It’s All Started from a Mouse

Kerajaan bisnis “The Walt Disney Company” mungkin saat ini menjadi salah satu perusahaan media dan entertainment terbesar di dunia (Makin tahun makin besar, malah terakhir membeli Pixar sebesar US$ 7.4 Billion). Semua orang pasti ingat bahwa semua ini berawal dari seekor tikus bernama Mickey Mouse.

Mickey Mouse adalah cartoon pertama yang dibuat Walt Elias Disney dibawah bendera Disney sendiri. Sebelumnya Walt Disney sempat membuat Oswald the Lucky Rabbit tapi karena kalah trademark dengan Universal (maklum mungkin belum ngerti waktu itu) akhirnya Walt Disney harus membuat cartoon baru. Belum lagi hampir semua tim animatornya yang ikutan membuat Oswald di-hire langsung oleh Universal. Untung ada Iwerks dan Les Clark yang tetap loyal dengan Walt Disney dan ikut ‘melahirkan’ si Tikus, Mickey Mouse.

Banyak versi bagaimana sang tikus ini diciptakan oleh Walter Disney. Saya sempet baca bahwa karena Walt Disney dulu sangat miskin, maka di kamarnya banyak tikus sehingga saat menggambar cartoon yang sering digambar adalah tikus. Belakangan saya juga baca bahwa Mickey Mouse diciptakan dalam perjalanan kereta Walt Disney dan istrinya, Lilian ke Hollywood. Awalnya mau dinamakan ‘Mortimer’ namun dirubah menjadi Mickey Mouse atas usulan sang istri tercinta.

Bagaimanapun caranya, yang ingin saya angkat dari secuil sejarah diatas, adalah creativity tidak mengenal modal. Kalau kita punya kebiasaan kreatif, sukses ada di depan mata. Walau miskin dan sempat jatuh lantaran kalah trademark dan beberapa tim animatornya dibajak, Walt Disney terus berusaha pantang menyerah. Kalau kebanyakan orang mungkin akan ribut soal Oswald, Tapi Walt Disney tidak… dia maju terus dengan segala keterbatasan dan halangan yang ada.

Mickey Mouse lahir dan hasilnya jauh lebih sukses dari Oswald the Lucky Rabbit 🙂 kalau rejeki mah nggak ketuker 🙂

Enak ya belajar sejarah… 😉

7 Comments

  1. Iya hebat, neh, berangkat dari ide sederhana (eh termasuk sederhana ga ya?!) klo konsisten dan ga berenti malah jadi guede. Kalau potensi kartun dalam negeri bagaimana menurutmu Ris?

    Salam,

  2. Pasar komik di Indonesia sudah besar, walau masih komik impor ya. Tapi gak papa, ini napak tilas industri musik. Dulu juga artis musik barat memegang majority dari penjualan album populer di Indonesia, sekarang majority sudah dikuasai album lokal.

    radio2 juga mau nggak mau harus banyak puter lagu lokal, time have changed.

    nah komik lokal juga akan bangkit… sekarang kita sudah punya Chris Lie dan saya yakin masih banyak cartoonist lainnya.

    Selain itu ada Wahyu Aditya lewat HelloMotion yang mulai banyak produksi film animasi…

    time will tell…

  3. eh bukan applied maksudnya paid internship – tapi 1 taun programnya risssss
    keterima sukur, ngga keterima jg gpp sih, gue cuma bisa cuti sekola 6 bulan 🙁

  4. bisa ngasih informasi lebih gak tentang mickey mouse?????ternyata ada juga cowok yang seneng mickey mouse…^-^

    1. suka dong Arsyal…. saya suka Mickey Mouse… suka Donald Duck and many more 🙂 nanti saya coba tulis lagi soal Mickey Mouse ya… cari waktu dulu hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.