YORIS SEBASTIAN. thinking outside the box - execute inside the box

Archive for the ‘marketing’ Category


Posted on November 4, 2011 - by
Popular Voting

Sejak kesuksesan American Idol mengudara, makin banyak kontes yang tidak lagi menggunakan judges sebagai penentu pemenang namun dengan menggunakan popular votes.

Namun ada baiknya kita melihat peraturan di American Idol bahwa Telephone calls to the American Idol voting lines are toll-free and  you may vote up to 50 times per performance show. Any additional votes you cast or attempt to cast above these limits will NOT count.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sehingga pemenang American Idol memang benar-benar popular di seluruh Amerika.  Karena siapapun bisa memilih dan gratis.  Kalaupun kita fans banget hanya bisa votes maksimal 50 kali.

Jadi tidak ada istilah nge-bom SMS :) Program tersebut hidup dari sponsor dan sponsor tertarik dengan acaranya karena benar-benar meluas ke seluruh masyarakat :)

So popular by toll-free votes or popular by premium votes ;) you choose…


Posted on February 15, 2011 - by
Fixie Bike – Good Design is Good Business

Mungkin komunitas Bike To Work (B2W) sudah lahir dari 6 Agustus 2004.  Saya selalu mengundang perwakilan mereka untuk ikut dalam workshop tentang community yang saya lakukan.  Namun kenapa akhir-akhir ini olahraga sepeda semakin meluas dan akhirnya menurut saya menjadi lifestyle bukan lagi semata olahraga, karena kehadiran Fixed Gear Bike atau di North  America lebih kerap disebut Fixie Bike.

Lagi-lagi terlihat bagaimana good design membuat bisnis penjualan sepeda jadi laris manis.  Seorang sahabat yang sukses jualan berbagai handphone dan accessories di beberapa mall papan atas di Jakarta sekarang pun mulai merambah bisnis jualan sepeda.  Sepeda menjadi good business ;)

Client saya yang biasa ngajak saya main golf tapi gak bisa karena saya tidak bisa.  Sekarang ngajak saya naik sepeda.  Sepeda menjadi gaya hidup.  Dulu sepeda adalah sekedar kesehatan karena design-nya yang sangat functional.  Design merubah hal tersebut.  So, again… Good Design is Good Business!


Posted on February 2, 2011 - by
Honda Scoopy – Good Design is Good Business

Kalau di era 2003, Yamaha sukses dengan inovasi Yamaha Mio yang lebih fokus ke konsumen wanita sehingga motor tersebut bisa dipakai oleh wanita dan pria. Mei tahun lalu, giliran Honda keluar dengan Honda Scoopy yang lebih fokus ke design retro modern seperti layaknya motor legendaris Vespa yang tentunya harganya sangat mahal untuk ukuran konsumen Indonesia.

Sejak diluncurkan, Honda Scoopy sangat laris bahkan sampai harus indent :) Mudah-mudahan ini memulai babak baru di Indonesia untuk tidak hanya fokus ke functional namun juga ke design… akan lebih bagus lagi kalau design-nya dipercayakan pada designer kreatif lokal dari Indonesia yang saya yakin juga sudah mampu asal diberi kesempatan.

Lihat saja gedung Gramedia Expo di Surabaya yang dibuat oleh Ridwan Kamil dari Urbane, langsung penuh sejak dibuka dan juga menunjukkan bahwa Good Design is Good Business.


Posted on January 31, 2011 - by
Starbucks New Logo

Memasuki usia ke 40 bulan Maret tahun ini… Starbucks di awal tahun 2011 meluncurkan logo terbaru mereka.  Yang tentunya menimbulkan banyak pro-kontra maupun pertanyaan seputar logo baru ini.  Demikian pula di twitter @yoris saat saya upload gambar cup berisi evolusi logo Starbucks seperti dibawah ini, langsung heboh :)

Buat saya pribadi, logo Starbucks yang baru bagus.  Karena mereka sudah memasuki babak baru, menggunakan icon – bukan lagi logo.  Kalau kita lihat dari tahun 1971 hingga sekarang gambar Mermaid (atau mereka lebih sering sebut Siren) terus berada bersama mereka.  Apa mungkin Howard Schultz sudah merencanakan hal ini sejak tahun 1992? Kalau iya, sungguh luar biasa…

Saya sendiri saat ini untuk logo perusahaan saya sendiri maupun untuk klien saya… selalu saya usahakan untuk memasukkan unsur icon sehingga kalau logonya sudah sangat terkenal seperti layaknya Nike.  Hanya dengan Swoosh icon, tanpa tulisan pun kita sudah tahu itu adalah Nike.

