Wednesday. April 6, 2011 14:51 - by Yoris Sebastian
Minggu lalu selesai sudah rangkaian acara panjang bersama Wanita Wirausaha BNI Femina. Hampir setahun lamanya saya ikut serta dalam Seminar maupun Workshop untuk para Wanita Wirausaha di Jakarta, Bandung, Solo, Bali, Pekanbaru, Manado dan Palembang. Sayang sekali saya harus melewatkan Yogyakarta, Surabaya dan Makassar karena ada kontrak yang sudah tidak bisa digeser tanggalnya.

Senag sekali karena selain bisa berbagi ilmu, saya juga bisa keliling Indonesia menikmati berbagai makanan khas lokal bersama pembicara lainnya seperti Rhenald Kasali, Cyltamia Irawan, Nukman Lufhtie mapun Farhan yang bertindak selaku moderator. Apalagi pas sampai di kota-kota tersebut saya juga bisa book signing untuk buku saya Creative Junkies
Mumpung sudah jauh-jauh ke kota tersebut bisa tanda tangan dan foto bareng

Tambah senang lagi karena ternyata satu dari sekian banyak peserta workshop saya, ternyata terpilih sebagai pemenang Wanwir BNI Femina tahun ini. Dia adalah Oktavia Erdyan yang jadi Pemenang Penghargaan 3 dan berikut testimonialnya:
to be honest, seminar femina kemarin itu adalah seminar pertama ku. biasanya males bgt ikut2an seminar2. Kenapa ikutan seminar itu? karena pas beli femina, ternyata pembicaranya salah satunya adalah Mas Yoris. udah ebberapa kali denger nama Mas, jadi penasaran “siapa sih Yoris?” karena katanya orang kreatif, aku ikut. bela2in deh tuh krn aku suka hal2 yg kreatif since di Terrant kudu harus kreatif hehehe
pass abis ikutan seminar, ternyata beneran bagus sesi Mas Yoris. saking terpananya, aku gunting2 tuh makalah yg dikasi femina cobaaa! hahahaha biar ingeet ceritanya. abis digunting di tempel di tembok kantor.
abis gitu jadi semangat ikut workshop. inget bgt waktu itu bilang ke meja registrasi femina, trus bilang ke Mba-Feminanya:”saya ikutan cuma satu hari aja, (krn waktu itu ada dua hari) yang ada Yorisnya doang.” hahahahaha
dari situ aku belajar mem-break down ide (bahasanya execute inside the box tuh yah? hehe) dan jadi berani berfikir: semua mungkin asal dipikirin aplikasinya aja. trus aku berani2iin ikut lomba wanwir
setelah di survei dan diinterview2 gitu, aku terpilih jadi salah satu pemenang. seneeng bgt, karena jadi agak “gaul” deh tuh kenalan sama wanwir lainnya dan nambah pengalaman
di Terrant, aku nerapin ilmu PR ku, memang banyak yg ga sesuai sama pakem penerbitan pada umumnya, tapi aku berusaha mempelajari dan ikut trend “pasar”ku yaitu remaja. nah karena Terrant khusus remaja, jadi ga terlalu ribet mikirinnya. dan kreatif adalah kuncinya.
so thank You so so much Mas, ur an inspiration and a mentor

Monday. April 4, 2011 16:17 - by Yoris Sebastian
Bulan lalu saya senang sekali karena diundang oleh Samsung untuk ikut ke Singapore dan hadir di Samsung Forum 2011. Dari berbagai product Samsung yang inovatif, saya sangat tertarik dengan Samsung new LED TV yang tampil dengan feature “Smart Hub” yang nantinya menggabungkan kita bukan hanya dengan internet tapi juga any devices yang tersambung dengan layar ini, misalnya harddisk isi foto2 atau berisi film2 koleksi pribadi kita dan masih banyak lagi.
Tak heran kalau youtube channel dari para musisi besar di dunia sekarang sudah HD, karena nantinya kita bisa pilih sendiri mau langganan channel musik yang mana

Televisi ini memang sudah menyatu dengan internet dan tidak heran kalau ada yang menyebutnya sebagai Social TV karena kita bisa komentar di tayangan yang sedang kita tonton, bersama dengan teman-teman kita lainnya. Jadi bukan sekedar internet TV saja karena nantinya juga akan ada Samsung Apps store yang memang khusus dibuat untuk HDTV.
Saya berharap, sama seperti Samsung Galaxy Tab yang begitu diluncurkan di Indonesia langsung menggandeng konten seperti Koran Kompas dan majalah Cosmopolitan serta konten lokal lainnya. Smart TV ini mudah-mudahan bisa menjadi pintu untuk para penggiat industri kreatif Indonesia lebih berkembang lagi. Film bioskop nanti juga bisa dibeli secara digital, video musik juga demikian dan masih banyak lagi. Yup, kita harus memanfaatkan momentum-momentum ini, supaya kita bukan hanya jadi penikmat namun juga sebagai creator. Peluang sudah terbuka nih, tinggal kita yang memanfaatkannya.
Mudah-mudahan selain era tablet, kita akan segera masuk era digital tv sehingga kita bisa bilang LOCAL CONTENT IS KING
yang bagus-bagus ya
Sunday. April 3, 2011 11:06 - by Yoris Sebastian

