 - by Yoris Sebastian
Creative SunGlass

Kemarin keliling mall cari kacamata hitam baru, eh ada kacamata hitam dari CK yang lumayan kreatif.  Buat yang sering kehilangan USB  karena kekecilan, mungkin harus pake kacamata hitam ini.  Karena USB nya attached dengan kacamatanya.

Seru juga ya ;)

ck glasses w usb


Posted on January 4, 2010 - by Yoris Sebastian
Perayaan Tahun Baru – Melihat Sunrise Pertama di 2010

I constantly challenge myself to do something different and new, this year I didn’t stay up until midnight to the old year leaves, I go to Borobudur to see the new year rise in :) I see the first sunrise in 2010 ;) Happy New Year everybody..!!

Demikian message singkat saya di status Facebook dan Twitter (tentunya di Twitter lebih singkat lagi) saat saya merayakan Tahun baru 2010.

Yup, sudah belasan tahun saya selalu merayakan detik-detik pergantian tahun.  Baik itu di Hard Rock Café Jakarta maupun melihat pesta kembang api di Hongkong.  Namun selalu malam Tahun Baru.  Itulah sebabnya untuk Tahun Baru 2010 ini, saya memcoba melakukan sesuatu yang berbeda.  Seperti yang sering saya sampaikan dalam berbagai seminar dan workshop, menjadi orang yang kreatif, kita harus senantiasa melawan rutinitas.  Salah satu yang rutin buat saya adalah merayakan malam Tahun Baru ;)   Itulah challenge buat saya, merayakan Tahun Baru dengan cara yang berbeda. Bukan merayakan pas malamnya tapi kita ambil kebalikannya… bagaimana kalau kita rayakan di pagi hari???

Seru nggak merayakannya pagi hari? Bagaimana kalau merayakannya dengan melihat matahari terbit untuk pertama kali di Tahun 2010? Ada banyak tempat yang indah untuk melihat Sunrise di Indonesia dan pilihan jatuh ke Borobudur, disanalah saya dan Debbie (my girlfriend) akan melihat sunrise pertama di 2010.

Jadi malam Tahun Baru, saya hanya jalan-jalan sebentar di Malioboro melihat pawai sepeda dan sebelum midnight saya sudah di hotel karena harus bangun dinihari untuk berangkat ke Borobudur.  Lucunya saat dinihari saya berangkat ke Borobudur, saya melintasi beberapa cafe yang baru tutup sehingga banyak para tamu-tamunya sedang bubaran.  Jadi inget jaman-jaman di Hard Rock Cafe bubaran tahun baru :)

Dan inilah foto yang saya ambil menggunakan Blackberry Onyx saya dan sebenarnya sudah saya kirim via twitter pagi itu.  Moment ini cukup penting karena merupakan sunrise pertama di dekade yang baru ini ;)

first sunrise in 2010

The experience was great… selain menikmati pemandangan yang indah dan kemegahan Borobudur… Tak lupa saya mengucapkan syukur untuk tahun 2009 dan berdoa supaya bisa menjalankan tahun 2010 dengan baik dan diberi kebahagian serta kesehatan.

Saya sendiri merasa masih banyak yang bisa di-improve untuk membuat experience para turis mengunjungi Borobudur lebih wow dan membuat mereka ‘membicarakan’ Borobudur ke teman-teman mereka.  Lebih lanjut akan saya bahas nanti kalau saya sudah mengunjungi Angkor Wat.

Bagaimana perayaan Tahun Baru kalian? Mudah-mudahan cukup berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya ? Boleh diceritakan? Kalau belum terlalu kreatif, tidak apa-apa, perayaan Tahun Baru 2011 harus lebih kreatif ;)

taken from Nikon D90

I Look forward for the new decade... let's have a Creative Decade! (taken from Nikon D90)


Posted on December 29, 2009 - by Yoris Sebastian
Creative Solution untuk atasi Stress

Pagi ini, saya membaca laporan akhir tahun Kompas yang berjudul “Jakarta Ruwet Jakarta Stress”.  Ada benarnya juga.  Dalam setahun ini terjadi banyak sekali kejadian yang berhubungan dengan stress.

Mungkin sudah saatnya Jakarta berbenah diri dan memberi lingkungan yang kondusif untuk warganya.  Satu hal yang sudah mulai terlihat sejak kepemimpinan Bang Foke alias Pak Fauzi Bowo adalah mulai banyaknya taman yang dibangun menjadi ruang publik. Salut for this!

Selain itu menurut saya, Jakarta perlu lebih banyak fasilitas olahraga. Semua orang tau dengan rutin berolahraga, resiko stress akan lebih kecil.  Namun tidak semua orang suka olahraga.  Ada ide lain? Sebenarnya kalau saya mengambil inspirasi dari UK dan US, mereka disana secara sistimatik menggunakan olahraga sebagai salah satu sarana pelampiasan stress secara positif.

Di US, kita semua tau dengan kompetisi basket ball bernama NBA.  Disana kita bisa nonton basket, sambil memberi semangat dan sesekali memarahi pemain pujaan kita kalau salah.  Demikian pula di UK yang kita kenal dengan EPL alias English Premier League.  Saya beruntung pernah nonton pertandingan sepak bola disana.  Emosi tersalurkan secara positif disana… bahkan walaupun kita sering maki-maki pemain namun suara kita tenggelam diantara riuhnya stadion.

rame2 chelsea 05

Sementara di Jakarta, karena kita tidak punya sarana penyaluran positif emosi kita… kita akhirnya memarahi supir kita untuk masalah kecil.  Memarahi staff kita dan bahkan berantem dengan pasangan untuk masalah yang tidak besar.  Ujung-ujungnya kita menjadi stress.

So, untuk Jakarta apakah kita harus bikin lebih banyak Stadion Bola? atau Hall Basket?  As usual, Thinking out of the box – Execute Inside the Box tidak mau copy paste yang terjadi di luar.  Kita punya sesuatu yang Indonesia banget, tidak pernah berantem (not that i know) dan sangat membanggakan.

Apalagi kalau bukan Badminton.  Salah satu dari sedikit olahraga kita yang tingkat dunia!!! Saya bermimpi nanti akan ada King Smash Hall, Rudy Hartono Hall atau Alan – Susi Hall… nggak papa kan… toh banyak mimpi-mimpi saya yang kemudian menjadi kejadian.  Kalau mengambil quote dari film sang Pemimpi, “Bermimpilah… maka Tuhan akan memeluk mimpimu”


Posted on December 17, 2009 - by Yoris Sebastian
Apple Tablet – (Again) Become Problem Solver

Masih ingat kehadiran iPod di tahun 1999? iPod hadir disaat industri musik sedang mengalami penurunan pesat lantaran hadirnya Napster dan file sharing portal lainnya yang membuat penjualan CD menurun dengan cepat.  iPod datang dan berhasil menjadi salah satu penyelamat revenue industri musik.  9 September 2009, iPod sudah berhasil menjual 220 juta unit di seluruh dunia :)

Lantas di dekade sekarang ada masalah apa lagi di America? bisnis media cetak mengalami penurunan pesat.  Berita bisa didapat dengan cepat di internet.  Banyak sekali majalah besar yang kini terbit sangat tipis.  Majalah kesukaan saya Business 2.0 malah sudah tidak terbit lagi :(

macbook_tablet

Apa yang dilakukan oleh Apple?  Konon di Macworld Conference awal tahun depan mereka akan meluncurkan Macbook Touch atau iTablet yang tentunya sekali lagi akan membuat kita semua berdecak kagum.  Salah satu contentnya akan bekerjasama dengan Time Inc.  yang nantinya akan berjualan digital magazine.  Tapi banyak yang mungkin akan bilang, kan nggak enak baca majalah secara digital, enakan baca majalah secara fisik.

Seeing is Believing.  Take a look at this new edition of 2010 Sport Illustrated ;) Just click this youtube link.

Bagaimana? Seru? Mau?


Posted on November 1, 2009 - by Yoris Sebastian
Broadcast Bar (BC Bar)

logo bc bar buat blog

31 October selalu dirayakan dengan Pesta Haloween.  Namun buat saya, 31 October menjadi salah satu tanggal bersejarah dalam sejarah perjalanan kreatif saya karena di tanggal tersebut saya dan Meuthia Kasim membuka sebuah bar kecil bernama Broadcast Bar yang kemudian disingkat BC Bar.

Bar yang terletak disamping Hard Rock Cafe ini, mengambil tempat bekas butik Emporio Armani yang juga masih satu group dengan HRC dibawah naungan MRA Group.  Karena Emporio Armani tutup, maka lahirlah ide untuk membuat sesuatu di tempat yang sebenarnya cukup prime ini.

Waktu ditawari untuk membuat lounge atau coffee shop, saya tidak tertarik karena akan bersaing ketat dengan HRC yang juga menjual coffee dan soft drink.  Apalagi jam untuk berjualan coffee dan soft drink, masih terbilang sepi sehingga sayang kalau saya buat coffee place.

Akhirnya saya usulkan buat club saja, karena trend dunia sudah mengarah pada clubbing.  Saat itu belum terlalu banyak club di Jakarta, mungkin Parkit yang lumayan ramai.  Sementara Hard Rock Cafe kan lebih fokus pada homeband dan Top 40 music.

Weekend HRC selalu penuh sehingga dengan komposisi musik yang berbeda harusnya tidak menjadi masalah.  Malah complement to each other karena beda suasana dan jenis musik.

Kenapa namanya Broadcast Bar, karena MRA Group memiliki 2 radio saat itu Hard Rock FM dan MTV Sky sehingga kami bagi setiap Jumat yang memang target lebih older crowd, Hard Rock FM dance track akan diisi dance music live from BC Bar.  Jumat kami bekerjasama dengan 1945 MF dengan duo DJ Romy dan DJ Riri.  Sementara Sabtu dimana giliran MTV Sky yang live, kami bekerjasama dengan DJ Anton dan Phuture.

Selain bekerjasama dengan berbagai DJ tamu, tentunya kami memiliki resident DJ yang handal seperti DJ @khda, DJ Endru (sekarang lebih dikenal sebagai Drusteelo of Soul ID) dan later on DJ Andre.

Para Bartender yang direkrut semuanya harus bisa juggling dan flaring dengan botol-botol.  Mereka boleh ikut minum dan merokok selama bekerja seperti layaknya tamu.  Bedanya mereka tetap harus tetap berada di dalam bar :)   Justru yang lucu, di saat awal-awal mereka suka lupa untuk merokok dan minum saat bekerja.

ys bc bar rame2 buat blog

Budget rendah dan hanya buka 2 hari seminggu tidak menghalangi BC Bar sukses dan meraup keuntungan.  Saya jadi ingat, lampu disco di BC Bar, sebenarnya menggunakan lampu taman warna-warni yang digunakan secara mono color.

BC Bar tidak punya Grand Opening, tidak punya Anniversary tapi karena BC Bar buka pertama kali saat Haloween (31 October 1999), so malam ini saya perlu mengingat semua kenangan manis dan tentunya kreatif di BC Bar… sampai sekarang teriakan “Whatzuup… BC..!!!!” masih sering terngiang-ngiang di benak saya.  It was a great ride and very proud to remember BC Bar.  Some people even called it legend…

Thanks to all broadcaster (that’s how we call our guest) and all the operators (Panji, Jaya, Jorie, DJ @khd@, DJ Endru, DJ Dreco, Baron, Taufik, Goofy, Nia, Yon, Ade, Andi, Monique, Anne, Dedy, Oky, Punky, Rusman, Andreas, Chef Slamet, Slamet Cashier and Tasha, Ratu plus Heru & Kang Iyu… will add more names once i remember more names)

BC Bar penutupan sarinah


Posted on August 21, 2009 - by Yoris Sebastian
Coklat Monggo

coklat-monggo

Kemarin saya baru dari Yogyakarta, memberikan seminar di UGM.  Satu hal yang menarik, saat beli oleh-oleh saya menemukan Coklat Monggo khas Yogyakarta.  Coklat ini diproduksi di Yogya dan terbuat dari biji coklat pilihan asal Jawa dan Sumatra.  Sebagian kemasannya dibuat dari bahan daur ulang.

Ini merupakan salah satu contoh kreatif bagaimana membuat brand lokal, produk lokal, dengan standard global dan cita rasa internasional.  Berbagai nama khas Yogya digunakan sebagai brand name, misalnya Petruk, Semar, Gareng, Becak dan Borobudur.

coklat-monggo-yogya

Saya sendiri paling suka dengan dengan Dark Chocolate-nya yang diberi nama P.e.t.r.u.k  Rasanya enak sekali…….. Tidak salah kalau mereka menulis “Fine Javanese Chocolate”.  Waktu pesawat Garuda saya delay di airport Adisucipto, salah satu teman saya di Facebook, Mbak Tian juga suggest untuk saya beli Coklat Monggo di airport sambil menunggu… See people will recommend your product if your product is ‘talkable’

Makanya kalau orang bertanya, apa kunci sukses produk makanan, saya selalu bilang rasanya baru diikuti dengan kemasan dan program promosinya. Coklat Monggo merupakan salah satu dari produk yang rasanya enak dan kemasannya bagus dan unik sehingga dibicarakan dan direkomendasikan orang banyak.

Ada produk lokal lain yang bagus dan creative disekelilingmu?


Posted on August 13, 2009 - by Yoris Sebastian
Google punya saingan baru?

Hari ini Facebook menawarkan Search page baru… mungkinkah ini bisa menandingi search engine milik Google?  Mungkin saja… dulu juga saya ragu saat Google lahir di kala Yahoo sedang jaya-jayanya.

Search page ini juga tampaknya merupakan upaya FB menandingi twitter. Saat ini yang saya suka dari twitter adalah kita bisa search certain ‘keyword’ on everyone status.  Makanya Mbah Surip dan Indonesia Unite berhasil menembus trending topic nomer satu.

Memang untuk terus maju, kita harus terus melakukan inovasi dengan R&D yang terarah terhadap target market.  Kita tidak boleh santai-santai walau sedang berada diatas… apalagi kalau sedang dibawah ;)

Makin seru… perang inovasi dari para jawara new media :) who will win? The most creative companies for sure ;)

picture-2


Posted on August 9, 2009 - by Yoris Sebastian
Black Innovation Awards 2009 Winner Goes To Australia

crowd-bia-2009

Sabtu kemarin, 8.8.9 Black Innovation Awards (BIA) 2009 sudah mengumumkan nama para pemenang.  Saya sebagai juri cukup puas bukan saja karena secara kuantitatif jumlah karya yang layak dinilai juri tahun ini meningkat 10 kali lipat.  Tahun lalu para juri menilai 80 karya untuk dipilih 50 semi-finalist, sementara tahun ini ada 800 karya yang harus dipilih menjadi 50 semifinalist.

Karya-karya yang masuk semi-final juga harus ‘tahan banting’ dari komentar-komentar BIA Enthusiast yang tahun ini bisa memberikan komentar mengenai orisinalitas dan kreativitas para karya.

Tahun ini, para juri juga bisa tatap muka dengan para inovator yang masuk final 20 besar sehingga dalam menentukan pemenang, kami bisa memberi nilai tambah untuk mereka yang punya good reason di balik produk temuan mereka.

Dan, inilah wajah para pemenangnya:

Arif

Bharoto Yekti, Muhammad Rois Abidin, Arif Kurianto

Yang pertama disebut malam itu adalah Arif Kurianto sang inovator pembuat Blind Gaple.  Dengan blind gaple, para tuna netra dapat saling bermain gaple tidak hanya dengan sesama tuna netra tapi juga bisa dilakukan dengan orang normal.

