Your browser (Internet Explorer 6) is out of date. It has known security flaws and may not display all features of this and other websites. Learn how to update your browser.
X
Post

The Voice Indonesia

Billy Simpson

Semalam baru saja usai The Voice Indonesia season pertama, dengan kemenangan Billy Simpson sebagai juara pertama.  Saya senang karena sejak awal, saya memang menjagokan Billy, namun saya lebih senang lagi karena 3 finalist lainnya, Leona, Tiara dan Agseisa semuanya menunjukkan kualitas vokal dan penampilan yang luar biasa sehingga mereka memang layak tampil di Grand Final The Voice.

Bahkan dengan link youtube yang luar biasa, saya berharap mereka berempat akan dilirik oleh produser International.  Terutama Leona yang ternyata punya basic keroncong juga, sehingga lebih punya sesuatu yang unik untuk menembus dunia musik International.  Di berbagai seminar dan workshop tentang musik sudah saya katakan kalau artis kita ingin go international, harusnya mereka menggali kearifan lokal yang bisa jadi unique selling proposition kita. Nah, Leona tidak perlu menggali lagi karena ternyata memang sudah punya pengalaman di keroncong.

As usual, dari sebuah acara saya coba ambil inspirasi positif yang berbeda dari ulasan-ulasan yang ada pada umumnya.  Kesuksesan The Voice mengangkat bakat-bakat vokal yang luar biasa di Indonesia, sebenarnya memberikan inspirasi lain buat saya.  Saya lalu bertanya, kapan kita bisa bikin sendiri format ajang pencarian bakat yang berbeda namun berdampak positif untuk pesertanya.

Sebagai catatan untuk kita semua, The Voice ini aslinya buatan TV lokal di Belanda.  Dan baru mulai tayang belum lama ini, yaitu di 2010.  Karena formatnya yang unik (dan tentunya hebohnya di twitter dan youtube) di tahun yang sama, 14 Desember 2010 NBC membeli rights untuk tayang di America dan memulai tayang pada tanggal 26 April 2011 dengan formasi coach Adam Levine, Blake Shelton, Cee Lo Green, Christina Aguilera.  Nah, baru nih dunia International jadi heboh.

Jadi sebenarnya di era social media sekarang, kalau kita kreatif dan mampu membuat format acara yang out of the box namun dengan execute inside the box seperti The Voice of Holland.  Harusnya bukan tidak mungkin, format kita juga dibeli oleh jaringan televisi asing.  Maklum jaman sekarang, whoever with the most unique concept wins!

So saya berharap, in the future kita tidak hanya jadi bangsa penikmat, mampu bikin trending topic dunia namun belum mampu membuat format yang unik dan tentunya tetap jadi trending topic dunia.  Semoga The Voice of Holland memberi inspirasi positif buat kita semua.

Voice_holland

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment