Wanita Wirausaha Joy Mangano

Sebenarnya saya sudah lama nonton film biographical drama ini, tepatnya di pesawat saat liburan keluarga ke Eropa. Saya selalu meluangkan waktu untuk nonton film inspiratif di pesawat berhubung sekarang saya sangat jarang ada waktu nonton film di bioskop maupun di netflix.

Film ini diangkat dari kisah nyata di tahun 1990 tentang kisah perjalanan ibu yang berperan sebagai orang tua tunggal untuk ketiga orang anaknya. Kehidupan Joy (diperankan oleh Jennifer Lawrence) lumayan rumit, orang tuanya bercerai, namun sang Ayah kembali tinggal di rumahnya. Mantan suami Joy yang pengangguran juga masih tinggal disana. Sementara sang Ibu tidak pernah beranjak dari tempat tidur untuk menonton opera sabun kesukaannya.

Joy seperti tulang punggung semua anggota keluarganya. Beban hidup Joy tambah berat saat ia mengalami pemecatan dari tempat kerja. Setengah depresi ia mencoba bangkit. Ia berusaha mengembalikan impian masa kecilnya yang sering menciptakan benda baru dari alat-alat apapun di sekitarnya. Joy teringat nasihat neneknya yang mengatakan bahwa dia bisa menjadikan keluarganya sukses dengan sesuatu dari hasil ciptaan Joy.

Singkat cerita (biar yang mau nonton tetap seru), Joy sukses dengan inovasi tongkat pel yang memudahkan penggunanya tidak harus memeras kain pel yang basah.

Begitu banyak film zero to hero, namun kenapa saya suka kisah Joy Mangano?

Karena (lagi-lagi) ini menunjukkan bagaimana kita bisa sukses karena sensitif dengan apa yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari dan sesuai dengan kekuatan kita. Di buku 5w1h sudah saya jabarkan bahwa menjadi wirausaha jangan diawali dengan pertanyaan bisnis apa ya yang akan meledak di masa depan? Tapi bisnis apa yang sangat cocok dengan diri kita. Pertanyaan pertama adalah WHO AM I? Ide bisnis yang bagus adalah ide bisnis yang sesuai dengan kekuatan kita masing-masing.

Joy waktu kecil sangat suka menciptakan benda baru dari benda-benda apapun disekitarnya. Lalu ide membuat tongkat pel sebenarnya lahir pada saat wine yang dibawa oleh mantan suaminya tumpah di kapal pesiar yang lantainya kayu. Joy terpaksa segera membersihkan lantai dengan kain dan tangannya pun jadi luka karena pecahan gelas wine tersebut. Dari kejadian itulah Joy kembali ke masa kecilnya, menciptakan tongkat pel yang memungkinkan kita membersihkan tanpa tangan kita harus basah, apalagi harus kena pecahan kaca.

Selain sukses dengan Miricle Mop, Joy kini memiliki lebih dari 100 paten untuk berbagai inovasi produk yang dia hasilkan dan dia juga memberikan kesempatan untuk siapapun yang punya ide kreatif untuk dibantu membuatkan patennya. Pay it forward..!!

Memasuki tahun 2017, kita ibaratnya sedang menulis buku 12 chapter dengan 365 halaman. Saya sangat percaya setiap orang punya jalannya masing-masing. Masalahnya tidak semua orang sensitif dengan kejadian yang terjadi dalam hidupnya. Tidak semuanya mempersiapkan dirinya sehingga pada saat kesempatan itu datang, seringkali terlewat.

Namun jangan kuatir karena menurut Richard Branson, “Business Opportunity is Like a Bus, One Bus Left There Will Be Another Bus Coming” jadi kalau tanpa sengaja kita sudah melewatkan banyak kesempatan di tahun 2016, masih akan banyak kesempatan hadir di kehidupan kita.

Buat yang punya akses ke Fox Movies Premium, film Joy ini sedang ditayangkan ya.

joy-mangano-miricle-mop

19 Comments

  1. Kisah yang sangat inspiratif dalam film ini, dan saya baru mendapat pencerahan bahwa bisnis harus di mulai dari apa yang cocok dengan kita dan menyenanginya saat menjalankannya, trims mas yoris sudah berbagi sesuatu yang menginspirasi melalui website ini, sukses selalu.

  2. “dia juga memberikan kesempatan untuk siapapun yang punya ide kreatif untuk dibantu membuatkan patennya”
    Ini menarik sekali Bung Yoris, bisakah dijelaskan secara detail tentang kesempatan untuk dibantu pembuatan paten oleh beliau?

    1. detailnya tidak tahu, tapi kayaknya dia bantu bayarin paten yang nantinya dipotong dari hasil penjualan inovasi buatan orang-orang muda.

  3. Wahahaha….baru aja kelar nonton. Disamping kecerdasan dan kesabaran tingkat tingginya, Joy mengajarkan kita untuk tetap stay in family circle whatever it is. Inspiring!

  4. Always inspiring! Aku setuju, setiap orang memiliki ‘zona waktunya’ sendiri. Menurutku, ttp penting untuk memahami diri sendiri dengan baik dan peka dengan kelebihan diri sendiri sehingga bisa maksimal dalam berkarya 🙂

  5. Udah lama ga visit blognya Bang Yoris.
    Cerita nya menginspirasi, dan bikin saya mau nonton filmnya.

    Thanks for always sharing inspiration, Bang Yoris!

    Cheers 🙂

Leave a Reply to AgenKaisar Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.