YORIS SEBASTIAN. thinking outside the box - execute inside the box

Archive for the ‘creative’ Category


Posted on December 31, 2011 - by
Novak Djokovic & Creative Endorsement

Siapa petenis pria nomer 1 dunia saat ini? Tahun 2009 Roger Federer, tahun 2010 Rafael Nadal dan tahun 2011 jatuh kepada Novak Djokovic.  Padahal kalau dilihat di ATP World Tour Rank, Djokovic hanya bermain 19 tournament dibanding beberapa pemain di Top 20 yang bermain sampai 30 tournament.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Walau hanya bermain di 19 tournament, Djokovic menang di 3 tournament Grand Slam seperti Australian Open, Wimbledon and the US Open.  Dia bahkan memecahkan rekor penghasilan terbesar dalam satu season di ATP World Tour sebesar 12.0 Million Dollars. Belum lagi dari penghasilan lain seperti product endorsement, misalnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Namun saya menulisnya di blog ini bukan karena Novak Djokovic ini luar biasa sukses di tahun 2011, namun terutama karena saya tergelitik melihat logo yang ada di pakaian Djokovic.  Something with T in it.  Karena beda, saya mulai google cari tahu siapa yang endorse petenis nomer 1 dunia ini?

Ternyata brand-nya bernama Sergio Tacchini.  Brand ini didirikan oleh petenis Italy bernama Sergio Tacchini di tahun 1966, pantesan saya tidak kenal brand ini, mungkin waktu jayanya saya masih terlalu kecil untuk memikirkan judul pakaian petenis nomer wahid seperti John McEnroe, Mats Wilander, Pat Cash, Pete Sampras dan Gabriela Sabatini.  Kalau sekarang saya malah penasaran dan pingin cari pakaian dengan brand Tacchini ini.  Makin beda makin seru kan?

Brand Tacchini sempat nyaris bangkrut dan akhirnya dibeli oleh businessman asal Hong Kong, Billy Ngok di tahun 2008.  Karena kecil dan tentunya tidak punya uang sebanyak Nike dan Adidas untuk endorsement banyak petenis papan atas tingkat dunia.  Di November 2009, mereka mengumpulkan uang hanya untuk endorse Novak Djokovic untuk kontrak panjang 10 tahun.

Walau hanya punya 1 endorsement namun sekarang Novak Djokovic adalah petenis no 1 dunia!  Selain itu kalaupun Djokovic tidak menjadi petenis no 1 dunia di tahun 2011, pemilihan Djokovic lantaran karakter-nya yang beda dan unik sesuai dengan brand Tacchini.  Gaya rambutnya juga tidak biasa untuk typical petenis dunia dan gaya bermain-nya yang sering mental-mental seperti rubber :)

Lesson learned: Walau kecil, jangan takut untuk melakukan inovasi.  Long term deal 10 tahun bisa dibilang kontrak selama karir professional Djokovic, malah dengar-dengar sudah ditambah additional 5 tahun sebagai ambassador saat dia pensiun nanti.  Cari atlet yang sesuai karakternya bukan karena dia no 1. atau karena twitter follower nya paling banyak ;-p

Wah, jadi pengen extend Blockbuzzter (my sponsorship consultant) ke atlet olahraga juga nih ;) We’ll see… ngobrol sama tim internal dulu ah.


Posted on November 22, 2011 - by
Happy Birthday Istriku

Tanggal 18 November kemarin, Debbie Novillia istri saya merayakan ulang tahun.  Kalau pas launching buku Creative Junkies, saya bisa kasih kejutan ke para wartawan yang hadir versi April Mop, kali ini saya juga harus bisa kasih kejutan ke istri saya yang juga Manager & Publicist Creative Junkies.

Apa kejutannya? Saya cuma bilang hari itu saya mau dinner hanya berdua dengan dia.  Jadi bilamana pihak keluarga ada yang mau ajak dinner, akan kami tolak.  Dinner nya dimana rahasia ;)

Semakin dekat hari ulang tahun, Debbie semakin penasaran dan minta dikasih clue.Lalu saya kasih clue, “Kejutan ulang tahun kali ini belum tentu bisa diulang di tahun-tahun berikutnya”  Semakin bingung lah dia… artinya kejutannya cukup special nih.

Pas hari H, dia bertanya lagi… penasaran nih… Nanti malam ketemuan sama seseorang ya? Ganteng gak? “Ganteng” jawab saya sambil senyum2 karena Elton John batal konser malam itu akan membuat Debbie semakin bingung.  Ternyata (later on baru saya tau) Debbie sempat menebak akan ketemu dengan Zee Avi malamnya.  Makanya dia makin bingung saat saya bilang nanti malam akan ketemu orang ganteng.

Tambah bingung lagi, karena pas sore baru saya bilang bahwa dinner jam 20.30 dan tidak bisa dimajuin walaupun dia saat hamil ini selalu makan malam agak early.  “Kamu makan aja dulu sedikit, nanti makan malam lagi” tutur saya sorenya.

Sempat rada panik, karena walau berangkat jam 20 menuju Senayan City yang biasa bisa ditempuh dalam waktu 15 menit dari rumah saya, ternyata malam itu macet dimana-mana.  Untungnya, kami ambil jalan alternatif dan berhasil sampe tepat waktu jam 20.30 karena malam itu saya reservasi di session 2 Portico November Fiesta with Masterchef Australia Adam Liaw :)

Sampe di Portico, Debbie belum ngeh… kami disuruh duduk di ruang tunggu karena meja masih sedang ditata.  Maklum session 1 baru selesai tampaknya.  Lalu saya bisikin Debbie untuk melihat poster yang terpampang di kaca… dia langsung berkaca-kaca… terharu karena dia memang suka sekali masak dan suka sekali nonton program tv Masterchef.

Walau dia tak bisa menyantap entree yang malam itu menyajikan Tuna Tartare, namun Main Course Roasted Seabass tentunya sangat enak.  Begitu pula dengan Tea Smoked Lamb Rack yang carefully choose cuttingnya dan sangat tender dan bumbunya luar biasa enak!

Namun kejutan belum berakhir hehehe… Adam Liaw mampir ke table kami dan saya sudah menyiapkan kado special berupa Wooden Spoon yang merupakan salah satu favorite kitchen tools dari Adam Liaw.  Wooden Spoon tersebut ditanda tangani oleh Adam dan langsung diberikan pada Debbie :-D

 

 

 

 

 

 

 

 

Malam itu Debbie senang sekali dan saya juga senang karena bisa memberi kejutan special untuk dia :) So once again, Happy birthday istriku Debbie… semoga semakin suka memasak ya ;)


Posted on August 15, 2011 - by
Dirgahayu Republik Indonesia ke-66

Minggu lalu saya ikut Kick Andy off-air di ITB, Bandung. Seperti biasa kalau tema Lentera Jiwa biasanya saya, Nugie dan Wahyu Aditya yang tampil bersama Bang Andy Noya.  Yang tidak biasa, adalah presentasi Wahyu Aditya kali ini menampilkan logo HUT RI yang menyadarkan kita semua bahwa sudah 7 tahun berturut-turut logonya sama saja.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sayang sekali ya, negri yang dipenuhi oleh banyak orang kreatif dan negara sudah mencanangkan industri kreatif sebagai salah satu pilar ekonominya, namun ternyata tidak kreatif untuk logo HUT Kemerdekaan sendiri.  Semoga tahun depan kita semua sudah punya logo HUT Kemerdekaan yang bisa dibanggakan.

Untuk cerita lengkapnya bisa mampir ke blog Wahyu Aditya ini: http://menteridesainindonesia.blogspot.com/2011/07/logo-hut-66-ri-versi-kdri.html

 


Posted on May 9, 2011 - by
Coca Cola : Kaleng berbentuk Botol

Berpikir out of the Box and stands out from the crowd, mungkin itu statement yang tepat untuk Coca Cola yang kembali membuat terobosan yang inovatif.  Yup sebagai market leader mereka memang perlu senantiasa melakukan inovasi.

Saya beruntung bisa jalan-jalan ke Amerika dan menemukan kaleng Coca Cola berbentuk kaleng.  Jadi kalau competitor yang lain hanya berupaya memiliki design logo dan warna yang dinamis sesuai dengan jamannya seperti contoh dibawah ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Coca Cola melakukan inovasi juga di bentuk kaleng mereka, menggunakan sesuatu yang memang sangat legendaris, botol kecil mereka yang sangat iconic.  Jadinya seperti ini.  Kaleng berbentuk botol ;) Never think of that? Itu yang namanya kreatif! Berpikir sesuatu yang belum kepikiran orang lain ;) Simple… tapi gak kepikiran sama kompetitor :)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

So, always try to push your innovation to another level :) Just like Coke!


Posted on March 16, 2011 - by
Ionopolis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum lama ini, saya menjadi Juri Ionopolis – game interaktif yang terintegrasi dengan 3 social networking media (Facebook, Twitter dan Foursquare).  Seperti biasa, selama lomba tersebut dekat dengan yang namanya kreatif maupun inovatif pasti saya akan bersemangat!

Apalagi Ionopolis ini merupakan kreasi lokal Pocari Sweat Indonesia, bukan program turunan dari Pocari luar negri.  Saya bahkan berharap kesuksesan Ionopolis ini bisa diadaptasi oleh Pocari Sweat luar.  Seperti yang sering saya sampaikan, Indonesia gudangnya orang kreatif, jadi mari kita buktikan bahwa Indonesia bukan bangsa peniru.  Kita bisa membuat sesuatu yang kreatif lalu sukses dan akhirnya diikuti oleh negara lain.

Salut untuk Ricky Suhendar, Senior Product Marketing Manager Pocari Sweat yang mampu melakukan brand activation online dan offline dengan cara yang beda alias out of the box namun eksekusi inside the box karena tetap saja mampu memberi edukasi tentang pentingnya cairan tubuh, terutama pesan bahwa dehidrasi bisa terjadi kapan saja.  Apalagi acara ini membuat para Pocarians secara aktif terlibat bersama komunitas mereka masing-masing.

Sukses Ionopolis cukup menggembirakan saya.  Bayangkan saja, lebih dari 93.700 orang terdaftar sebagai pemain hanya dalam kurun waktu 4 bulan.  Selain itu saat menilai para finalis, saya melihat karya-karya yang penuh kreativitas sehingga tidak heran kalau nilai mereka cukup tipis satu sama lain.  Seperti saya sebutkan di press conference, 10 finalis ini sebenarnya sudah menang, bayangkan 93 ribu peserta… namun memang hanya ada 2 pemenang grand prize yang berhak untuk wisata kreatif ke Jepang selama 1 minggu.  Congrats untuk Rasty Susanty dari Solo dan Riefa Ayu Astarina dari Bandung!

Mengintip itinerary mereka selama di Jepang, yang paling seru buat saya adalah Otsuka Museum of Art.  Wow… someday saya berharap bisa mengunjungi museum yang mereproduksi karya-karya masterpiece pelukis dunia di atas keramik.  Someday…


Posted on February 2, 2011 - by
Honda Scoopy – Good Design is Good Business

Kalau di era 2003, Yamaha sukses dengan inovasi Yamaha Mio yang lebih fokus ke konsumen wanita sehingga motor tersebut bisa dipakai oleh wanita dan pria. Mei tahun lalu, giliran Honda keluar dengan Honda Scoopy yang lebih fokus ke design retro modern seperti layaknya motor legendaris Vespa yang tentunya harganya sangat mahal untuk ukuran konsumen Indonesia.

Sejak diluncurkan, Honda Scoopy sangat laris bahkan sampai harus indent :) Mudah-mudahan ini memulai babak baru di Indonesia untuk tidak hanya fokus ke functional namun juga ke design… akan lebih bagus lagi kalau design-nya dipercayakan pada designer kreatif lokal dari Indonesia yang saya yakin juga sudah mampu asal diberi kesempatan.

Lihat saja gedung Gramedia Expo di Surabaya yang dibuat oleh Ridwan Kamil dari Urbane, langsung penuh sejak dibuka dan juga menunjukkan bahwa Good Design is Good Business.


Posted on January 25, 2011 - by
Crop Circle Sleman

Pola lingkaran misterius yang juga dikenal sebagai Crop Circle ditemukan di lahan persawahan di Sleman, Yogyakarta.  Apakah benar-benar UFO atau bukan? Saya juga tidak tahu… Buat saya yang penting menjadi obyek wisata dadakan :)

Bayangkan kalau saja itu adalah karya kreatif manusia… berarti mereka sungguh kreatif.

Bahkan kalau kita lihat di Jepang misalnya, mereka sengaja secara kreatif menciptakan sawah yang memang di-kreasikan sehingga menarik perhatian banyak orang.  Silahkan Google keywords ini: Inakadate Rice Fields.  Luar biasa kreatif! dan bukan Crop Circle… bukan UFO!


