YORIS SEBASTIAN. thinking outside the box - execute inside the box

Archive for the ‘projects’ Category


Posted on April 15, 2010 - by Yoris Sebastian
Creative Junkies diluncurkan saat April Mop

Karena berbagai kesibukan, saya baru berhasil menyelesaikan Comic Life dari foto-foto acara Media Launch “Oh My Goodness: Buku Pintar Seorang Creative Junkies”

Begitulah acara Media Launch buku perdana saya yang memang sengaja di luncurkan 1 April kemarin.  Message utamanya bukan hadiah Apple iPad buat para wartawan yang hadir hari itu, tapi bagaimana kita melakukan sesuatu yang ada di luar negri, jangan di copy paste langsung ke Indonesia.

Bayangkan kalo saya membuat April Mop seperti di luar negri? Nggak cocok kan? Jadi saya dan Pandji tetap ‘ngerjain’ wartawan karena hari itu adalah hari April Mop, tapi kami bilang yang akan menang 1 orang… padahal kami bohong… yang hari itu menang bukan 1 orang tapi 2 orang…!!!

Sesuai seperti yang saya tulis di buku, Berpikir boleh Out of the Box tapi eksekusi harus Inside the Box :) karena jangan lupa ini Indonesia… ada batasan2 yang mau tidak mau harus kita cermati ;)

More news will be updated on Creative Junkies :) Enjoy the reading…!

About April Mop

April Mop, dikenal dengan April Fools’ Day dalam bahasa Inggris, diperingati setiap tanggal 1 April setiap tahun. Pada hari itu, orang dianggap boleh berbohong atau memberi lelucon kepada orang lain tanpa dianggap bersalah. Hari ini ditandai dengan tipu-menipu dan lelucon lainnya terhadap keluarga, musuh, teman bahkan tetangga dengan tujuan mempermalukan mereka-mereka yang mudah ditipu. Di beberapa negara seperti di Inggris dan Australia serta Afrika Selatan, lelucon hanya boleh dilakukan sampai siang atau sebelum siang hari. Seseorang yang memainkan trik setelah tengah hari disebut sebagai “April Mop”. Namun di tempat lain seperti di Kanada, Perancis, Irlandia, Italia, Rusia, Belanda, dan Amerika Serikat lelucon bebas dimainkan sepanjang hari.


Posted on April 1, 2010 - by Yoris Sebastian
“Oh My Goodness: Buku Pintar Seorang Creative Junkies”

Hari ini secara official buku perdana saya diluncurkan melalui sebuah Press Conference yang diselenggarakan di Hard Rock Cafe Jakarta, tepat 1 April 2010 setelah 3 tahun saya mengundurkan diri dari HRC Jakarta dan memulai OMG Consulting.

Buku ini bercerita tentang cara-cara sederhana saya untuk menjadi sosok Kreatif di Indonesia dan menjadi General Manager HRC Jakarta di usia 26 tahun.

Tidak seperti IQ yang merupakan faktor bawaan lahir.  Kreativitas adalah skill yang bisa dilatih dan dikembangkan.  Salah satunya adalah dengan menggunakan otak kanan kita untuk mengimbangi otak kiri yang terkesan serius.  Salah satunya adalah mewarnai.  Ingat waktu kecil kebanyakan anak kecil senang mewarnai?

Karena itulah, Buku saya Creative Junkies ini sengaja dikonsepkan hitam putih dengan permukaan yang bisa diwarnai :)   Hari ini wartawan dengan berbagai usia ikut berpartisipasi untuk mewarnai cover buku saya.  (Full Story segera setelah saya mendapatkan foto2 komplit minggu depan ya)

lomba mewarnai CJ 1

Lomba mewarnai CJ 3

Lomba mewarnai CJ 2

Yang pasti saya mengajak anda semua lewat blog ini untuk mengirimkan foto anda dan Buku Creative Junkies yang sudah diwarnai untuk dapat opportunity masuk ke dalam banner Creative Junkies yang akan terpampang di toko- toko buku Gramedia :) Segera warnai buku Creative Junkies mu dan ditunggu emailnya ke deboy@thecreativejunkies.com


Posted on November 1, 2009 - by Yoris Sebastian
Broadcast Bar (BC Bar)

logo bc bar buat blog

31 October selalu dirayakan dengan Pesta Haloween.  Namun buat saya, 31 October menjadi salah satu tanggal bersejarah dalam sejarah perjalanan kreatif saya karena di tanggal tersebut saya dan Meuthia Kasim membuka sebuah bar kecil bernama Broadcast Bar yang kemudian disingkat BC Bar.