Jadi bukan hanya lantaran Starbucks memasuki chapter baru dan tidak hanya akan menjual kopi, namun great logo memang harus punya unsur icon yang nantinya bisa stand alone represent the brand.  Jadi untuk yang sedang merancang logo perusahaan baik yang besar maupun yang kecil bisa mulai memasukkan unsur icon di dalam logo…. Ingat Starbucks, Nike dan banyak perusahaan lainnya juga berawal dari perusahaan kecil ;)

Last but not least, walau saya pencinta single colour on logo… lihat saja logo OMG saya ;) namun IMHO, khusus untuk Starbucks seharusnya mereka tetap menggunakan warna Hijau dan Hitam… karena dua warna tersebut sudah sangat represent Starbucks, even without the logo.  Coba lihat foto dibawah ini…


Posted on October 4, 2010 - by
Hari Batik

2 Oktober kemarin Hari Batik Nasional.  Tidak terasa sudah 1 tahun Batik ditetapkan sebagai World Heritage dari Indonesia.  Belum terlalu banyak brand yang menggunakan momentum Batik dan 2 Oktober.

Dari beberapa iklan yang saya baca, saya tertarik dengan Blue Bird yang memanfaatkan momen 2 Oktober untuk mengganti seragamnya dengan batik.  Biasanya kan seragam mereka biru muda polos… Sekarang mereka akan tampil dengan batik biru muda bermotif.  Saya tidak sabar untuk naik taksi Blue Bird dan melihat seragam baru tersebut.  Walau tentunya bukan seragam saja yang di improve… kebersihan dan kenyamanan taxi juga sangat penting.  Malah jadi kepikiran pas Hari Anti Rokok nanti Blue Bird launch taxi khusus non smoking drivers… biar gak bau ;)

Selain itu iklan dari Kao juga sangat menarik,  “Jangan biarkan cintamu pada batik pudar” sekaligus mempromosikan Attack Batik Cleaner mereka yang sudah dijual berbagai tempat saat ini.  Selain itu info tentang microsite mereka juga dipasang di iklan tersebut www.cintabatikku.com

Wah jadi kepikiran untuk nantinya ada tempat khusus cuci batik secara manual alias pake tangan.  Seperti ide salah satu peserta workshop saya di Bali beberapa minggu silam, yang ingin bikin tempat pencucian khusus untuk pakaian yang perlu perhatian khusus dan tidak bisa dicuci mesin.  Nice idea!


Posted on July 2, 2010 - by
World Cup 2010

Wah karena kesibukan yang luar biasa, saya jadi nggak sempat menulis blog :( padahal banyak sekali yang bisa ditulis belakangan ini.  Mungkin sudah saatnya membeli alat yang bisa menuliskan apa yang saya bacakan :)

World Cup 2010, misalnya serunya Vuvuzela yang seharusnya mengingatkan kita untuk selalu menggunakan sesuatu yang lokal untuk sesuatu yang sifatnya global.  Piala Dunia di Afrika Selatan disambut egmpita oleh seluruh dunia dan mendadak Vuvuzela menjadi terkenal.  Mereka bahkan membuat Vuvuzela plastik sesuai dengan warna masing-masing negara peserta Piala Dunia.

Banyak kejutan terjadi, mulai dari gugurnya Italy dan Prancis di babak penyisihan grup.  Kedua pelatih dari tim besar ini memilih menggunakan pemain-pemain tua yang membawa Italy dan Prancis menjadi Juara dan Runner-Up Piala Dunia 2006. Prancis lebih parah lagi karena terjadi insiden ‘pemulangan Anelka dan mogok latihan para pemain’.

Tim andalan saya, Inggris juga tidak bersinar.  Mereka tidak kompak dan ini sekali lagi menunjukkan bahwa sebuah tim seharusnya lebih mementingkan kekompakan dibanding banyaknya pemain bintang namun tidak ada chemistry-nya.  Para pemain muda yang bukan bintang mungkin bisa diberi kesempatan.  Bila Capello diberi kesempatan lagi untuk Piala Eropa 2012.

Kini saya mendukung Argentina karena saya senang akan sejarah.  Maradona sukses sebagai Kapten kesebelasan dan membawa Argentina menjadi juara dunia.  Kini dia memiliki kesempatan untuk menjadi Kapten yang kemudian menjadi Pelatih dan juga membawa Argentina menjadi juara dunia.  Maradona meramu timnya campuran yang muda Messi, Higuain dan Tevez dengan pemain senior seperti Juan Sebastian Veron.