Posted on January 1, 2011 - by
Perayaan Tahun Baru 2011

Beberapa tahun yang lalu, saya sempat menulis di blog ini dengan judul Perayaan Tahun Baru.  Waktu itu masih dalam bagian kesukaan saya untuk Challenge The Norms dan mulai latihan dengan ber-imaginasi dengan hal-hal yang terjadi di luar negri, mungkinkah saya berbuat sesuatu yang beda sebagai event conceptor? Sesuatu yang kreatif?  Jadi bukan sekedar meniru apa yang ada diluar terus diterapkan disini.  Toh, lebih baik kita berlatih, bermain imaginasi, supaya (who knows) ketika kesempatan datang untuk berkarya di luar negri, kita sudah siap kan ;)

Oh iya waktu itu saya bilang begini, “Kenapa The Balls is always drop? kenapa setiap tahun bolanya selalu turun saat countdown?  Selain beda, dengan bolanya naik keatas kan auranya lebih positive? arahnya keatas bukan ke bawah” demikian komentar saya soal the legendary Ball Drop yang setiap tahun dilakukan secara spektakuler di Times Square, New York.

Tadi siang saat nonton Anderson Cooper’s 360 New Year’s Eve Countdown, saya melihat berbagai celebration di dunia dan yang paling menarik buat saya yang terjadi di Zojoji Temple, Tokyo.  Disana semua menuliskan wish list mereka mulai pukul 20:30.  Lalu 2 jam setelah itu balon dibagikan dan tepat pukul 23.30 New Year’s Eve ceremony diadakan.  Setelah itu sekitar 3000 Balon dilepaskan tepat pada pukul 00.00

Saya senang karena ternyata ada juga kan… yang merayakan tahun baru sesuai dengan yang saya imagine :) Slowly but sure, I’m hoping that I can create an OMG signature event abroad.  Think positive :) Who knows it will really happen in the future…. Happy New Year 2011..!!!


Posted on December 20, 2010 - by
Kenapa OMG bikin Car Freshner?

Pertanyaan ini yang kami berikan untuk para hadirin yang hadir dalam malam penghargaan Juara Social Media yang diadakan oleh majalah SWA, Sitti dan OMG Consulting.  Maklum tidak seperti souvenir biasa yang diberikan, OMG memberikan car freshner sesuai dengan logo OMG.

Kenapa?

1. Yang pasti OMG Consulting selalu mencoba (in any possible way) untuk challenge the norms.  Kita tidak terjebak memberikan souvenir yang biasa-biasa atau medioker untuk client kita.

2. Kalau kita berikan souvenir untuk di kantor, belum tentu setiap hari dilihat.  Belum lagi client kita suka sibuk kalau di kantor.  Nah, lebih seru kan logo OMG goyang-goyang di mobil sambil mengingatkan “Every Business is a Creative Business”

3. Tidak hanya sekedar beda dan sekedar branding, menurut beberapa ahli AC mobil (silahkan tanya tukang AC Mobil anda) konon kalau mobil menggunakan pewangi mobil dengan cairan nanti akan menimbulkan bau yang kurang nyaman di AC mobil anda di kemudian hari.  Jadi disarankan menggunakan pewangi mobil yang sifatnya bukan cairan.  Thinking Out of the Box – Execute Inside The Box dong ya.

4. Last but least, karena beda tapi meaningful jadinya diomongin ;)

So dari berbagai jawaban yang sebenarnya super kreatif.  Akhirnya kami di OMG Consulting menetapkan pemenang hadiah Samsung 2View ST 100 adalah twitter dari @Putsgrey
Sent: Dec 14, 2010 23:06

Utk menciptakan brand awareness, krn kl kita taruh di dlm mobil setiap hari OMG yg akn kt liat & ingat :) #carfreshner @yoris @JuaraSocMed

Karena Putri Amithya adalah yang pertama memberikan jawaban ini, setelah itu ada beberapa yang mirip di jam-jam berikutnya atau hari berikutnya.  Walau sebenarnya kalau ada yang menjawab tentang AC mobil, dialah yang akan menang namun karena sampai saat twitter contest ini ditutup belum ada yang menjawab seperti itu.  Berarti Putri Amithya yang berhak mendapat camera tersebut.

Last not least, kenapa hadiah untuk twitter contest ini Samsung 2view?