Bar yang terletak disamping Hard Rock Cafe ini, mengambil tempat bekas butik Emporio Armani yang juga masih satu group dengan HRC dibawah naungan MRA Group.  Karena Emporio Armani tutup, maka lahirlah ide untuk membuat sesuatu di tempat yang sebenarnya cukup prime ini.

Waktu ditawari untuk membuat lounge atau coffee shop, saya tidak tertarik karena akan bersaing ketat dengan HRC yang juga menjual coffee dan soft drink.  Apalagi jam untuk berjualan coffee dan soft drink, masih terbilang sepi sehingga sayang kalau saya buat coffee place.

Akhirnya saya usulkan buat club saja, karena trend dunia sudah mengarah pada clubbing.  Saat itu belum terlalu banyak club di Jakarta, mungkin Parkit yang lumayan ramai.  Sementara Hard Rock Cafe kan lebih fokus pada homeband dan Top 40 music.

Weekend HRC selalu penuh sehingga dengan komposisi musik yang berbeda harusnya tidak menjadi masalah.  Malah complement to each other karena beda suasana dan jenis musik.

Kenapa namanya Broadcast Bar, karena MRA Group memiliki 2 radio saat itu Hard Rock FM dan MTV Sky sehingga kami bagi setiap Jumat yang memang target lebih older crowd, Hard Rock FM dance track akan diisi dance music live from BC Bar.  Jumat kami bekerjasama dengan 1945 MF dengan duo DJ Romy dan DJ Riri.  Sementara Sabtu dimana giliran MTV Sky yang live, kami bekerjasama dengan DJ Anton dan Phuture.

Selain bekerjasama dengan berbagai DJ tamu, tentunya kami memiliki resident DJ yang handal seperti DJ @khda, DJ Endru (sekarang lebih dikenal sebagai Drusteelo of Soul ID) dan later on DJ Andre.

Para Bartender yang direkrut semuanya harus bisa juggling dan flaring dengan botol-botol.  Mereka boleh ikut minum dan merokok selama bekerja seperti layaknya tamu.  Bedanya mereka tetap harus tetap berada di dalam bar :)   Justru yang lucu, di saat awal-awal mereka suka lupa untuk merokok dan minum saat bekerja.

ys bc bar rame2 buat blog

Budget rendah dan hanya buka 2 hari seminggu tidak menghalangi BC Bar sukses dan meraup keuntungan.  Saya jadi ingat, lampu disco di BC Bar, sebenarnya menggunakan lampu taman warna-warni yang digunakan secara mono color.

BC Bar tidak punya Grand Opening, tidak punya Anniversary tapi karena BC Bar buka pertama kali saat Haloween (31 October 1999), so malam ini saya perlu mengingat semua kenangan manis dan tentunya kreatif di BC Bar… sampai sekarang teriakan “Whatzuup… BC..!!!!” masih sering terngiang-ngiang di benak saya.  It was a great ride and very proud to remember BC Bar.  Some people even called it legend…

Thanks to all broadcaster (that’s how we call our guest) and all the operators (Panji, Jaya, Jorie, DJ @khd@, DJ Endru, DJ Dreco, Baron, Taufik, Goofy, Nia, Yon, Ade, Andi, Monique, Anne, Dedy, Oky, Punky, Rusman, Andreas, Chef Slamet, Slamet Cashier and Tasha, Ratu plus Heru & Kang Iyu… will add more names once i remember more names)

BC Bar penutupan sarinah


Posted on September 17, 2009 - by Yoris Sebastian
Maria Ozawa dan film “Menculik Miyabi”

“Bagi yang td pagi baca Jawa Pos, iya gue bakal main film ama miyabi: http://pendek.in/00ajb.” demikian tulisan di twitter Raditya Dika beberapa hari yang lalu.  Namun baru semalam saya sempat membaca link tersebut.

miyabi-maria-ozawa
Menurut saya cukup kreatif, pihak produser (Maxima) berhasil mendapatkan Maria Ozawa yang memang sudah sangat terkenal untuk main di film ‘nonbiru’ berjudul Menculik Miyabi.  Di tengah maraknya film dengan cerita seks komedi di bioskop Indonesia, kehadiran Miyabi akan membawa ‘angin’ lain tentunya.  Semoga script yang ditulis oleh Raditya Dika ini bisa membuat film ini goes regional juga, bukan hanya di Indonesia edarnya.

Jadi film ini sebenarnya juga bisa dipakai untuk mempromosikan tempat-tempat seru di Jakarta tempat shooting berlangsung.  Kalau memang diputar di region Asia, bisa jadi akan hadir turis-turis ke tempat shooting tersebut.  Seperti Serendipity, dessert place di New York yang dipakai untuk film dengan judul yang sama.  Walau hanya menjual dessert namun lantaran film international tersebut, tempat ini selalu antri.  Dan dessert nya memang enak, jadi bukan sekedar tempat shooting ;)

Mudah-mudahan saat shooting Oktober nanti, Maria Ozawa akan dibawa juga melihat places of interest di Indonesia, kalau saya bekerja di majalah FHM saya akan kasih paket liburan ke Bali sambil pemotretan di salah satu villa di Bali. Atau justru dibawa ke Bangka Belitung, sehingga hasil pemotretannya juga dimuat di FHM luar untuk promosi Bangka Belitung.

Wah masih ada sejuta ide untuk menyambut kedatangan Miyabi eh Maria Ozawa ke Jakarta untuk shooting Oktober mendatang ;)


Posted on August 9, 2009 - by Yoris Sebastian
Black Innovation Awards 2009 Winner Goes To Australia

crowd-bia-2009

Sabtu kemarin, 8.8.9 Black Innovation Awards (BIA) 2009 sudah mengumumkan nama para pemenang.  Saya sebagai juri cukup puas bukan saja karena secara kuantitatif jumlah karya yang layak dinilai juri tahun ini meningkat 10 kali lipat.  Tahun lalu para juri menilai 80 karya untuk dipilih 50 semi-finalist, sementara tahun ini ada 800 karya yang harus dipilih menjadi 50 semifinalist.

Karya-karya yang masuk semi-final juga harus ‘tahan banting’ dari komentar-komentar BIA Enthusiast yang tahun ini bisa memberikan komentar mengenai orisinalitas dan kreativitas para karya.

Tahun ini, para juri juga bisa tatap muka dengan para inovator yang masuk final 20 besar sehingga dalam menentukan pemenang, kami bisa memberi nilai tambah untuk mereka yang punya good reason di balik produk temuan mereka.

Dan, inilah wajah para pemenangnya:

Arif

Bharoto Yekti, Muhammad Rois Abidin, Arif Kurianto

Yang pertama disebut malam itu adalah Arif Kurianto sang inovator pembuat Blind Gaple.  Dengan blind gaple, para tuna netra dapat saling bermain gaple tidak hanya dengan sesama tuna netra tapi juga bisa dilakukan dengan orang normal.

Lalu juri memanggil pemenang berikutnya, Muhammad Rois Abidin dengan produk Bagcamp, dimana tenda dan tas menjadi satu dalam rancangan yang apik.

Pemenang berikutnya adalah produk Templast Sampah yang dirancang oleh Bharoto Yekti S.Ds.  Simple namun berguna.  Bharoto membuat design tempat sampah yang bisa digabungkan dengan berbagai kantong plastik yang beredar di pasaran, mulai dari yang kecil sampai kantong plastik besar.

Pemenang keempat, sungguh mengejutkan karena ternyata juga dimenangkan oleh Muhammad Rois Abidin.  Kali ini dengan produk Cankingz. Satu ide yang sederhana namun dikemas menarik dengan suatu alat yang mampu mempermudah membawa durian agar lebih aman dan nyaman. Bukan saja untuk naik pesawat namun saat ini banyak mobil yang tidak lagi memiliki trunk terpisah, sehingga produk ini akan sangat bermanfaat.

Seperti biasa, kalau para pemenang hadiah utama mendapatkan hadiah masing-masing @ Rp. 25.000.000. Kita juga memiliki 1 hadiah favorit pilihan BIA Enthusiast yang tahun ini jatuh ke E.B.I (Economic Bath Installation) karya Dika Gusti Nugraha.

Yang tidak biasa tahun ini, panitia memberikan grand prize untuk karya yang mendapatkan nilai tertinggi dari dewan juri untuk berangkat ke Sydney, Australia untuk menghadiri shooting program “New Inventors” dari program televisi ABC dan melihat tempat-tempat dan hal-hal yang inovatif yang ada disana.  Well, selamat untuk Bharoto Yekti S.Ds yang unggul di total nilai dari seluruh dewan juri.  Semoga trip ke Sydney nanti semakin membuka wawasan sebagai seorang innovator.


Posted on August 4, 2009 - by Yoris Sebastian
Black Innovation Awards – Awarding Night 08.08.09

picture-9

Hari ini, penjurian final Black Innovation Awards (BIA) sudah dilakukan.  Senang melihat karya-karya inovatif yang nantinya akan dipamerkan di Cilandak Town Square.