Maradona juga dengan santai memberikan kesempatan kepada Messi untuk menjadi Kapten di usia 22 tahun :) Banyak terobosan yang dilakukan pelatih ini.

Selain itu saya suka dengan kaul Maradona yang akan lari mengelilingi Obelisk, a famous Buenos Aires landmark, bila Argentina menjadi juara dunia kali ini.  Maradona memang selalu membuat kontroversi dan punya news value yang besar untuk media.

Berbicara soal Fads, seperti biasa Pepsi dengan kreatif membuat sebuah campaign berjudul, “If the coach goes naked, we will, too. Pepsi promises.” Yup, Pepsi akan jualan minuman soda mereka selama 1 minggu tanpa label bila Argentina juara dunia.  Sebuah kampanye yang innovative di sebuah negara yang memang gila bola.  Sekarang saya sangat berharap Argentina juara.  Walau harus diakui penampilan Jerman, Spanyol dan Brasil cukup meyakinkan.  Tapi kalau melihat dari hubungan pelatih dan pemain tampaknya Argentina punya kans besar untuk juara.  We’ll see :)


Posted on March 16, 2010 - by
Spirit of Coopetition

Waktu melihat Steve Jobs mempertunjukkan the new Apple iPad, saya langsung berpikir “Wah Amazon Kindle mendapat competitor yang luar biasa beratnya”

Saat ini Amazon sukses menjual e-books sejak mereka meluncurkan Kindle ke pasar Amerika sejak November 19, 2007 dan sejak January 19, 2010 mereka meluncurkan Kindle DX International ke seluruh penjuru dunia (kecuali Indonesia sayangnya).

Untuk saya, Kindle ataupun iPad nantinya akan sangat berguna karena saya bisa mendapatkan buku yang saya mau dengan super cepat dan tentunya rumah saya tidak akan akan berubah menjadi perpustakaan.

Yang menarik beberapa saat yang lalu, saya menerima email dari Amazon bahwa sekarang saya bisa membaca e-books dari Kindle edition tanpa harus memiliki alat Kindle.  Sekarang saya bisa membacanya dari laptop and bahkan dari iPhone saya.  Sungguh menarik melihat spirit coopetition disini.  Walau Apple sebentar lagi akan hadir dengan iBooks store yang akan menjual buku-buku secara digital, namun tidak membuat Apple harus menahan Amazon menjual Kindle edition di iPhone :)

Semoga spirit coopetition bisa segera menyebar ke Indonesia juga :) Setuju?

Kindle Coopetition


Posted on February 11, 2010 - by
3 idiots and the Power of Twitter

movie 3idiots

I really like this movie! Sebuah film yang bercerita tentang Lentera Jiwa.  As usual saya tidak akan me-review jalan cerita or sinopsisnya.  Kasian buat yang belum nonton.  Bandung sebentar lagi akan kebagian di Paris Van Java.

Yang sangat menarik bagaimana the power of Word of Mouth did it again!  and now from the form of twitter!  Saya sendiri pertama kali baca di twitter VeHandojo. Lalu dari beberapa teman di twitter juga mulai membicarakan. Sampai Raditya Dika dan Tika Panggabean yang bela-belain mau nonton di BlitzMegaplex MOI (Mall of Indonesia).  Saya juga pengen sih tapi Kelapa Gading kejauhan buat saya.  Apalagi cuma ditayangkan 1x sehari yaitu jam 21.30 sementara filmnya 3 jam artinya saya baru selesai pukul 00.30 dan harus naik mobil lagi pulang ke rumah saya di Kebayoran Baru dari Kelapa Gading.

Untungnya saya kenal Pak David Hilman, boss Blitzmegaplex dan saya email dia twitter dari Tika Panggabean yang berbunyi seperti ini:

From: @TikaPanggabean
Sent: Jan 17, 2010 14:29

Oo I know hrsnya begini:  #dearSBY plis suruh Blitzmegaplex perpanjang #3idiots di PP dan teraskota, Eymen!

sent via UberTwitter

Sayang kan, film ini ramai dibicarakan orang-orang di Twitter karena bagus namun sedikit yang nonton.  Walau tidak berani berjanji akan putar di PP dan Teraskota, Pak David berjanji akan forward ke programming sebagai input.

Akhirnya (setelah tunggu dan menunggu) input disambut baik oleh pihak Blitzmegaplex, 3 Idiots kembali diputar di PP hanya untuk 2 hari (Rabu 3 Feb dan Kamis 4 Feb) dan hanya untuk 2 show 18.30 dan 21.45 minggu lalu.  Karena sudah ada meeting malam pukul 19.00, akhirnya saya paksakan nonton tgl 3 Feb jam 21.45 dan it was worth it!