Akhirnya saya menemukan juga kata-kata yang pas untuk para pekerja kontrak lepas di OMG yang selama ini membantu consulting firm saya dalam berbagai project yang unique namun meaningful.
Walau tidak semua, tapi kebanyakan mereka adalah ibu-ibu muda yang kebetulan punya background pendidikan serta pengalaman kerja yang luar biasa namun saat ini statusnya Full Time Mom.
Yup, banyak ibu-ibu muda sekarang memilih untuk dekat dan mengasuh langsung anak mereka hingga usia 5 tahun. Dan di OMG Consulting kami seringkali tidak perlu banyak karyawan tetap yang bekerja 9 to 5, karena kita bekerja berdasarkan project based.
Jadi seperti sudah ‘jodoh’ kini kami terkadang memberi pekerjaan untuk ibu-ibu muda yang selain luar bisa kreatif juga punya background pengalaman kerja, sekaligus supaya ilmu yang mereka miliki tetap terasah walalu tidak memakan banyak sekali waktu mereka. Jadwal meeting bisa disesuaikan dengan availability mereka.
So untuk yang punya background pendidikan serta pengalaman kerja yang lumayan, send your CV with your past achievement to contact@yorissebastian.com who knows nanti dari OMG Consulting ada yang contact saat kami dapat project yang sesuai dengan pengalaman kerja anda
Wednesday. March 16, 2011 23:00 - by Yoris Sebastian
Saya senang sekali, saat bertemu lagi dengan Astrid Loemaksono di sharing saya soal creativity di acara Tupperware Green Living di Cilandak Town Square beberapa waktu yang lalu. Saya pertama kali kenal Astrid saat memberikan sharing tentang Hard Rock Cafe di Universitas Tarumanagara di tahun 2006 saat saya masih menjabat sebagai GM HRC Indonesia.
Lalu saya bertemu lagi dengan Astrid saat dia ikut 1 day workshop saya tentang Creating Simple Bizplan That Works for F&B di Marriot setahun kemudian. Sampai akhirnya Astrid bertemu lagi melalui Buku saya Creative Junkies dan berikut ini testimoni-nya:
Pada tahun 2010, saya kaget sekali ternyata Mas Yoris sudah menerbitkan buku Creative Junkies.
Saya langsung beli dan bacanya sampai tuntas.
Buku tsb benar2 buka hatii dan pikiran saya utk terpacu lbh kreatif lagi.
Saya mempraktekkan saran2 anda di chapter 2.
Utk bs kreatif, saya mulai rubah rutinitas saya, sering2 baca buku, ikut seminar, club pengusaha,dengar musik, main game
Dan yang terbaru dari saya, saya skrg rajin mencatat notes2.
Kemana2 bawa buku dan catat ide2 yg berkeliaran di kepala saya.
Ternyata hal tsb sangat membantu sekali.
Gara2 baca buku Anda, saya sering sekali berpikir ketika liat iklan billboard mengapa iklan tsb begini mengapa tdk begitu dsbnya, liat org2 antri saya mulai bnyk berpikir.
Dan gara2 antrian yang anjang ketika saya ingin pesan mknan di counter mall PS, saya mendadak punya pikiran utk atur antrian di outlet saya loh.
Masyarakat Indo sering sekali antrinya tidak teratur dan tdk jelas yang mana antri duluan, yg mana antri belakangan. Kadang jika outlet kita sudah ramai penuh sesak, kitapun sebagai owner sering mengabaikan kepentingan customer alias kita sering bgt asal2 melayani. Jadi sangat tdk adil bagi customer kita yg sudah antri duluan and paling lama tp dpt pelayanan terakhir gara2 antrian mereka yang tdk teratur.
Utk antisipasi hal tsb dan berkaca pada pengalaman saya sendiri, saya mulai memasang jalur khusus antrian dgn tiang2 palang ke belakang sehingga mau tak mau mereka akan antri ke belakang. Dan jika antrian panjang, saya dan karyawan saya lah yang menghapiri mereka satu- persatu dgn menanyakan orderan sehingga semua bs dilayani dgn cepat dan tepat.