Karena kamera ini memang kamera-nya social media yang sadar bahwa setiap foto yang kadang terpaksa harus kita ambil sendiri, bisa di-intip hasilnya sehingga bila mau di-upload ke twitter, facebook maupun social media lainnya sudah siap tanpa harus di edit lagi ;) Ah semua memang harus serba matching memang hehehe


Posted on December 14, 2010 - by
Another Story dari Pembaca Buku Creative Junkies

KREATIVITAS adalah yang UTAMA! Itulah yang pertama kali gue pikirkan pada saat mengetahui ada lomba fotografi dari Air Asia. Jujur aja gue masih agak ragu-ragu pada saat itu untuk mengikuti lomba itu, karena deadline lombanya adalah malam itu juga, sedangkan gue gak punya foto dengan pernak-pernik Air Asia sedikitpun (salah satu persyaratannya adalah menunjukkan brand Air Asia di fotonya).
Gue gak mau kehabisan akal dan menyerah begitu saja, menurut gue ini kesempatan yang cukup besar untuk mendapatkan tiket perjalanan pulang pergi gratis ke salah satu rute penerbangan internasional Air Asia. Temanya kali itu adalah “Simply the Best”. Gue langsung teringat dengan buku Creative Junkies dari Yoris Sebastian. Kebetulan saja, gue baru aja baca buku itu sebelum gue mengikuti lomba ini, maka ini kesempatan yang bagus untuk “melatih” daya kreatif gue.

Berulang-ulang kali gue mencoba untuk membaca temanya yakni “Simply the Best”. Kemudian gue berusaha untuk memikirkan kira-kira konsep apa yang bisa sesuai dengan temanya, unik, menarik, dan pastinya kreatif. Akhirnya gue menemukan suatu ide kreatif yang langsung gue pergunakan sebagai konsep foto gue.

Temanya terdiri dari 2 kata, yakni simply dan juga best. Nah berarti gue harus membuat hal itu sesederhana mungkin tapi itulah sebenarnya yang terbaik. Maka gue pun menggunakan alat-alat yang juga sangat sederhana namun kreatif sebagai bahan objek foto gue. Gue langsung mencari poster bekas acara organisasi gue yang udah gak dipakai lagi, kemudian gue balik posternya jadilah gue mendapatkan media kosong yang bisa gue pergunakan untuk ide kreatif gue selanjutnya.

Kemudian gue ambil spidol untuk menulis dan juga kertas bekas tiket Air Asia yang udah gue pakai sebelumnya. Kebetulan sebelumnya gue sudah pernah ke Phuket, Singapore, dan juga Ho Chi Minh dan menurut gue itu perjalanan yang sangat luar biasa. Nah gue agak penasaran dengan Kuala Lumpur pada saat itu, maka dari pada itu rasa penasaran dan keinginan ini gue ubah menjadi suatu ide bahwa misi gue selanjutnya adalah berkunjung ke Kuala Lumpur dengan memenangi lomba ini. Maka jadilah poster ciptaan gue seperti berikut.

Kamera yang pakai juga bukan kamera canggih atau SLR, tapi Cuma kamera saku versi yang paling sederhana dari sebuah merk kamera. Gue gak pernah minder duluan karena gue memiliki segala keterbatasan, dari sana gue justru percaya bahwa sebenarnya ide guelah yang memiliki value besar, bukan ada di faktor kameranya atau juga peralatan yang gue pergunakan. Bener banget apa yang ditulis di bukunya Yoris bahwa memang ide kreatif itu memiliki values yang besar dan sangat berharga untuk kita.

Tidak lama berselang dari tanggal pengiriman foto itu, gue cukup merinding setelah mendapatkan email dari kantor Air Asia Pusat yang di Kuala Lumpur. Di email itu diumumkan bahwa ternyata gue menjadi salah satu pemenangnya. Yang lebih bikin merinding lagi adalah ternyata lomba ini levelnya se-Asia Tenggara dan gue adalah pemenang asal Indonesia. Akhirnya tiket perjalanan pulang pergi Jakarta-Kuala Lumpur pun berhasil gue dapatkan, sesuai dengan apa yang gue inginkan sebelumnya.

Disini gue Cuma mau bilang bahwa apa yang dituliskan di buku Creative Junkies bukan suatu teori dan isapan jempol belaka. Apa yang dituliskan disana benar-benar dapat di praktekkan dalam kehidupan kita sehari-hari, asalkan kita memang mau melakukannya. Terkadang banyak orang yang gagal karena tidak mau melakukannya atau justru menyerah begitu saja di tengah jalan.

Kita harus memiliki mimpi dan mimpi itu harus bisa kita wujudkan.  Untuk mewujudkan mimpi itu, kita harus kreatif. Tidak menyerah begitu saja ketika keterbatasan menghalangi kita. Gue bukan seorang fotografer, gue juga tidak punya kamera yang profesional, tapi gue punya ide kreatif yang bisa mewujudkan mimpi gue itu. Kalau gue aja bisa, kenapa kalian juga gak bisa sob?

Kisah nyata dari Jonathan Christian Susanto
Mahasiswa STIKOM LSPR Jakarta
@trapjovers89
www.guejojo.com