Ceritanya bagus banget.

Well, sama seperti di seminar Food & Beverage yang sering saya hadiri, saya selalu bilang restaurant kalau mau laku ya makanannya harus enak.  Film kalau mau laku ya ceritanya harus bagus.

Dan 3 Idiots ceritanya bagus sekali!

Picture 3

Gara-gara 2 hari sold out, film ini akhirnya diteruskan sampai Selasa 9 Feb dengan 4x pemutaran per hari (demikian pesan di twitter blitzmegaplex) dan hari ini (Rabu) saya liat di website blitz ternyata 3 Idiots masih diputar…. Wow tampaknya Bandung harus bersabar menunggu copy film ini sampai ke Paris Van Java ;)

The power of twitter has proven! Let’s wait for another success story from Mobile Marketing ;) twitter is mobile right? or online? apapun itu… twitter sudah membuktikan mampu menjadi tools untuk spreading the good news (and bad news  too)

Mau nonton 3 Idiots lagi ah weekend ini :)


Posted on February 1, 2010 - by
Nike punya logo-logo baru?

Saya senang mengamati perkembangan para market leader yang inovatif.  Mereka tidak pernah berhenti melakukan terobosan.  Seperti tadi siang, saya baru sadar bahwa Nike Sportwear kita tidak semuanya masih menggunakan the iconic swoosh logo lagi.  Ternyata Nike Sportwear punya banyak collection dengan logo-logo baru.  Salah satunya Polo Shirt super keren dibawah ini.

nike ganti logo kah

Tag masih Nike namun di dada sudah bukan swoosh logo lagi.  Apakah inovasi ini akan berhasil atau tidak? We’ll see in the future.  Tapi menurut saya, ini merupakan langkah yang tepat untuk peremajaan brand Nike.  Brand ini akan tetap legendaris, namun we might need new icon as well ;)

Dengan harga yang sama-sama Premium, kira-kira lebih laku Polo dengan logo Swoosh yang iconic atau dengan logo baru ini ya?


Posted on November 4, 2009 - by
Customer Service is not about the Budget

Itu yang selama ini saya yakini dan hari ini dikonfirmasi lagi oleh Dr. Joseph Michelli dalam seminar sehari “Lessons From The Legends” yang diadakan oleh Result Asia dan BrandI.

Mungkin banyak yang langsung bilang Ritz Carlton kan bisa kasih extra service karena memang harganya sangat premium.  Bahkan setiap employee punya otoritas sebesar $2000 tanpa approval selama hal yang dia lakukan demi kenyamanan tamu.  Well, itu karena Ritz Carlton memang punya strategy seperti itu, namun dibalik semua itu mereka simply hanya berusaha untuk melakukan service dengan konsep “Create The Home of a Loving Parent”.  As simple as that.  Apakah seorang ibu akan minta approval dulu kalau anaknya ada yang sakit? dan masih banyak lagi kisah yang diceritakan Dr. Michelli yang memang adalah pengarang buku “The New Gold Standard” yang memang mengupas cara-cara Ritz Carlton menjalankan customer service mereka.

Belum lagi bagaimana Starbucks yang memang fokus menciptakan customer instead of fokus pada profit making.  Starbucks menciptakan suasana yang luar biasa berbeda sehingga orang mau membeli coffee dengan harga premium.  Dengan customer service yang bagus tak heran bila banyak orang  memegang cup starbucks dengan posisi logo keluar karena bangga dengan brand starbucks.

Memang sulit kalau bekerja di tempat yang karyawannya sendiri tidak bangga akan perusahaan tersebut, bagaimana pelanggannya juga mau bangga?

Kembali ke soal budget, hari ini Dr. Michelli juga bercerita bagaimana dia disambut di kamarnya semalam dengan ‘unique welcome notes’ from the GM.  Biasanya kan hanya kartu, kali ini dia mendapatkan 3 bukunya dibingkai lengkap dengan welcome notes dari GM Ritz Carlton Jakarta.

Saat makan siang saya bertanya apakah dia mendapatkan hal yang serupa di Singapore or Kuala Lumpur dalam rangkaian tour asia dia kali ini? Ternyata tidak, namun dia sangat impress dengan pemberian welcome notes ini.  Dia pasti akan menggantungnya sebagai memorabilia di rumahnya nanti.

So customer service is not only about the budget but about the love and your creativity ;)

Dr Michelli with WOW present from ritz jkt

Punya pengalaman customer service yang bagus di Indonesia? boleh di share ya…