Tahun ini penjurian lebih baik lagi, karena para juri dibantu BIA enthusiast pada saat Semifinal.  Lalu para finalist juga bertatap muka dengan juri untuk menjelaskan kenapa produk inovasi tersebut mereka ciptakan.

Leo Theosabrata, juri paling anyar BIA 2009 sedang mencoba salah satu produk finalist

Leo Theosabrata, juri paling anyar BIA 2009 sedang mencoba salah satu produk finalist

Ada produk inovasi yang pada saat dibaca juri sangat mengesankan namun saat bertemu dengan sang inovator ternyata berbeda dengan yang kita bayangkan. Well, you guys still have a chance to vote for your own favorite at www.blackinnovationawards.com to get a chance to win iPod Nano-Chromatic.

Saya sendiri sudah harus hadir di Citos dari jam 16.  Maklum sederetan acara harus saya hadiri dalam rangka BIA ini, sebagai juri maupun sebagai event consultant.

So see you guys at the awarding night of Black Innovation Awards 2009… let’s celebtrate innovations together :)


Posted on June 2, 2009 - by Yoris Sebastian
Sigi Wimala dan debat semifinal BIA 2009

sigi-wimala1

Foto diatas adalah Sigi Wimala, salah satu dari 7 juri Black Innovation Awards (BIA) 2009.  Terkadang Sigi mojok, sambil memperhatikan dengan jelas karya-karya semifinalist BIA 2009.  Maklum, tahun ini persaingan produk-produk semakin kuat karena disaring dari 800 karya menjadi 50 dan hari ini disaring lagi menjadi 20 finalist.

Buat Sigi ini adalah tahun kedua menjadi juri dan tidak seperti sosoknya yang biasanya kita lihat pendiam… kalau penjurian (baik tahun ini maupun tahun lalu), Sigi selalu aktif memberikan komentar dan pemikiran saat membahas sebuah karya.  Bahkan dengan sigap Sigi browsing internet lewat BB nya saat kita bingung dengan 1 karya yang bagus namun konon sudah ada di belahan dunia lainnya.

Tahun ini sangat ketat karena panitia memang membuka kesempatan bagi para commentator umum untuk memberi masukan mengenai karya semifinalist.  Banyak karya yang bagus-bagus namun ternyata sudah banyak beredar di luar negri.  Terima kasih untuk para commentator :)

Akhirnya debat para juri, lagi-lagi soal karya-karya yang mirip namun tidak sama… apakah boleh masuk final.  Kami semua (Ade Darmawan, Bre Redana, Diana Mochdie, Leonard Theosabrata, Nicholas Saputra, Sigi Wimala, Yoris Sebastian) sepakat bahwa karya yang mirip tanpa fungsi atau nilai tambah akan gugur.

Ternyata ada juga karya-karya yang memang mirip namun memiliki nilai tambah yang lebih baik.  Karya seperti ini, masih punya peluang masuk ke final.

Membaca comment2 yang ada di www.blackinnovationawards.com juga seru sekali.  Semoga website ini bisa menjadi website buat mereka yang senang dengan produk inovasi.  Dibutuhkan masukan supaya website tersebut lebih baik lagi ke depan.  Just buzz me, if you have any ideas, ok?

Banyak karya yang belum beruntung masuk semifinal karena karyanya mirip dan akhirnya yang maju karya yang designnya lebih bagus.  Artinya tahun 2010 kalau mau ikutan BIA, harus ajak teman yang jago design… kan 1 karya boleh merupakan kerja bareng 3 orang… manfaatkan dong.  Maklum pesertanya tahun ini mencapai 1400 karya..!!!

Stay tune for more Black Innovation Awards news ;)


Posted on May 23, 2009 - by Yoris Sebastian
Talk Less Do More Venue Award – Taman Baca & Poli Gigi AMIN

Untuk episode Clas Music Heroes malam ini 21.30 di Trans 7, Cokelat sang penerima gelar Clas Music Heroes akan tampil di depan Taman Baca & Poli Gigi Amin di Batu, Jawa Timur.