Dan pada buku anda di chapter 3 avoid me to ism, saya punya inspirasi saya hrs beda dgn outlet foodcourt ada umumnya.
Yakni saya ingin punya citra foodcourt dgn service hotel bintang lima, alias karyawan kami hrs bs service dgn baik. Ramah, dan sungguh2 meperhatikan kpuasan pelanggan.
Biarpun kami hanya outlet kecil, tai kalau bs ksh service yang super pasti orang akan datang kembali dan bisa saja malah bawa rombongannya bukan?
Memang ini msh proses perjuangan kita utk terus menerus training dan mendidik karyawan kami mengingatkan pentingnya service .
Namun sudah terbukti bahwa service yang unggul akan menjadikan bisnis kami semakin maju dan jadi beda dibanding yang lain.
Mknanan menunya boleh sama, tp jika servicenya beda tentu akan lain bukan hasilnya?
Biarpun bobot saya sudah menyusut banyak, saya msh gila sekali ngemil dan ini juga bs bawa berkahloh.
Saya ada kepikiran buka toko snack dgn sodara saya. Hobby bs dijadikan peluang usaha asalkan kita kreatif.
Demikianlah sharing saya, terima ksih atas waktu Anda utk membaca kisah saya.
Sungguh buku dan saran2 Anda di seminar berikan saya inspirasi yang luar biasa, mudah2an semakin bnyk org2 yang tertular dgn sifat creative addicted Anda ya
Wednesday. March 16, 2011 8:16 - by Yoris Sebastian

Belum lama ini, saya menjadi Juri Ionopolis – game interaktif yang terintegrasi dengan 3 social networking media (Facebook, Twitter dan Foursquare). Seperti biasa, selama lomba tersebut dekat dengan yang namanya kreatif maupun inovatif pasti saya akan bersemangat!
Apalagi Ionopolis ini merupakan kreasi lokal Pocari Sweat Indonesia, bukan program turunan dari Pocari luar negri. Saya bahkan berharap kesuksesan Ionopolis ini bisa diadaptasi oleh Pocari Sweat luar. Seperti yang sering saya sampaikan, Indonesia gudangnya orang kreatif, jadi mari kita buktikan bahwa Indonesia bukan bangsa peniru. Kita bisa membuat sesuatu yang kreatif lalu sukses dan akhirnya diikuti oleh negara lain.
Salut untuk Ricky Suhendar, Senior Product Marketing Manager Pocari Sweat yang mampu melakukan brand activation online dan offline dengan cara yang beda alias out of the box namun eksekusi inside the box karena tetap saja mampu memberi edukasi tentang pentingnya cairan tubuh, terutama pesan bahwa dehidrasi bisa terjadi kapan saja. Apalagi acara ini membuat para Pocarians secara aktif terlibat bersama komunitas mereka masing-masing.
Sukses Ionopolis cukup menggembirakan saya. Bayangkan saja, lebih dari 93.700 orang terdaftar sebagai pemain hanya dalam kurun waktu 4 bulan. Selain itu saat menilai para finalis, saya melihat karya-karya yang penuh kreativitas sehingga tidak heran kalau nilai mereka cukup tipis satu sama lain. Seperti saya sebutkan di press conference, 10 finalis ini sebenarnya sudah menang, bayangkan 93 ribu peserta… namun memang hanya ada 2 pemenang grand prize yang berhak untuk wisata kreatif ke Jepang selama 1 minggu. Congrats untuk Rasty Susanty dari Solo dan Riefa Ayu Astarina dari Bandung!
Mengintip itinerary mereka selama di Jepang, yang paling seru buat saya adalah Otsuka Museum of Art. Wow… someday saya berharap bisa mengunjungi museum yang mereproduksi karya-karya masterpiece pelukis dunia di atas keramik. Someday…
Sunday. February 20, 2011 8:12 - by Yoris Sebastian
Membaca sebuah artikel di Kompas, Mendongkrak Nilai Jual dengan Super Liga. Saya jadi ingat beberapa tahun lalu sebenarnya saya sudah bersedia membantu PBSI lewat Alan Budi Kusuma untuk membuat konsep Super Liga yang selain berkualitas juga ada unsur entertainment-nya.
Jadi bukan hanya sekedar mengundang para pemain bulutangkis tingkat dunia untuk tampil di Indonesian Super Liga, namun kita juga bikin beberapa terobosan. Misalnya bikin lomba King Jump Smash dimana para pemain yunior diminta melakukan smes dan diukur kecepatan serta keindahan dari mereka melakukan smes. Sekaligus memberikan penghargaan untuk salah satu Badminton Legend dunia, Liem Swie King.



Selain itu pakaian juga perlu bekerjasama dengan Nike, yang sudah sukses dengan seragam timnas Sepakbola yang sold saat digelar AFF kemarin. Dalam beberapa tahun terakhir ini, Nike sudah memberikan seragam timnas dengan bahas quality International. Sudah saatnya mungkin Nike atau Adidas ikut merancang seragam bulutangkis seindah seragam tenis, namun tetap functional untuk badminton.




Dan masih banyak sekali ide yang sebenarnya menari-nari di tim OMG Consulting waktu itu, itu ditelaah lebih lanjut. Sayang sekali niat baik Alan Budi Kusuma tampaknya belum berhasil diterima pihak dalam.
But I hope in the future, I can do something for Badminton… satu-satunya olahraga dengan prestasi dunia yang seharusnya kita jaga antusiasme masyarakat. Salah satunya dengan sedikit lebih out of the box dalam mempersiapkan event bulutangkis tingkat dunia di Indonesia. Asal jangan out beneran ya…
Yang pasti banyak cara untuk membuat Bulutangkis menjadi exciting game to watch.
”When you have an exciting game, there is an exciting broadcast”