Wednesday. February 2, 2011 9:19 - by Yoris Sebastian
Kalau di era 2003, Yamaha sukses dengan inovasi Yamaha Mio yang lebih fokus ke konsumen wanita sehingga motor tersebut bisa dipakai oleh wanita dan pria. Mei tahun lalu, giliran Honda keluar dengan Honda Scoopy yang lebih fokus ke design retro modern seperti layaknya motor legendaris Vespa yang tentunya harganya sangat mahal untuk ukuran konsumen Indonesia.

Sejak diluncurkan, Honda Scoopy sangat laris bahkan sampai harus indent
Mudah-mudahan ini memulai babak baru di Indonesia untuk tidak hanya fokus ke functional namun juga ke design… akan lebih bagus lagi kalau design-nya dipercayakan pada designer kreatif lokal dari Indonesia yang saya yakin juga sudah mampu asal diberi kesempatan.
Lihat saja gedung Gramedia Expo di Surabaya yang dibuat oleh Ridwan Kamil dari Urbane, langsung penuh sejak dibuka dan juga menunjukkan bahwa Good Design is Good Business.
Monday. January 31, 2011 5:40 - by Yoris Sebastian
Memasuki usia ke 40 bulan Maret tahun ini… Starbucks di awal tahun 2011 meluncurkan logo terbaru mereka. Yang tentunya menimbulkan banyak pro-kontra maupun pertanyaan seputar logo baru ini. Demikian pula di twitter @yoris saat saya upload gambar cup berisi evolusi logo Starbucks seperti dibawah ini, langsung heboh

Buat saya pribadi, logo Starbucks yang baru bagus. Karena mereka sudah memasuki babak baru, menggunakan icon – bukan lagi logo. Kalau kita lihat dari tahun 1971 hingga sekarang gambar Mermaid (atau mereka lebih sering sebut Siren) terus berada bersama mereka. Apa mungkin Howard Schultz sudah merencanakan hal ini sejak tahun 1992? Kalau iya, sungguh luar biasa…
Saya sendiri saat ini untuk logo perusahaan saya sendiri maupun untuk klien saya… selalu saya usahakan untuk memasukkan unsur icon sehingga kalau logonya sudah sangat terkenal seperti layaknya Nike. Hanya dengan Swoosh icon, tanpa tulisan pun kita sudah tahu itu adalah Nike.
Jadi bukan hanya lantaran Starbucks memasuki chapter baru dan tidak hanya akan menjual kopi, namun great logo memang harus punya unsur icon yang nantinya bisa stand alone represent the brand. Jadi untuk yang sedang merancang logo perusahaan baik yang besar maupun yang kecil bisa mulai memasukkan unsur icon di dalam logo…. Ingat Starbucks, Nike dan banyak perusahaan lainnya juga berawal dari perusahaan kecil
Last but not least, walau saya pencinta single colour on logo… lihat saja logo OMG saya
namun IMHO, khusus untuk Starbucks seharusnya mereka tetap menggunakan warna Hijau dan Hitam… karena dua warna tersebut sudah sangat represent Starbucks, even without the logo. Coba lihat foto dibawah ini…

Saturday. January 29, 2011 10:02 - by Yoris Sebastian
Salah satu inspirasi yang saya dapat saat menonton film Burlesque adalah belajar dan terus berlatih walau itu bukan job desk kita saat ini. Yup, sering sekali kita bermimpi untuk jabatan di atas kita ataupun pekerjaan impian kita namun saat ditanya apakah kita sudah berlatih? jawabannya, “Nanti saja pas saya di promote atau nanti saja saat kesempatan nya datang. Toh sekarang saya sudah cukup capek dengan pekerjaan saya saat ini”.
Kalau saja Ali Rose (yang diperankan oleh Christina Aguilera) berpikir demikian mungkin dia tidak akan sukses dan meraih impiannya sebagai leading role dan bahkan penyanyi di Burlesque tempat ia bekerja saat itu. Selain itu Ali juga persistent mengejar impiannya, satu inch demi inch dijalankannya. Mulai menjadi waiter tanpa bayaran (kalau kerjanya tidak bagus) sehingga ia bisa mempelajari setiap lagu yang dimainkan di Burlesque dan belajar melakukannya di waktu luangnya sebagai waiter. Hingga memaksa ikut audisi, dapat peran kecil hingga akhirnya secara tidak sengaja menjadi leading role.
We need to keep on creating opportunity in life. Dan saat opportunity tersebut datang, kita sudah siap. Memang ada faktor keberuntungan, namun kita tidak akan beruntung kalau tidak terus menciptakan peluang dan mempersiapkan diri kita sebaik mungkin untuk peluang tersebut.