Lalu juri memanggil pemenang berikutnya, Muhammad Rois Abidin dengan produk Bagcamp, dimana tenda dan tas menjadi satu dalam rancangan yang apik.

Pemenang berikutnya adalah produk Templast Sampah yang dirancang oleh Bharoto Yekti S.Ds.  Simple namun berguna.  Bharoto membuat design tempat sampah yang bisa digabungkan dengan berbagai kantong plastik yang beredar di pasaran, mulai dari yang kecil sampai kantong plastik besar.

Pemenang keempat, sungguh mengejutkan karena ternyata juga dimenangkan oleh Muhammad Rois Abidin.  Kali ini dengan produk Cankingz. Satu ide yang sederhana namun dikemas menarik dengan suatu alat yang mampu mempermudah membawa durian agar lebih aman dan nyaman. Bukan saja untuk naik pesawat namun saat ini banyak mobil yang tidak lagi memiliki trunk terpisah, sehingga produk ini akan sangat bermanfaat.

Seperti biasa, kalau para pemenang hadiah utama mendapatkan hadiah masing-masing @ Rp. 25.000.000. Kita juga memiliki 1 hadiah favorit pilihan BIA Enthusiast yang tahun ini jatuh ke E.B.I (Economic Bath Installation) karya Dika Gusti Nugraha.

Yang tidak biasa tahun ini, panitia memberikan grand prize untuk karya yang mendapatkan nilai tertinggi dari dewan juri untuk berangkat ke Sydney, Australia untuk menghadiri shooting program “New Inventors” dari program televisi ABC dan melihat tempat-tempat dan hal-hal yang inovatif yang ada disana.  Well, selamat untuk Bharoto Yekti S.Ds yang unggul di total nilai dari seluruh dewan juri.  Semoga trip ke Sydney nanti semakin membuka wawasan sebagai seorang innovator.


Posted on August 9, 2009 - by Yoris Sebastian
Creative Swimsuit for Kids

Kemarin, Astrid istri dari Wawan sahabat saya melahirkan anak mereka yang kedua tepat di tanggal 8 bulan 8 tahun 09.  Hari ini saya dan Debbie mencari kado untuk anak mereka.  Kami akhirnya membelikan selimut tidur untuk bayi hingga usia 1,5 tahun.

Yang menarik, saat di toko kami juga menemukan swimsuit untuk anak berusia 6 tahun yang bernama Cuddle Fish.  Dengan swimsuit ini, anak kecil akan lebih mudah belajar berenang dan kita tidak perlu takut mereka lepas dari ban renang mereka.

Kalau mau kreatif… harus sering memberi apresiasi ke hal-hal kreatif di sekeliling kita ;)

cuddle-fish


Posted on August 6, 2009 - by Yoris Sebastian
Buku Speech Obama laku keras di Jepang

obama-text-book-in-japan

Sungguh kreatif Asahi Press di Jepang yang jeli menerbitkan buku kumpulan speech Barack Obama.  Bukunya dijual sekitar Rp. 120.000 (1.050 Yen) sudah laku sekitar 400.000 copies. Sebagai perbandingan, hanya sedikit novel di Jepang yang bisa terjual 1 juta copies.

Banyak orang di Jepang yang menggunakan buku ini untuk belajar bahasa Inggris.   Buku yang disertai DVD rekaman pidato-pidato Presiden yang berulang tahun 4 Agustus kemarin ini bisa dibeli di toko buku setempat dan juga bisa dibeli di amazon.com Jepang

Sama seperti Feeder Busway yang segera menjamur setelah adanya Bus TransJakarta, terkadang kita harus jeli melihat sesuatu yang besar dengan membuat sesuatu yang menunjang hal besar tersebut.  Ayo lebih jeli lagi melihat peluang di sekitar kita ;)

Thanks to Endi Isradyatama untuk commentnya di Facebook Pages Yoris Sebastian