Archive for the ‘projects’ Category
Posted on January 9, 2012 - by Yoris Sebastian
Salah satu exciting project OMG Consulting di tahun 2011 yang hasilnya sudah bisa dinikmati di tahun 2012 adalah New Concept of Intisari Magazine.
Dan yang pasti OMG Consulting bukan sekedar merubah perwajahan alias design majalah legendaris ini, karena OMG adalah Creative Consulting Firm yang sifatnya lebih ke konsep bukan sekedar design (dan kami memang bukan designers)
Jadi langkah awal adalah penyamaan visi dan konsep bisnis dari majalah yang ternyata adalah media pertama dari Kompas Gramedia Group (Kok namanya bukan Intisari Group ya? Hehehe) Menurut kami di OMG, Good concept harus membawa efek positif ke bisnis bukan sekedar beda atau sekedar mengikuti perkembangan jaman.
Setelah konsep disetujui bersama, baru kami masuk ke rubrikasi. Setelah rubrik-rubrik beres yang terakhir baru tim design masuk. Kali ini selain dibantu tim artitik dari kelompok Gramedia Majalah, saya kembali mengajak Mendiola Design (yang kemarin juga ikut kerja bareng di cover buku Creative Junkies) untuk membuat design yang mengikuti konsep bisnis dan rubrikasi yang sudah baru ini.
Dan yang terakhir adalah logo. Bagaimana membuat logo yang tidak saja keren tapi juga bisa menunjukkan positiioning majalah Intisari yang baru di tahun 2012.
Yang membuat kami lega, edisi perdana untuk new concept Intisari langsung mendapatkan respon positif dari pemasang iklan. 30% jatah halaman untuk iklan yaitu sebanyak 52 halaman langsung terjual semua.
Namun tentunya, kesuksesan kecil ini baru awal kecil dari sebuah konsep besar dari perubahan majalah berbentuk fisik seperti Intisari yang berusia 48 tahun ini untuk selain merayakan ulang tahun ke 50 juga menyonsong 50 tahun kedua mereka. Era digital tentunya masuk juga dalam rencana besar untuk majalah Intisari, Sang Pemula!
Posted on December 31, 2011 - by Yoris Sebastian
Membaca Fortune’s 2011 Businessperson of the Year di nomer 9 ada Muhtar Kent, President & CEO Coca Cola. Wow, saya jadi ingat ketemu dengan beliau saat kami meluncurkan Learning Lounge milik Coca Cola di Plaza Semanggi beberapa bulan lalu. Learning lounge ini merupakan konsep OMG Consulting bekerja sama dengan CiptaImaji untuk Coca Cola Foundation & Dewi Hughes International Foundation.
Menjadi orang nomer 1 di perusahaan yang masih menjadi most valuable brand di dunia ini tentu bukan pekerjaan gampang. Di bawah kepemimpinannya sudah banyak inovasi yang Coke lakukan. Salah satunya yang pernah saya tulis di blog ini adalah Coca Cola kaleng berbentuk botol. Dan tentunya masih banyak lagi inovasi luar biasa dari Coke yang bisa kita google bersama.
“Generasi muda adalah masa depan bangsa Indonesia dan juga dunia. Coca-Cola dengan bangga meresmikan pusat belajar urban pertama yaitu Learning Lounge yang semoga menjadi tempat dimana ide-ide kreatif dihasilkan dan kolaborasi diwujudkan” demikian kata Muchtar Kent saat meresmikan Learning Lounge 16 Agustus lalu.
Berawal dari sebuah perpustakaan biasa selama beberapa tahun terakhir, kali ini kami merubah konsepnya menjadi sebuah perpustakaan modern dilengkapi tidak hanya dengan buku-buku bagus untuk anak muda namun juga ada 4 Samsung Galaxy Tab yang memberikan kesempatan untuk saya, Pandji Pragiwaksono, Billy Boen dan Alanda Kariza berbagi content setiap saat. Jadi setiap Galaxy Tab memiliki content inspiratif yang berbeda-beda dari kami berempat.
Selain itu, Samsung juga support tempat ini dengan LED TV sehingga setiap saat mau sharing dengan orang muda bisa kami lakukan dengan mudah. Senang melihat makin banyak brand yang concern dengan anak muda, seperti Plaza Semanggi.
Mudah-mudahan Coca Cola berhasil membuat konsep ini di berbagai mall baik di Jakarta maupun di daerah-daerah lainnya. Knowledge is Power! Let’s share it to many of young Indonesians!
Posted on April 3, 2011 - by Yoris Sebastian
Akhirnya saya menemukan juga kata-kata yang pas untuk para pekerja kontrak lepas di OMG yang selama ini membantu consulting firm saya dalam berbagai project yang unique namun meaningful.
Walau tidak semua, tapi kebanyakan mereka adalah ibu-ibu muda yang kebetulan punya background pendidikan serta pengalaman kerja yang luar biasa namun saat ini statusnya Full Time Mom.
Yup, banyak ibu-ibu muda sekarang memilih untuk dekat dan mengasuh langsung anak mereka hingga usia 5 tahun. Dan di OMG Consulting kami seringkali tidak perlu banyak karyawan tetap yang bekerja 9 to 5, karena kita bekerja berdasarkan project based.
Jadi seperti sudah ‘jodoh’ kini kami terkadang memberi pekerjaan untuk ibu-ibu muda yang selain luar bisa kreatif juga punya background pengalaman kerja, sekaligus supaya ilmu yang mereka miliki tetap terasah walalu tidak memakan banyak sekali waktu mereka. Jadwal meeting bisa disesuaikan dengan availability mereka.
So untuk yang punya background pendidikan serta pengalaman kerja yang lumayan, send your CV with your past achievement to contact@yorissebastian.com who knows nanti dari OMG Consulting ada yang contact saat kami dapat project yang sesuai dengan pengalaman kerja anda
Posted on October 19, 2010 - by Yoris Sebastian
Senang sekali karena memasuki tahun ke 4, Black Innovation Awards diadakan. Kali ini 20 finalis semuanya bisa mendaftarkan paten sederhana untuk karya inovatif mereka.
Selamat kepada 4 pemenang yang akan ke Singapore bersama saya bulan depan untuk belajar mengenai Lateral Thinking dari Edward DeBono Training. Mereka adalah:
1. Algi Ramdhan Pangestu
2. Arie Kurniawan
3. Feri Wibawa
4. Leonard Bayu Adi Prasetya
Posted on April 15, 2010 - by Yoris Sebastian
Karena berbagai kesibukan, saya baru berhasil menyelesaikan Comic Life dari foto-foto acara Media Launch “Oh My Goodness: Buku Pintar Seorang Creative Junkies”
Begitulah acara Media Launch buku perdana saya yang memang sengaja di luncurkan 1 April kemarin. Message utamanya bukan hadiah Apple iPad buat para wartawan yang hadir hari itu, tapi bagaimana kita melakukan sesuatu yang ada di luar negri, jangan di copy paste langsung ke Indonesia.
Bayangkan kalo saya membuat April Mop seperti di luar negri? Nggak cocok kan? Jadi saya dan Pandji tetap ‘ngerjain’ wartawan karena hari itu adalah hari April Mop, tapi kami bilang yang akan menang 1 orang… padahal kami bohong… yang hari itu menang bukan 1 orang tapi 2 orang…!!!
Sesuai seperti yang saya tulis di buku, Berpikir boleh Out of the Box tapi eksekusi harus Inside the Box
karena jangan lupa ini Indonesia… ada batasan2 yang mau tidak mau harus kita cermati
More news will be updated on Creative Junkies
Enjoy the reading…!
About April Mop
April Mop, dikenal dengan April Fools’ Day dalam bahasa Inggris, diperingati setiap tanggal 1 April setiap tahun. Pada hari itu, orang dianggap boleh berbohong atau memberi lelucon kepada orang lain tanpa dianggap bersalah. Hari ini ditandai dengan tipu-menipu dan lelucon lainnya terhadap keluarga, musuh, teman bahkan tetangga dengan tujuan mempermalukan mereka-mereka yang mudah ditipu. Di beberapa negara seperti di Inggris dan Australia serta Afrika Selatan, lelucon hanya boleh dilakukan sampai siang atau sebelum siang hari. Seseorang yang memainkan trik setelah tengah hari disebut sebagai “April Mop”. Namun di tempat lain seperti di Kanada, Perancis, Irlandia, Italia, Rusia, Belanda, dan Amerika Serikat lelucon bebas dimainkan sepanjang hari.
Posted on April 1, 2010 - by Yoris Sebastian
Hari ini secara official buku perdana saya diluncurkan melalui sebuah Press Conference yang diselenggarakan di Hard Rock Cafe Jakarta, tepat 1 April 2010 setelah 3 tahun saya mengundurkan diri dari HRC Jakarta dan memulai OMG Consulting.
Buku ini bercerita tentang cara-cara sederhana saya untuk menjadi sosok Kreatif di Indonesia dan menjadi General Manager HRC Jakarta di usia 26 tahun.
Tidak seperti IQ yang merupakan faktor bawaan lahir. Kreativitas adalah skill yang bisa dilatih dan dikembangkan. Salah satunya adalah dengan menggunakan otak kanan kita untuk mengimbangi otak kiri yang terkesan serius. Salah satunya adalah mewarnai. Ingat waktu kecil kebanyakan anak kecil senang mewarnai?
Karena itulah, Buku saya Creative Junkies ini sengaja dikonsepkan hitam putih dengan permukaan yang bisa diwarnai
Hari ini wartawan dengan berbagai usia ikut berpartisipasi untuk mewarnai cover buku saya. (Full Story segera setelah saya mendapatkan foto2 komplit minggu depan ya)



Yang pasti saya mengajak anda semua lewat blog ini untuk mengirimkan foto anda dan Buku Creative Junkies yang sudah diwarnai untuk dapat opportunity masuk ke dalam banner Creative Junkies yang akan terpampang di toko- toko buku Gramedia
Segera warnai buku Creative Junkies mu dan ditunggu emailnya ke deboy@thecreativejunkies.com
Posted on November 1, 2009 - by Yoris Sebastian

31 October selalu dirayakan dengan Pesta Haloween. Namun buat saya, 31 October menjadi salah satu tanggal bersejarah dalam sejarah perjalanan kreatif saya karena di tanggal tersebut saya dan Meuthia Kasim membuka sebuah bar kecil bernama Broadcast Bar yang kemudian disingkat BC Bar.
Bar yang terletak disamping Hard Rock Cafe ini, mengambil tempat bekas butik Emporio Armani yang juga masih satu group dengan HRC dibawah naungan MRA Group. Karena Emporio Armani tutup, maka lahirlah ide untuk membuat sesuatu di tempat yang sebenarnya cukup prime ini.
Waktu ditawari untuk membuat lounge atau coffee shop, saya tidak tertarik karena akan bersaing ketat dengan HRC yang juga menjual coffee dan soft drink. Apalagi jam untuk berjualan coffee dan soft drink, masih terbilang sepi sehingga sayang kalau saya buat coffee place.
Akhirnya saya usulkan buat club saja, karena trend dunia sudah mengarah pada clubbing. Saat itu belum terlalu banyak club di Jakarta, mungkin Parkit yang lumayan ramai. Sementara Hard Rock Cafe kan lebih fokus pada homeband dan Top 40 music.
Weekend HRC selalu penuh sehingga dengan komposisi musik yang berbeda harusnya tidak menjadi masalah. Malah complement to each other karena beda suasana dan jenis musik.
Kenapa namanya Broadcast Bar, karena MRA Group memiliki 2 radio saat itu Hard Rock FM dan MTV Sky sehingga kami bagi setiap Jumat yang memang target lebih older crowd, Hard Rock FM dance track akan diisi dance music live from BC Bar. Jumat kami bekerjasama dengan 1945 MF dengan duo DJ Romy dan DJ Riri. Sementara Sabtu dimana giliran MTV Sky yang live, kami bekerjasama dengan DJ Anton dan Phuture.
Selain bekerjasama dengan berbagai DJ tamu, tentunya kami memiliki resident DJ yang handal seperti DJ @khda, DJ Endru (sekarang lebih dikenal sebagai Drusteelo of Soul ID) dan later on DJ Andre.
Para Bartender yang direkrut semuanya harus bisa juggling dan flaring dengan botol-botol. Mereka boleh ikut minum dan merokok selama bekerja seperti layaknya tamu. Bedanya mereka tetap harus tetap berada di dalam bar
Justru yang lucu, di saat awal-awal mereka suka lupa untuk merokok dan minum saat bekerja.

Budget rendah dan hanya buka 2 hari seminggu tidak menghalangi BC Bar sukses dan meraup keuntungan. Saya jadi ingat, lampu disco di BC Bar, sebenarnya menggunakan lampu taman warna-warni yang digunakan secara mono color.
BC Bar tidak punya Grand Opening, tidak punya Anniversary tapi karena BC Bar buka pertama kali saat Haloween (31 October 1999), so malam ini saya perlu mengingat semua kenangan manis dan tentunya kreatif di BC Bar… sampai sekarang teriakan “Whatzuup… BC..!!!!” masih sering terngiang-ngiang di benak saya. It was a great ride and very proud to remember BC Bar. Some people even called it legend…
Thanks to all broadcaster (that’s how we call our guest) and all the operators (Panji, Jaya, Jorie, DJ @khd@, DJ Endru, DJ Dreco, Baron, Taufik, Goofy, Nia, Yon, Ade, Andi, Monique, Anne, Dedy, Oky, Punky, Rusman, Andreas, Chef Slamet, Slamet Cashier and Tasha, Ratu plus Heru & Kang Iyu… will add more names once i remember more names)

Posted on September 17, 2009 - by Yoris Sebastian
“Bagi yang td pagi baca Jawa Pos, iya gue bakal main film ama miyabi: http://pendek.in/00ajb.” demikian tulisan di twitter Raditya Dika beberapa hari yang lalu. Namun baru semalam saya sempat membaca link tersebut.

Menurut saya cukup kreatif, pihak produser (Maxima) berhasil mendapatkan Maria Ozawa yang memang sudah sangat terkenal untuk main di film ‘nonbiru’ berjudul Menculik Miyabi. Di tengah maraknya film dengan cerita seks komedi di bioskop Indonesia, kehadiran Miyabi akan membawa ‘angin’ lain tentunya. Semoga script yang ditulis oleh Raditya Dika ini bisa membuat film ini goes regional juga, bukan hanya di Indonesia edarnya.
Jadi film ini sebenarnya juga bisa dipakai untuk mempromosikan tempat-tempat seru di Jakarta tempat shooting berlangsung. Kalau memang diputar di region Asia, bisa jadi akan hadir turis-turis ke tempat shooting tersebut. Seperti Serendipity, dessert place di New York yang dipakai untuk film dengan judul yang sama. Walau hanya menjual dessert namun lantaran film international tersebut, tempat ini selalu antri. Dan dessert nya memang enak, jadi bukan sekedar tempat shooting
Mudah-mudahan saat shooting Oktober nanti, Maria Ozawa akan dibawa juga melihat places of interest di Indonesia, kalau saya bekerja di majalah FHM saya akan kasih paket liburan ke Bali sambil pemotretan di salah satu villa di Bali. Atau justru dibawa ke Bangka Belitung, sehingga hasil pemotretannya juga dimuat di FHM luar untuk promosi Bangka Belitung.
Wah masih ada sejuta ide untuk menyambut kedatangan Miyabi eh Maria Ozawa ke Jakarta untuk shooting Oktober mendatang
Posted on August 9, 2009 - by Yoris Sebastian