Tuesday. January 25, 2011 20:10 - by Yoris Sebastian

Pola lingkaran misterius yang juga dikenal sebagai Crop Circle ditemukan di lahan persawahan di Sleman, Yogyakarta. Apakah benar-benar UFO atau bukan? Saya juga tidak tahu… Buat saya yang penting menjadi obyek wisata dadakan
Bayangkan kalau saja itu adalah karya kreatif manusia… berarti mereka sungguh kreatif.
Bahkan kalau kita lihat di Jepang misalnya, mereka sengaja secara kreatif menciptakan sawah yang memang di-kreasikan sehingga menarik perhatian banyak orang. Silahkan Google keywords ini: Inakadate Rice Fields. Luar biasa kreatif! dan bukan Crop Circle… bukan UFO!

Tuesday. January 4, 2011 9:46 - by Yoris Sebastian
Seperti tak tertahankan lagi, tahun 2010 memang menjadi tahun dimana social media semakin diperhitungkan. Setelah 2009 diwarnai dengan berbagai kehebohan di social media, sebut saja gerakan mendukung Bibit-Chandra lalu movement mengumpulkan koin untuk Prita yang secara luar bisa berhasil terkumpul sebanyak 650 juta serta Joko Anwar yang ‘terpaksa’ telanjang karena sudah terlanjur janji di twitter kalau followernya tembus 3000 waktu itu.
Di 2010, social media telah menjelma menjadi media. Malah setiap kita ingin tahu tentang berita apapun, kita tinggal liat di twitter. Facebook juga semakin mapan dan Indonesia menjadi Negara nomer 2 pengguna FB terbesar dibawah Amerika. Saya ingat waktu sedang melintas Pacific Place dan saya melihat orang berhamburan. Saya buka twitter dan di timeline saya sudah penuh dengan info adanya gempa. Bahkan kalau saya tidak lewat Pacific Place pun berita tentang gempa akan mendatangi kita. Bukan kita lagi yang mencari berita
Mau nonton bioskop, kita tinggal ketik… Nanti malam mau nonton film ini. Kalau rata-rata teman kita di social media tidak menyarankan film tersebut, bisa jadi kita goyah juga ya
Atau bagaimana kita penasaran karena semua orang memuji musikal Onrop! Sehingga akhirnya ikut beli tiket dan nonton walau event tersebut tidak pasang iklan TV maupun cetak.
Youtube juga semakin populer dan mainstream untuk orang kebanyakan di Indonesia. Kalau Saykoji sukses dengan tembang Online lantaran lagu tersebut di-upload di Youtube hingga akhirnya lagu tersebut di-kontrak oleh digital label dr.m kemudian mendapatkan kontrak dengan IM3 untuk produk terbaru mereka HP Nexian Online. The rest is history.

Tahun 2010, Youtube kembali berkibar lewat video lipsync dari Sinta & Jojo untuk lagu Keong Racun yang ditonton 5 juta views. Selain mendapat tawaran iklan, mereka juga akan segera meluncurkan album
Lalu ada Gamaliel & Audrey yang tampil membawakan berbagai lagu orang dan sukses menarik 1 juta views lewat lagu Telephone milik Lady Gaga. Kini Gamaliel & Audrey sudah dikontrak oleh major label Sony Music. Saya yakin di 2011 akan lahir lebih banyak lagi talent lewat media yang benama Youtube ini, walau mudah-mudahan tidak akan ada lagi kehebohan video mirip artis seperti 2010 ya
Salah satu yang sukses memanfaatkan word of mouth melalui social media adalah Holycowsteak. Dengan berani mereka menjual Wagyu Steak seharga 90.000 Rupiah di pinggir jalan. Namun berkat positive WOM yang mereka dapatkan di socmed kini mereka sudah mampu membuka cabang bentuk rumahan di bilangan Senopati. Maklum Wagyu Steak biasanya dijual seharga 250.000 Rupiah di café maupun hotel.
Bukan hanya perusahaan kecil, perusahaan besar pun ada yang sukses dengan socmed. Siapa lagi kalau bukan ice cream Magnum dari Walls. Mereka sukses memadukan socmed dan traditional media. Ice Cream ini ludes dimana-mana seiring dengan orang-orang menggunakan avatar yang berlumuran coklat dari Magnum dan iklan TV mereka tayang.
Belum lagi bicara soal buku Marmut Merah Jambu milik Raditya Dika yang konon pre-sale lewat twitter hingga 25.000 copies. Atau buku perdana milik saya Creative Junkies pun sukses jadi best seller lantaran social media. Saya pribadi bahkan tidak menggunakan iklan koran sama sekali. Buku kedua saya pun, Keep Your Light On! Black Innovation Award langsung naik cetak lagi di hari pertama edar ke toko-toko buku nasional.