Saya sungguh amaze waktu Deboy dan Cindy dari 3rd Floor, selaku Production House yang melakukan eksekusi acara Clas Music Heroes ini menunjukkan foto tempat ini.  “Gila… kok EX bisa pindah ke Malang” ujar saya saat melihat fotonya.  Makin kagum lagi saat tahu bahwa Taman Baca dan Poli Gigi ini merupakan fasilitas gratis untuk warga Malang.

cmh-cokelat-batu

Saya langsung yakin tempat ini pasti akan menjadi salah satu penerima Talk Less Do More Venue Award 2009.  Tempat seperti ini sungguh perlu diangkat di televisi nasional secara populer sehingga memberi inspirasi bagi masyarakat lain untuk juga turut membangun kota-kota kelahiran mereka.

Saat ikutan shooting di sana, nyaman rasanya melihat kota Malang yang sungguh menyenangkan.  Sekarang kalau perlu ide, saya menambah Malang menjadi salah satu kota favorit untuk mencari ide kreatif saya.  Dulu (kalau luar negri) New York, Singapore dan London. Lalu Bali pastinya plus Bandung pasda saat weekdays (weekend Bandung is too crowded) and now… Malang is on the list :)

Talk Less Do More Venue Award memang sengaja diberikan untuk memberi inspirasi bagi tempat lain untuk juga membuat venue-venue yang memberi dampak positif bagi sekitarnya maupun bagi Indonesia yang tercinta ini.

Oh iya bagi yang ingin menyumbang buku, bisa langsung dikirim ke: Taman Baca Amin.  Jalan Sultan Agung. Malang. Jawa Timur.

Ada venue-venue yang layak diberikan TLDM venue award? let me know… siapa tahu bisa diberikan TLDM venue award 2010 ;)


Posted on April 28, 2009 - by Yoris Sebastian
Clas Music Heroes – Every Saturday 21.30 Trans 7

Sorry banget, sampai lupa memberitahukan bahwa the latest project from OMG sudah mulai tayang di tv nasional.  Yup, Clas Music Heroes sudah mulai tayang sejak Sabtu kemarin.

Clas Music Heroes yang dipersembahkan oleh Clas Mild ini, merupakan kerja bareng OMG Consulting dan Rolling Stone Indonesia.  Diberikan kepada para musisi Indonesia yang populer karena disaring dari SMS voting para penggemar musik tanah air namun pemberian gelar Clas Music Heroes ditentukan oleh 7 dewan juri yang meliputi Andy F. Noya, Anton Wahyudi, Bongky, Dahono Fitrianto, Denny MR, Ricky Siahaan dan Yoris Sebastian tentunya.

Dari pengalaman saya selama ini, kebanyakan musisi yang suksesnya jangka panjang adalah mereka yang punya “Talk Less Do More” jadi mudah-mudahan para Clas Music Heroes ini bisa memberi inspirasi kepada banyak artis musik Indonesia.

Untuk detailsnya nanti ke http://clasmusicheroes.com aja.  Mudah-mudahan 1-2 minggu lagi kelar :)

clas-music-heroes-low-res


Posted on April 19, 2009 - by Yoris Sebastian
Black Innovation Awards 2009

Capek tapi senang.

Begitulah perasaan saya memasuki tahun ketiga penyelenggaraan Black Innovation Awards, pesertanya membludak ke lebih dari 1200 peserta yang masing-masing bisa mengirimkan maksimal 3 karya inovasi. (Walau rata-rata sih mengirimkan 1 karya saja).

Luar biasa.  Lonjakan karya yang masuk dan lolos seleksi awal tim Ruang Rupa sangat besar.  Tahun ini para juri yang terdiri dari Ade Darmawan, Bre Redana, Diana Mochdie, Leonard Theosabrata, Nicolas Saputra, Sigi Wimala dan saya sendiri tentunya harus bekerja ekstra.

bia-2009-penjurian-tahap-i

Selain Leo yang baru, selebihnya adalah kompilasi dari juri BIA 2007 dan 2008.  Kami bertujuh harus menilai 806 karya yang sesuai syarat dan ketentuan perlombaan.  Sebagai perbandingan saja, tahun 2008 para juri hanya menilai 79 karya (dari 400 peserta yang daftar) dan di tahun 2007 143  karya untuk tahapan pertama.  Gak heran kalau para juri harus bolak balik ganti gaya.  Liat nih Nicolas Saputra sampai harus balik topi ;)

bia-2009-nico

Sungguh melelahkan namun saya yang di tahun ini juga merangkap Event Consultant bersama OMG Consulting, senang karena animo peserta yang melonjak disertai dengan kualitas peserta yang semakin baik dan karya-karya yang masuk juga bagus-bagus.

Saya pribadi cukup sulit untuk memilih 50 karya pilihan saya untuk menjadi semi-finalist.  Congrats BIA 2009…!!!