Sabtu kemarin, 8.8.9 Black Innovation Awards (BIA) 2009 sudah mengumumkan nama para pemenang. Saya sebagai juri cukup puas bukan saja karena secara kuantitatif jumlah karya yang layak dinilai juri tahun ini meningkat 10 kali lipat. Tahun lalu para juri menilai 80 karya untuk dipilih 50 semi-finalist, sementara tahun ini ada 800 karya yang harus dipilih menjadi 50 semifinalist.
Karya-karya yang masuk semi-final juga harus ‘tahan banting’ dari komentar-komentar BIA Enthusiast yang tahun ini bisa memberikan komentar mengenai orisinalitas dan kreativitas para karya.
Tahun ini, para juri juga bisa tatap muka dengan para inovator yang masuk final 20 besar sehingga dalam menentukan pemenang, kami bisa memberi nilai tambah untuk mereka yang punya good reason di balik produk temuan mereka.
Dan, inilah wajah para pemenangnya:

Bharoto Yekti, Muhammad Rois Abidin, Arif Kurianto
Yang pertama disebut malam itu adalah Arif Kurianto sang inovator pembuat Blind Gaple. Dengan blind gaple, para tuna netra dapat saling bermain gaple tidak hanya dengan sesama tuna netra tapi juga bisa dilakukan dengan orang normal.
Lalu juri memanggil pemenang berikutnya, Muhammad Rois Abidin dengan produk Bagcamp, dimana tenda dan tas menjadi satu dalam rancangan yang apik.
Pemenang berikutnya adalah produk Templast Sampah yang dirancang oleh Bharoto Yekti S.Ds. Simple namun berguna. Bharoto membuat design tempat sampah yang bisa digabungkan dengan berbagai kantong plastik yang beredar di pasaran, mulai dari yang kecil sampai kantong plastik besar.
Pemenang keempat, sungguh mengejutkan karena ternyata juga dimenangkan oleh Muhammad Rois Abidin. Kali ini dengan produk Cankingz. Satu ide yang sederhana namun dikemas menarik dengan suatu alat yang mampu mempermudah membawa durian agar lebih aman dan nyaman. Bukan saja untuk naik pesawat namun saat ini banyak mobil yang tidak lagi memiliki trunk terpisah, sehingga produk ini akan sangat bermanfaat.
Seperti biasa, kalau para pemenang hadiah utama mendapatkan hadiah masing-masing @ Rp. 25.000.000. Kita juga memiliki 1 hadiah favorit pilihan BIA Enthusiast yang tahun ini jatuh ke E.B.I (Economic Bath Installation) karya Dika Gusti Nugraha.
Yang tidak biasa tahun ini, panitia memberikan grand prize untuk karya yang mendapatkan nilai tertinggi dari dewan juri untuk berangkat ke Sydney, Australia untuk menghadiri shooting program “New Inventors” dari program televisi ABC dan melihat tempat-tempat dan hal-hal yang inovatif yang ada disana. Well, selamat untuk Bharoto Yekti S.Ds yang unggul di total nilai dari seluruh dewan juri. Semoga trip ke Sydney nanti semakin membuka wawasan sebagai seorang innovator.
Posted on August 4, 2009 - by Yoris Sebastian

Hari ini, penjurian final Black Innovation Awards (BIA) sudah dilakukan. Senang melihat karya-karya inovatif yang nantinya akan dipamerkan di Cilandak Town Square.
Tahun ini penjurian lebih baik lagi, karena para juri dibantu BIA enthusiast pada saat Semifinal. Lalu para finalist juga bertatap muka dengan juri untuk menjelaskan kenapa produk inovasi tersebut mereka ciptakan.

Leo Theosabrata, juri paling anyar BIA 2009 sedang mencoba salah satu produk finalist
Ada produk inovasi yang pada saat dibaca juri sangat mengesankan namun saat bertemu dengan sang inovator ternyata berbeda dengan yang kita bayangkan. Well, you guys still have a chance to vote for your own favorite at www.blackinnovationawards.com to get a chance to win iPod Nano-Chromatic.
Saya sendiri sudah harus hadir di Citos dari jam 16. Maklum sederetan acara harus saya hadiri dalam rangka BIA ini, sebagai juri maupun sebagai event consultant.
So see you guys at the awarding night of Black Innovation Awards 2009… let’s celebtrate innovations together