Jadi saya rasa 2011 juga akan semakin di-dominasi oleh mereka yang mampu secara kreatif memanfaatkan social media sehingga mendapatkan hasil yang maksimum. Ingat Social Media adalah CONVERSATION. Kita harus mampu menciptakan conversation yang menarik untuk dibicarakan. Untuk itu kita juga harus rajin mendengar. Listen real good.
Yang pasti naiknya social media tidak akan membuat traditional media tenggelam. Kecuali traditional media yang menolak untuk ikut dalam arus social media. Holycowsteak semakin heboh justru saat masuk liputan Koran nasional. Video mirip artis semakin banyak ditonton justru setelah masuk media televisi. Dan brand-brand seperti Holycowsteak maupun musikal seperti Onrop! nantinya saat menjadi besar juga akan pasang iklan. Ingat Es Teler 77 dan Martha Tilaar yang dulu juga mulai dari kecil dan tidak punya budget iklan kan
The good thing about social media yang semakin mainstream dan impactful adalah…. Hanya produk yang baik yang bisa bertahan, karena yang tidak baik langsung dibahas tanpa ada filter…. artinya menguntungkan kita sebagai konsumen. Namun hati-hati… produk yang baik dan benar belum tentu menarik untuk dibicarakan… so be creative and keep on innovating to create new meaningful product or service and let other people do the talking
Good luck di 2011…!!!
Saturday. January 1, 2011 23:19 - by Yoris Sebastian
Membaca di beberapa koran di bulan Desember kemarin, saya mendapat kabar bahwa Upah Minimum Propinsi DKI Jakarta mulai 2011 ditetapkan sebasar Rp 1.290.000 atau naik sebesar 15,38 persen dari UMP Jakarta tahun 2010 sebesar 1.118.009 rupiah.
Saya senang karena berarti rata-rata pekerja di DKI Jakarta akan membawa pulang ke rumah hampir 1,3 juta rupiah per bulan. Berarti ada peningkatan kualitas hidup bagi para pekerja di ibukota.
Namun saya jadi kepikiran dengan para pengusaha di DKI yang punya banyak karyawan, mungkin kenaikan 15,38% persen akan berdampak berat. Kenaikan ini mungkin saja menimbulkan kenaikan harga jual produk atau jasa dari perusahaan. Kalau mereka tidak kuat, maka akan ada efisiensi karyawan. Jadi akan ada domino efek dari kenaikan UMP ini.
Kalau kita study banding (tanpa harus langsung ke luar negri ya… toh ada google) ke Manila, pemerintah disana terus menambah lini pekerjaan yang berpenghasilan tinggi untuk warganya. Salah satunya yang sudah sukses adalah pekerjaan di Call Centre. Seperti yang saya baca di Business Week terbitan 6 Desember 2010, pemerintah Philippines mempermudah approval untuk mereka yang mau membuka Call Centre Business di Manila, mereka memberikan tax breaks, quick clearance for building permits dan exemption from import duties on computer & telecom gears yang diperlukan untuk Call Centre. Sekitar 40.000 pelajar disponsori oleh pemerintah untuk memperbaiki bahasa Inggris mereka dan tentunya communication skill.

Hasilnya? para pekerja muda ini sekarang mendapatkan penghasilan sekitar 300.000 pesos (US$ 6.850) setiap tahunnya. Di negara yang annual GDP nya sekitar 83.000 pesos (US$ 1.900). Sekedar perbandingan saat ini annual GDP Indonesia adalah US$ 2.963. Jadi bayangkan pendapatan US$ 6.850 per tahun ini sebenarnya juga menggiurkan untuk Jakarta sekalipun.
Lagipula, domino efek dengan tingginya pendapatan para pekerja muda itu adalah mulai dibangunnya Mall, Bar, Cinema dan Cafe di sekitar kantor-kantor Call Centre tersebut. Padahal sudah pasti kantor Call Centre dibuka di daerah yang tidak prime tentunya. Sama-sama domino efek namun yang ini sifatnya bagus untuk perekonomian
Genius? Tidak juga… Pemerintah Philippines sebenarnya hanya belajar dari kesuksesan India yang waktu itu sangat terkenal dengan Call Centre Business di Bangalore. Mereka mendapatkan bisnis yang begitu besar dari outsourcing Call Centre dari US, Europe dan Australia. Sekarang Bangalore bersaing ketat dalam business outsourcing ini dengan Manila dan kalau tidak salah sedang diarahkan juga ke Cebu.
So, in my humble opinion… selain menaikkan UMP sebaiknya pemerintah juga memikirkan bagaimana menambah lini pekerjaan yang mendatangkan pendapatan yang besar untuk warganya sehingga punya efek domino yang positif untuk orang banyak. Contoh diatas menurut saya belum merupakan contoh yang kreatif, baru contoh yang baik dan benar.
Dan saya yakin masih banyak peluang lini pekerjaan yang perlu dikembangkan di Indonesia, khususnya di kota-kota sekitar Jakarta sehingga bisa benar-benar menjadi kota mandiri. Jangan penduduknya tinggal disana, namun tetap bekerja di Jakarta. Selain pemborosan bensin untuk transportasi juga pemborosan waktu, sehingga rendahnya kualitas hidup. Saya berharap, akan ada kota mandiri yang secara sistematis memilih beberapa lini pekerjaan baru yang penghasilannya tinggi untuk warganya, sehingga mereka tidak perlu bekerja di Jakarta lagi.