Your browser (Internet Explorer 6) is out of date. It has known security flaws and may not display all features of this and other websites. Learn how to update your browser.
X
Aside

The Girl in The Green Scarf

the-girl-in-the-green-scarf-picture

Semalam baru saja menonton “Confession of a Shopaholic” seperti biasa saya tidak ingin menceritakan sinopsisnya karena menurut saya tidak seru lagi kalau film yang masih diputar di bioskop sudah diceritakan di media or di blog lantaran penulisnya sudah menonton.

Yang menarik saya angkat adalah kolom “The Girl in The Green Scarf” yang secara berani diangkat oleh Luke Brandon seorang Editor majalah “Successful Saving” yang berpikir ‘out of the box’ melawan artikel-artikel ‘biasa’ yang sangat dalam dan sifatnya ‘keuangan’ sekali.

Sama seperti ‘Soto Gebrak’ di bilangan Setiabudi dekat SMA 3.  Simply hanya karena sotonya digebrak.  Tempatnya tidak pernah sepi.

Seperti penamaan perusahaan saya sendiri “OMG Consulting” yang merupakan singkatan dari Oh My Goodness… simply karena kalau dilihat-lihat apa yang saya kerjakan dahulu rata-rata memang tidak lazim dan mengundang orang berdecak…. Oh My Goodness!  Senin kok berani-beraninya bikin event rutin… Kok buka bar hanya buka 2 kali seminggu? yang buka setiap hari aja rugi gimana yang cuma buka dua kali seminggu??? atau Mana mau orang jalan-jalan ke suatu tempat yang kita tidak tau??

Kembali ke soal artikel.  Banyak majalah yang seringkali bingung bagaimana membuat majalahnya laku.  Ya kalau menurut saya simply by having a unique and interesting kolom or rubric.  Itu yang nomer satu. Setelah itu baru marketing, distribusi dan lain sebagainya.

Dulu saya bekerja di majalah HAI, masih ingat dengan rubrik ‘Menulis itu Gampang’ atau cerita Lupus? dan masih banyak lagi rubrik yang menarik kita di jaman itu. Semua itulah yang membuat orang berlangganan majalah HAI.  Awalnya malah orang penasaran Lupus itu benar-benar ada atau tidak?

Well, biasakan berpikir out of the box… biasanya hasilnya lebih baik daripada terus-terusan jadi mediocre 😉

  • bener banget.kata kuncinya memang simpel: beda! jangan beraninya cuma mirip2, dan jangan takut. setiap orang adalah cerdas jika kita cermat melihatnya dari sudut pandang yang benar. namun inilah tantangan kita sbg orang timur yang budayanya masih mencla-mencle mengenai hal ini:slogan yang tua yang paling tau :)) bibit bebet bobot:( ketidak adanya kepercayaan kadang membuat kita juga tidak pede dan tidak berdaya. berpikir “gila” belum menjadi sesuatu yang lazim di perusahaan non creative dan lebih percaya kepada industialis dan orang finance yang hanya melihat hitam atau putih, lazim atau tidak, profit atau loss( hello there fin guy… :)). btw g nonton ini bareng my lovely wife, n g kira film ini just another regular movie. tyt enlight my mind juga loh, sampe agak2 terharu :)i love you, my dear wife ..cuncun.. ( lho kog jadi ajang curhat nih lol)

    suhartono mulyadi

    March 23, 2009

  • You are so inspiring! Glad to work with you 🙂

    Alanda

    March 24, 2009

  • wahhh, IWBM setuju banget ama Yoris! harus creative dan out of the box..

    iwannabemom

    March 24, 2009

  • @IWBM: jangan lupa exceute inside the box ya 😉

    Yoris Sebastian

    March 26, 2009

  • @suhartono: sama, saya juga kebetulan yang milih pacar saya… tadinya saya pikir romantic comedy biasa… eh ternyata cukup inspiring 😉

    Yoris Sebastian

    March 26, 2009

  • @Alanda: Thank you… kapan2 we should meet up ya

    Yoris Sebastian

    March 26, 2009

  • sekecil apapun bisa jadi hal yg inspire yahh… butuh latihan utk bisa seperti itu… wahh ndak salah ikut training di jatiluhur ama bung Yoris… thanks yahh for a little inspire but will make a big change…

    bowie

    March 28, 2009

  • waduh…jadi get lost nih. sbenernya, apa sih maksud think out of the box execute inside the box? kdg ngerti kdg ga ngerti…jelasin lgi dung…also e simple example ya…hehe
    txx:))))

    maia

    April 4, 2009

  • begini, dulunya saya itu sangat suka OUT OF THE BOX… be different… hanya semakin banyak pengalaman, semakin sadar sering sekali kita mencoba OUT OF THE BOX tapi karena tidak ada relevansi dengan produk atau brand kita… akhirnya bukan out of the box tapi malah out beneran 🙂

    nah akhirnya saya merasa kita cukup berpikir OUT OF THE BOX tapi eksekusinya INSIDE THE BOX… dimana kita harus relevan dengan produk atau brand nya… supaya hasilnya bagus dan tidak melenceng 😉

    Yoris Sebastian

    April 15, 2009

  • hi…
    kak yoris, aku masih ngerti ga ngerti nih, sebenernya think outside the box execute inside the box tuh, artinya apa ya??
    could u please explain more?? with simple example ya.. tq 🙂

    maya

    April 7, 2009

  • humm…try to understaaaaand;P

    btway susah bener nih sekrg ngasih comment. aku sampe submit dua kali, eeeh dua duanya masuk 😀

    maya

    April 15, 2009

  • wah… rejeki gwe niyh, ikutan seminarnya mas Yoris di IND*S*T hari selasa kemaren…
    jadi refresh lagi ‘think out of the box, execute in the box’.
    At least… kalo gwe lagi boncengan motor sama hubby, gwe ga ngelamun, tapi mikirin gimana ‘warung merchandise’ tetangga gwe bisa laris manis seantero pulo gebang. he..he.. 🙂
    it’s a pleasure to meet you Mas 🙂

    Hani

    May 14, 2009

  • iya dong creative thinking bisa dimana saja…

    it was a pleasure to give seminar to almost 300 people at indosat 🙂

    Yoris Sebastian

    May 18, 2009

  • Yoris!!!
    gokil gila lo!!!
    akhirnya gw ketemu ma orang yang makin menguatkan gw untuk ‘think (and do) out of the box’
    Thanks a lot, Yoris Sebastian…
    i was attended on Indosat seminar last night,, and it made me opened my eyes to see more opportunities…
    last but not least,,,
    semoga pencerahan2 dari seorang Yoris Sebastian dapat memberikan inspirasi bagi Indonesia…
    2 thumbs up for you, dude..

    ira muchtar roe

    May 20, 2009

  • Sama-sama… senang bisa memberi inspirasi dan pencerahan 🙂

    stay in touch ya Ira…

    Yoris Sebastian

    May 20, 2009

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment